Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Tipe orang yang berbeda beda


__ADS_3

Malam itu...setelah Adirya mengantarkan Ifa sampai ke dalam apartemenya, Ia tidak ikut masuk ke dalam, Aditya hanya mematung menatap ifa yang tengah berjalan masuk kedalam, Dan berbalik menatap ke arahnya.


"Bby...aku tutup ya..." Ucap ifa saat ia merasa sudah tidak ingin bicara yang lain lagi, Ifa takut keceplosan dan meminta Aditya untuk masuk kedalam untuk menemaninya.


"Pasta gigi barunya ada di laci dalam kamar mandi...pakaian gantinya...kamu pakai punyaku dulu...besok aku minta orangku buat bawakan, Oh ya...aku ada di apartemen Arga...darisini lurus aja...kalau ada apa apa...kamu kasih tahu aku ya sayang..." Ucap Aditya yang masih ingin sedikit lebih lama dengan ifa. Namun ifa hanya tersenyum sambil mengangguk pelan, Lalu menutup pintu apartemen Aditya rapat rapat. Dengan nafas tidak beraturanya ifa menyandarkan punggungnya sejenak di pintu yang sudah tertutup tersebut. Bibirnya menyunggingkan senyum dengan kedua telapak tangan yang menengkup wajahnya, Betapa malunya dia saat menyadari ada yang tidak beres di hatinya, Perasaanya begitu bahagia ketika hanya mendengar suara Aditya, Suara yang dulu ia benci, Suara yang selalu datar dan terkesan dingin ia rasakan. Dan bila memanggilnya... pastilah untuk mengerjakan sesuatu, Bukan memanggil karena perhatian.


"Oh tuhan...kau terlalu kuat membolak balikan hati...kau buat hatinya kini hanya menatap ke arahku, Dan kau buat hatiku kini tak bisa berpaling darinya." Ucap Ifa sambil berlalu menuju kamar mandi.


Dengan langkah gontai Aditya pun pergi meninggalkan pintu apartemenya. Ia berjalan menyusuri koridor menuju ke apartemen Arga yang berada tidak jauh dari apartemen miliknya. Aditya susah hafal pin untuk membuka pintu apartemen Arga, Jadi tak butuh izin atau waktu lama untuk ia masuk ke dalam Apartemen.


Dan benar saja...diluar hujan sudah mulai turun, Perlahan lahan hingga deras...Arga semakin memacu kecepatan mobilnya menembus rintikan hujan yang makin mengaburkan pandangan di depanya. Sampai mobilnya berhasil masuk ke tempat parkir apartemenya.


"dddddrrrrrtttt.....ddddddrrrrrrttt...." Getar ponsel Arga yang membuatnya mengangkat panggilan yang mencoba menghubunginya tersebut. Dimana disana tertera nama kekasihnya. "Nindi",


"Halo sayang...ada apa? jangan bilang kamu lagi kangen aku ya?" Canda Arga setelah panggilanya tersambung.


"Iya ga....eh enggak ga...aku cuma mau mastiin kamu udah sampai belum? hujan lebat banget disini...kamu nepi di pinggir jalan aja ya kalau nggak keliatan jalanya..." Ucap Nindi yang benar benar khawatir.

__ADS_1


"Kamu mengkhawatirkanku sayang?" Tanya Arga dengan senyum geli yang tersungging di bibirnya,


"Harusnya malam ini aku beneran culik kamu dan bawa pergi seperti rencana awal kita bukan? aku benar benar tidak bisa jauh sebentar saja darimu, Apa aku perlu datang kesana lagi dan melanjutkan rencana kita?" Tanya Arga yang lagi lagi menggoda Nindi. Membuat Nindi tersenyum malu di buatnya. Rencana bodohnya yang membuat Arga bisa menggodanya sepuasnya.


"Ga...aku khawatir beneran malah kamu godain gitu sih...akh udah ah aku tutup dulu telephonenya." Ucap Nindi sambil akan memyudahi panggilanya, Namun Arga menahanya.


"Iya iya maaf...habisnya kamu dari dulu tu gemesin tahu nggak sih sayang...aku udah sampai Apartemen kok ini...nih masih di dalam lift..." Ucap Arga sambil melangkah keluar dari dalam lift yang baru ia naiki menuju ke arah apartemenya.


"Ouh ya sayang...besok di perusahaan ku lagi ngadain pesta makan makan di restoranya chef Arif, Kamu mau ikut? sekalian kita ketemu sayang...soalnya dari pagi sampai malam itu jadwal aku padat banget...kalau kamu ikut kan kita bisa datang bareng, Aku nggak enak kalau nggak datang ke acara orang orang....Astaga setan!" Ucap Arga yang mengejutkan Nindi di sela sela pembicaraanya.


Dimana saat ia baru masuk ke dalam apartemenya dan menyalakan lampunya terdapat Aditya yang sudah mematung di belakangnya, Dengan refleks Arga mengucapkanya. syukur syukur Arga nggak refleks nonjok Aditya.


"Ga...ada apa?" Tanya Nindi di sela sela panggilanya yang masih tersambung.


"Oh...ini...Aditya...tiba tiba nongol disini...kan aku jadi kaget sayang..." Ucap Arga menerangkan.


"Besok aku jemput?" Tanya Arga lagi.

__ADS_1


"Em...boleh...kalau kamu nggak keberatan..." Jawab Nindi dengan harapan Arga akan menjemputnya.


"Baiklah...besok aku jemput pukul tujuh malam ya..." Ucap Arga dengan panggilan yang baru saja Nindi akhiri.


"Kakak...ini udah malem...kakak kenapa kemari? apartemen kakak kebanjiran apa gimana?" Tanya Arga sambil berjalan menuju lemari pendingin dan membuka sekaleng soda di tanganya. Lalu ia mendekat dan duduk di samping Aditya.


"Ga...hujanya deras banget ya? kamu bisa tahu kan bahwa rumah biasa apa lagi yang usianya sudah tua itu pasti bocor? syukur syukur nggak ada badai topan atau angin ribut...bayangin aja gimana jadinya rumah ifa yang ada di desa sana?" Ucap Aditya menerangkan.


"Alah...bilang aja kakak khawatir...kalau kakak kepikiran gitu...gampang...ajak aja ifa ke apartemen kakak...beres kan...ngapain kakak susah susah mikirnya sampai mau curhat kesini gini coba?" Ucap Arga dengan seriusnya.


"Masalahnya ifa sudah aku bawa ke apartemenku ga..."


Ucap Aditya yang mencoba memberi tahu.


"Nah itu...apa lagi...ngapain kakak masih disini?...sono pulang...!" Ucap Arga yang ia kira sudah benar.


"Andai aku bisa sepertimu dan Nindi Arga...kakak pasti akan menjadi lelaki terbahagia sedunia ga...akh...aku tidur sini malam ini...kamu nggak boleh nolak!" Ucap Aditya lalu bergegas menuju kamar yang ada di sebelah kamar Arga.

__ADS_1


"Akh...aku suruh pulang juga percuma...aku bilangin nggak boleh juga dia udah langsung masuk aja...!" Gerutu Arga sambil ikut masuk juga ke dalam kamarnya. Arga merebahkan tubuhnya yang terlalu capek setelah seharian di repotkan dengan urusan urusan ia berkunjung ke rumah om Rendi, Namun Arga termasuk pria yang paling cinta akan kebersihan, Hingga ia langsung bangkit dari tiduranya setelah beberapa saat ia meluruskan punggungnya. Ia menuju kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya. Setelah tubuhnya segar...ia pun merebahkan tubuhnya lagi ke atas tempat tidurnya, Hingga ia terlelap dalam mimpinya.


__ADS_2