Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
dan 3stel pakaian lagi


__ADS_3

dengan ogah2han rendi bangkit dari tidurnya,


meletakkan hp yg sedari tadi di genggamnya,melepas pelukan istrinya,lalu beegegaa menuju kamar mandi,


terdengar hp rendi berbunyi,


namun rendi masih di dalam kamar mandi.


anin mengambilnya lalu di lihatnnya,


"ita",


anin mengangkat panggilan di hp suaminya,


"halo ita...",


sapa anin.


"halo...bu...apa pak rendinya ada??"


tanya ita sekertaris rendi.


"ada...ia sedang mandi ta...ada perlu apa?nanti aku sampaikan",


kata anin.


"ia bu...pesawatnya sudah siap bu..."


kata ita memberi tau anin.


"baiklah...nanti aku sampaikan ta...kalau suamiku sudah keluar dari dalam kamar mandi."


"tidak ada yg lain kan?"


tanya anin.


"sementara tidak ada bu...trimakasi..."


kata ita,


lalu anin pun menutup telepon nya,


anin turun dari ranjangnya,memunguti pakaiannya,dan pakaian suaminya,


lalu ain memakai pakaian yg di kenakannya tadi,


lalu menaruh pakaian rendi di tempat pakaian kotor.


anin mulai mengemasi pakaian yg harus di bawa rendi,


"kak rend....aku kemas 3 stel pakaian saja cukup kah?"


anin sedikit berteriak agar suaminya yg berada di dalam kamar mandi mendengarnya,

__ADS_1


tiba2 dari belakang anin merasakan pelukan suaminya,


"aku disini...jangan teriak2 sayang",


ucap rendi.


anin yg terkaget2 pun hanya bisa diam dan malu,


membiarkan tangan suaminya memeluk lalu mengelus,


"apa dia akhir2 ini merepotkanmu sayang?"


sambil tangannya terus mengelus lembut...


"dia....sangat pintar kak rend...cuma akunya yg suka telat makan",


ucap jujur anin.


rendi tidak kaget,karena bi ani dan bi ana selalu memantaunya,


dan melaporkan pada tuannya.


rendi menyandarkan dagunya di pundak sang istri,


"sayang....gimana...kalau mulai detik ini...kita buat kuis"


kata rendi,


yg di tanggapi anin dengan kening berkerutnya dan alis yg hampir menyatu.


protes anin.


"aku gak mau tau...mulai sekarang...kalau kamu telat makan...aku akan menghukummu",


ancam rendi.


"dan lagi....kalau kamu sampai berani2nya lupa makan...hukumannya aku tambah 100 kali lipat",


kata rendi.


dan anin tahu yg di bilang hukuman itu yg seperti apa,


anin meronta memaksa melepas tangan rendi yg melingkari pinggang hingga perutnya,


"kenapa semua menguntungkanmu?"


tanya anin pada suaminya


sambil membalikkan badan menghadap suaminya,


karena lingkaran tangan suaminya cukup kuat dan anin tak mampu melepaskannya,


rendi membimbing kebelakan istrinya sampai menyentuh membentur pelan pintu lemari pakaian yg ada di sana,

__ADS_1


tangan rendi menghadang ke2 sisi tubuh anin,


tepatnya di kanan dan kiri istrinya.


"memangnya kenapa kalau semua menguntungkanku?"


jawab rendi,


anin hanya kikuk di depan rendi yg makin mendekatkan wajahnya,


bener2 jantung anin mau copot di buatnya


padahal ia sudah menjadi suaminya,


namun entah mengapa perasaan dag dig dug itu masi terus ada hingga kini.


rendi hanya tersenyum melihat tingkah istrinya,


ia semakin dekat lalu..."fhuuu",


rendi meniup bulu mata anin yg dari tadi tak teratur bergoyang2 ia pandangi.


"kak...jangan begini...aku geraaah..."


dengus kesal anin.


"sayaaang...bukankah kau suka?"


tanya rendi...


"kenapa aku harus suka?"


balas sewot anin.


"karena...dari tadi...aku mendengar jelas...detak jantungmu sayang..."


bisiknya di telinga anin sambil menciumi pipi kebawah anin.


anin hanya bisa merasakan nafas memburu suaminya.


"oh ya kak..."


seakan anin tersadar,


rendi pun berhenti sejenak,


"ada apa?"


tanya rendi pada istrinya.


"ita bilang pesawatnya sudah siap kak..."


kata anin.

__ADS_1


lalu rendi terpaksa menyudahinya,


sebenarnya ia masih ingin menggoda istrinya,namun keejaan mengejarnya.. meski dia sudah berada di negara yg berbeda.


__ADS_2