Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Negosiasi sengit


__ADS_3

Bagai petir yang menyambar di siang bolong, perkataan sang istri yang menurut Aditya sedikit tidak biasa itu malah makin menjadi aneh luar biasa menurutnya.


Sesaat Aditya masih terlihat bengong sambil mencerna perkataan sang istri yang berada di depanya, ia belum sempat menatap ke atas, ke arah buah kelapa yang di tunjuk sang istri, ia masih belum percaya atas apa yang tengah di dengarnya barusan.


"Bby...kok malah bengong sih?" Ucap Ifa sembari kedua telapak tanganya menyentuh kedua pipi sang suami di depanyra, sontak membuat Aditya terjaga dari lamunanya sesaat.


"Iya...apa! apa sayang? kamu bilang apa tadi? coba ulangi!" Ucap Aditya yang mencoba ingin mendengar apa yang di ucapkan sang istri lagi, ia mengira mungkin telinganya salah mendengarkan, atau tiupan angin laut merubah suara dan ucapan sang istri berubah.


"Kelapa bby...tuh...pasti enak banget bby langsung dari alam..." Ucap Ifa lagi sambil menunjukan buah kelapa yang ada beberapa meter dari atas kepalanya, dan barulah Aditya sadar, bahwa kata kata sang istri benar adanya, kini kepalanya mendongak dan menatap ke arah atas, pandanganya lurus, hingga ia dapati beberapa buah kelapa hijau yang tengah bergerombol di atasnya.


"Uhuk!" Aditya tiba tiba terbatuk batuk tak tahu sebabnya.

__ADS_1


"Ya kali itu pohon kalau tingginya cuma satu sampai lima meter, kelihatanya itu lebih dari sepuluh meter...gimana aku ngambilnya coba, bayangin manjatnya aja sudah nggak sanggup!" Ucap Aditya dalam hatinya, sambil tanganya masih menepuk nepuk dadanya sendiri.


"Sayang...kamu nggak apa apa? kenapa bisa batuk sih?" Ucap Ifa dengan khawatirnya, padahal sang suami hanya tersedak ludahnya saja saking kagetnya.


"Sayang...itu nggak bisa di ganti buah lain? buah apel? buah anggur? atau buah lain mungkin?" Ucap Adirya yang tengah mencoba bernegosiasi dengan sang istri.


"Kan semua buah itu nggak ada kuahnya bby...nggak ada airnya, kalau kelapa di atas itu kan seger bby langsung dari alam, apa lagi pas siang siang begini nih...akh...kebayang kan kalau tenggorokan kesiram air kelapa...uh...pasti menyegarkan banget bby..." Ucap Ifa lagi yang tidak bisa di gantikan dengan buah apapun yang suaminya ucapkan.


"Ya sakit dong bby...turunya perlahan lahan aja...baru kalau udah dekat sama pasir...jatoh nggak apa apa...toh pasir nya kayaknya empuk." Ucap polos Ifa, namun ia sadar sebenarnya keinginanya sudah kelewatan, namun...keinginanya itu kalah dengan rasa egoisnya yang lebih besar, dan yang ada hanya agar sang suami menuruti kemauanya.


"Nyesel aku ngajak kamu jalan kemari sayang...kalau endingnya aku juga yang harus manjat!" Ucap Aditya dalam hatinya, namun ia masih belum menyerah pada kemauan sang istri.

__ADS_1


"Oh ya sayang...daripada suamimu yang ganteng ini manjat pohon menjulang tinggi banget ini..." Ucap Aditya sembari menunjuk pohon yang ada di belakang sang istri tepat, dan matanya menatap sekitar, siapa tahu ada pohon kelapa yang tidak tinggi, namun semua terlihat sama...tingginya kira kira lebih dari sepuluh meteran.


"Dan kalau jatoh pasti sakitkan? mending kita cari penjual kelapa muda di pinggir jalan, atau di cafe hotel mungkin ada..." Ucap Aditya yang masih dengan penawaranya, namun terlihat Ifa hanya membalasnya dengan gelenganya saja.


"Oke...baiklah...tapi kamu nungguinya di kamar aja ya...buat istirahat, aku akan ambilin buat kamu sayang...aku nggak mau malu di depan kamu, apa lagi sampai jatoh dan kamu lihat!" Ucap Aditya yang masih mencoba mengulur waktu.


"Oke...baiklah bby...aku akan turuti apa yang kamu sarankan, aku ke kamar hotel dulu ya...kamu jangan lama lama." Ucap Ifa sembari menyunggingkan senyum manisnya, dan seketika membuat hati Aditya meleleh saat melihatnya, Hingga tanpa sadar Ifa sudah berjalan jauh meninggalkanya, sendirian balik ke kamar hotelnya.


"Gimana aku manjatnya? lalu kalau nggak manjat, gimana aku ngambilnya?" Ucap Aditya yang terlihat kebingungan dan masih mondar mandir di tempatnya.


"Akh...Arga pasti punya solusi." Ucap Aditya seketika yang sudah mempunyai titik terang untuk masalahnya, perasaanya kini tengah bahagia, meski hanya memikirkan Arga, namun sudah pasti ia akan terbantu, pasti masalahnya akan teratasi.

__ADS_1


__ADS_2