
Arga berjalan santai menuju ke apartemenya setelah baru saja ia keluar dari dalam lift. Senyumnya sesekali tersungging saat ia teringat kekonyolan kekasihnya yang begitu langka menurutnya. Namun karena hal itu ia begitu mencintainya.
"Bunda...." Sapa Arga saat melihat bundanya ternyata belum tidur dan masih menikmati cemilan sambil nonton televisi.
"Sayang...kamu mau bunda buatin makanan lagi?" Tanya bunda yang ingin tahu...karena biasanya puteranya kalau malam suka kelaparan dan mencari cari makanan.
"Arga masih kenyang bund..." Ucap Arga sambil berjalan menuju ke arah lemari pendingin dan mengambil sebotol air mineral.
"Udah di sampein salam bunda buat calon mertuamu sayang?" Tanya bunda yang penasaran.
"Ehemm....udah lah bund...tapi tadi mama udah tidur bund pas Arga datang...cuma papa aja yang masih nungguin Arga...jadi udah Arga sampein deh ke papa..." Ucap Arga sambil berlalu duduk di samping bundanya.
"Eh bund...emangnya...sil silah keluarga kita itu...apa ada yang dukun ya bund? kayak paranormal gitu?" Tanya Arga yang membuat bundanya membelalakan matanya menatap ke arah Arga, Ditambah ekspresi terkejut disana.
"Sembarangan aja kamu ngomongnya....dasar anak nakal...mana ada keturunan kita yang dukun...ada ada aja sih ga!" Dengus bundanya sambil mengusap usap rambut puteranya sampai berantakan.
"Bund...apaan sih...emangnya Arga anak kecil apa...bunda gituin...huh...nih ya bund...mulanya Arga mau nemani bunda ngobrol banyak...tapi karena Arga jadi sebal nih...Arga mau bobok aja...oke...bunda met nonton televisi sendiri aja...bye bunda..." Ucap Arga sembari ngeloyor pergi begitu aja meninggalkan bundanya sendiri di sana.
"Dasar anak nakal...gini nih...bunda pingin cepet cepet bawa pulang Nindi...sama anak sendiri aja di kacangin", Gerutu bunda dengan sungutanya.
"Ouh ya...besok kan ada janji ke rumah calon besan..." Ucap bunda sembari mematikan televisi dan beranjak berdiri dari duduknya, Ia berjalan menuju ke kamar puteranya.
"Ga...besok ingat...cuti lo ya...bunda mau dianterin belanja buat oleh oleh ke rumah calon besan...awas kamu kalau masih milih masuk kerja dan nggak nganterin bunda...!"
__ADS_1
Ucap Bunda di depan pintu Arga, Dan pergi menuju kamar yang berada di sebelah kamar puteranya.
"Iya bund...iya...pasti Arga cuti...kan bunda baru tiba...Arga masih waras...Arga takut di pecat jadi anak bunda!"
Ucap Arga dengan asalnya. Dan terlihat bundanya menyunggingkan senyumanya, Dimana ia merasa senang dengan jawaban puteranya yang cuma asal namum mengena.
Hingga menjelang subuh...pasangan pengantin baru telah sampai ke negaranya, Terlihat Ifa tengah terlelap dalam tidurnya dengan menyandarkan kepalanya di pundak sang suami, Dan Aditya pun terlihat memeluk tubuh sang istri di pelukanya, Keduanya masih berada di dalam mobil yang tengah melaju lengang di jalan raya, Dengan di supiri oleh supir pribadinya. Butuh hampir satu jam dari bandara hingga sampai ke apartemenya Aditya.
"Sayang....bangun...ayo...sudah sampai...nanti lanjutin lagi tidurnya..." Ucap Aditya yang tengah mengelus pipi sang istri disana, Ia mencoba membangunkanya.
"Akh...sudah sampai ya bby...iya...aku bangun...makasih ya...udah di bangunin..." Ucap ifa sambil keluar dari pintu mobil yang sudah di bukakan oleh pak supirnya.
"Akh..." Ucap ifa dengan sedikit teriakanya saat ia baru saja keluar dari dalam mobilnya, Kepalanya serasa berkunang kungang karena kecapaian.
Hingga sampailah keduanya di depan pintu apartemen.
Segera saja Aditya membukanya dan mengajak sang istri masuk ke dalam. Di tambah pak supir yang tengah memasukan semua barang barang keduanya, Lalu berpamitan untuk pergi.
"Sayang...istirahat ya...mau aku ambilin obat? oh...sekaliam aku buatin air jahe madu ya sayang..." Ucap Aditya yang terlihat menyelimuti sang istri di atas ranjangnya, Dan ia beranjak dari samping ifa akan berjalan menuju ke dapurnya. Namun dengan cepat...tangan ifa sudah mencekalnya, Menarik pergelangan tangan suaminya,
Hingga Aditya pun terus menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sang istri disana.
"Ada apa sayang? mau aku buatin yang lain?" Tanya Aditya dengan nada lembutnya.
__ADS_1
"Aku ingin di temani tidur aja bby...aku tahu...kamu pun pasti capek kan? kita istirahat sama sama ya..." Ucap ifa yang lansung di angguki suaminya. Aditya pun memeluk sang istri di pelukanya sampai tertidur, Hingga pagi menjelang.
Aditya masih merasakan berat di matanya saat akan ia buka, Karena ia merasa sang istri sudah tidak ada di pelukanya, Aditya pun segera terbangun, Meski masih mengantuk.
Ia berjalan menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya, Tak lupa menyikat giginya pula, Barulah ia keluar dari dalam kamar mandi, Seketika hidungnya mencium bau harum masakan dari area dapur, Seketika ia pun datang menuju ke dapur mengikuti aroma yang ia cium, Dan ternyata disana terlihat sang istri tengah masak untuknya dan belum selesai semua.
"Emmmb...masak apa sih kok baunya harum banget...enak banget kayaknya..." Ucap Aditya sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang, Niatnya untuk memberi semangat sang istri.
"Bby...kan jadi ribet kalau masak sambil di peluk...tungguin sambil duduk bisa?" Ucap Ifa dengan senyumanya, Dan Aditya tak bisa menolak keinginan istrinya.
"Kamu udah nggak capek sayang?" Bisik Aditya di telinga istrinya, Dan ifa hanya mengangguk sambil mematikan api kompornya, Karena masakanya sudah matang sempurna.
"Iya bby...aku udah nggak capek...capek gitu aja di buat tidur juga udah ilang bby...ayo sarapan..." Ucap ifa yang berbalik menghadap suaminya, Namun terlihat senyum merekah di bibir suaminya, Tanda sesuatu sudah terencana. Dan tanpa ifa sadari bahwa pertanyaan sang suami tadi adalah jebakan yang menggirinya untuk berkata baik baik saja, Hingga dengan cepatnya...Aditya langsung menggendong tubuh sang istri menuju kamarnya.
Aditya menggendongnya bukan membopongnya.
"Bby...sarapan dulu...udah mateng tuh...nanti keburu dingin..." Ucap ifa yang sudah tidak di gubris sang suami lagi.
"Sayang...aku mau sarapan yang lain...sarapan yang kamu maksud...ntar aja...nggak bakalan kemana mana kok...tapi yang ini udah nggak bisa di tawar lagi!" Ucap Aditya yang sudah meletakan tubuh sang istri pelan pelan di atas ranjangnya, Dimana keinginanya dari kemarin siang sudah tertahan karena jalan jalan membeli oleh oleh, Dan malamnya harus perjalanan panjang menuju Negaranya, Hingga sampai apartemenpun keduanya kecapaian sampai terlelap begitu saja dan melewatkan apa yang Aditya inginkan. Hingga saat itu barulah keduanya begitu fit setelah istirahat dan pasti bisa menuntaskanya.
Dan ifa hanya bisa pasrah dengan kemauan sang suami,
Ifa tidak punya apapun untuk di berikan pada Aditya, Ia hanya bisa melayani sang suami dengan hati ikhlas dan penuh kebahagiaan. Akhirnya pagi itu menjadi pagi yang begitu hangat untuk keduanya, Dimana setiap harinya selalu sama, Namun ifa tidak mengeluh...ia malah merasa bahagia karnanya.
__ADS_1