Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
malam yang hangat


__ADS_3

ketiga orang orang yang tengah menikmati daging bakar dan bakso bakar itu pun hanya tertegun saat arga tiba-tiba datang dan menyapa semuanya,arga hanya menyalami anin karena mama kekasihnya.


lalu pergi bergitu saja menuju teras belakang,


sontak ketiga orang tersebut hanya terdiam dan matanya menatap punggung arga yang semakin jauh dan menghilang menuju teras belakang.sontak ketiganya pun langsung berpandangan satu sama lain sambil beranjak berdiri bersamaan menyusul ke arah arga barusan,ketiganya terhenti dan berdiri mengamping di belakang pintu yang memisahkan dapur dengan teras belakang.


ketiganya saling menatap tanpa berkedip,sepasang kekasih sedang berpelukan dengan bahagianya.


"pasti ulah si papah ini ya..."ucap dalam hati anin dengan mata masih mengintip dan telinga masih berusaha mendengar apa yang pasangan itu coba ucapkan.


"ehemm...ehhheeeem..."tiba tiba terdengar deheman rendi dari arah belakang mereka,sontak ketiganya berhamburan dan mencoba biasa biasa saja,meski sudah ketangkap basah sedang menguping dan mengintip.


"apa yang kalian lakukan disini?sepertinya ada yang lagi seru ya?"tanya rendi tiba tiba mencoba tidak mengerti apa yang sedang terjadi,meski rendi tahu ini adalah ulah nya.


rendi terlihat ikut mendekat ke arah pintu dan menyembulkan kepalanya sedikit saja mencoba mengikuti apa yang istrinya lakukan tadi bersama satria dan juga yura.


"apaan sih pah ikut ikutan aja...?"tanya anin pada suaminya,dengan tangan yang sedikit menarik lengan suaminya.

__ADS_1


"sayang...aku kaningin lakukan juga apa yang kalian lakuin tadi...gimana sih...giliran aku kok nggak di bolehin?"ucap rendi dengan nada bersungut sungut nya.


"kenapa kamu mau lihat pah...bukankah yang meminta arga datang itu papa kan?"tanya anin pada suaminya...dan rendi hanya tersenyum saja menatap ke arah istri dan juga satria serta yura.


"sudah sudah...mari kita temui mereka...jangan biarkan mereka sendirian..."


ucap rendi pada semua yang ada di dekatnya itu.


"jelas jelas mereka nggak sendirian pah...mereka di temani bibi lagi bakar jagung kan itu..."ucap anin yang menunjukkan bibi di depan keduanya,


"sayang kok kamu bisa sampai sini?bukannya kamu pulang lusa ya?"tanya nindi yang ingin tahu.


"gimana aku nggak pulang...saat jiwaku ke panggil kesini karena kekasihku lagi galau kan..."ucap arga menggoda kekasihnya.


"aaah...kamu bisa aja gombal nya ga...tapi...kerjaanmu bagai mana di sana?sudah beres belum?"tanya nindi yang lebih penasaran,karena nindi tidak ingin jadi penghambat karir kekasihnya.


"tenang lah sayang...semua sudah aku bereskan sebelum aku tinggal...kamu perhatian sekali sih sayang padaku...bener bener deh...kekasih idaman..."ucap arga dengan senyum yang menampakkan lesung pipit samar di kedua sisi pipi nya,hingga membuat nya makin tampan saja.

__ADS_1


"oh...om rendi...tante anin..."sapa arga saat orang tua kekasihnya sudah sampai du dekatnya.dan rendi serta anin hanya melempar senyum ke arah keduanya,


tak lupa arga menyalami rendi lalu rendi membalasnya dengan merangkul tubuh arga.


ketiga pasangan itu pun lalu duduk lesehan di atas tikar lipat di teras belakang dengan menikmati rintik hujan yang tidak begitu deras.


"makasih om...sudah ngasih tahu arga...kalau nindi nggak nafsu makan dari tadi siang...hingga arga langsung nyelesein tugas arga di sana dan kembali lebih cepat kesini."ucap arga sambil menatap ke arah kekasihnya yang berada di sampingnya.


"jangan senang dulu ga...om hanya nggak tega lihat anak om yang kayak orang linglung seharian sejak ia sampai di rumah,meski disini ada banyak orang dan teman nya...tapi sikapnya beda...jadi om tahu nya kalau kamu nggak ada disini makanya berasa ada yang kurang bagi nindi."ucap rendi sambil menatap ke arah putrinya.


"idiiiih....apaan sih papah dasar usil dan sok tahu deh...nindi nggak gitu deh..."ucap nya sambil malu malu dan terlihat kedua pipi nya yang merona merah.


"sudah-sudah...sekarang personilnya sudah lengkap...mari kita nikmati pesta kecil malam ini..."ucap mama anin sambil menyodorkan beberapa bakaran yang sudah matang dan siap di santap.


ke tiga pasangan itu pun menikmati barbeque malam itu di temani rintik hujan dan dinginnya hembusan angin yang sesekali membuat para pasangan saling mengeratkan duduknya saling berhimpitan.


suasana malam yang hangat di temani dengan orang orang tercinta,membuat malam yang dingin dan sunyi menjadi meriah.

__ADS_1


__ADS_2