
tiba2 rendi menatap lurus serius kedepan kaca mobilnya,
dalam benaknya banyak pertanyaan yg ingin tahu jawabannya,
anin melihat sekilas wajah suaminya,
padahal tadi ia riang menjahilinya,
kena sekarang berubah dingin.
"ada apa kak rend? kau nampak cemas sekali?"
sambil tangan anin mengelus bahu suaminya,
rendi hanya berbalik menatapnya dengan senyum yg manis untuknya.
sambil membalas genggaman di tangan anin yg mengelus pundaknya.
wajahnya fokus pada jalan di depannya yg sedikit padat.
anin tau benar...suaminya sedang memikirkan sesuatu,namun entah kenapa ia tak mampu masuk terlalu dalam untuk mengetahuinya.
di benak rendi,
ia terlalu mencintai istrinya,
dan bahkan ia lebih percaya pada istrinya di banding dirinya sendiri untuk masalah godaan dunia.
tapi kenapa??
lagi2 kenapa...harus ada gosip yg beredar di area dekat rumah.
"apa aku harus bertanya langsung pada anin?"
fikir rendi...
"tapi...apakah aku akan melukainya?"
lagi2 hatinya bimbang.
sesekali diliriknya istrinya itu,
ia tampak ceria...aku yakin tak ada sesuatu yg ia sembunyikan.
tapi mengapa??
lagi2 kata2 "mengapa",
muncul di benak rendi.
sampailah ia di pekarangan rumahmya,memasuki gerbang dan berhenti tepat di depan rumah untuk menurunkan istrinya.
"sayang...turunlah...aku mau memasukkan mobil ke garasi dulu,"
__ADS_1
kata rendi agak datar pada anin.
anin pun merasakan perubahan itu.
"kenapa kamu kak rend?ada apa sebenarnya?"
fikir anin.
anin pun menuruti kata suaminya,
ia pun turun dari mobil dan menunggui suaminya di depan pintu utama.
terlihat rendi datang mendekatinya,
"sayang...kok masi disini...gak capek apa berdiri...ayok masuk..."
kata rendi sambil menggandeng istrinya masuk ke dalam rumah.
rendi melirik istrinya,
sesekali di liriknya lagi...masih tanpa ekspresi di wajahnya.
"sayang kau baik2 saja?"
tiba2 tanya rendi mengagetkannya.
ia seperti linglung.
di ulangnya lagi..."sayaaang...!!"
"aku sudah dengar kak...kau tak perlu berteriak padaku",
kata anin yg menancap pada hati rendi,
rendi tak bermaksud demikian.sungguh...
bi ani dan bi ana yg melihatpun tertegun.
"harusnya dua insan yg saling merindukan dan baru saja bertemu tidak seperti ini.pasti ada yg tidak beres.."
.fikir keduanya.
"ada apa kak rend?"
lanjut kata2 anin.
"kenapa kamu bengong sayang?"
tanya rendi sambil menyilahkan sedikit rambut di telinga istrinya.
"aku tak apa kak...aku baik2 saja..."
ucap anin dengan senyum kecutnya.
__ADS_1
"baiklah kak...aku capek...bolehkah aku ke kamar untuk istirahat?"
tanya anin pada suaminya
"tentu boleh sayaaang...kau habis berada di luar terlalu lama...naiklah...aku sebentar lagi menyusul,"
tak lupa di kecupnya pinggir kepala anin.
anin hanya terdiam menerima kecupan ringan suaminya.
"maafkan aku sayang..."
bisik rendi sebelum anin benar2 berlalu menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
anin merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya,
ia memiringkan tubuhnya hingga wajahnya menyentuh tempat tidur.
tanpa terasa air matanya meleleh di pipinya.
lambat2 membasahinya hingga turun menggenang di tempat tidurnya.
ia tak tau kenapa...ia bisa mengeluarkan air mata hanya karena melihat suaminya berwajah dingin...bukan karena sentakannya.
baginya sentakan itu tiada artinya...namun ekspresi yg tadinya ceria berubah dingin...itu lah yg ingin dia tahu...dan anin sangat sedih saat ia tak bisa bertanya pada suaminya selain suaminya bercerita sendiri padanya.
tapi anin merasa suminya tak mau memberi tahukan keluhnya...itulah yg membuat dadanya sesak seketika.
anin tak mendengar saat pintu kamar terbuka,dan suaminya masuk,
anin hanya meratapi...betapa tidak berartinya ia untuk rendi.
hingga rendi (suaminya)tidak mau berbagi dengannya.
anin terperanjat gelagapan saat dirasakannya tubuh suaminya sudah memeluknya dari belakang.
dengan cepat...ia menghapus air matanya,
meski mata anin sudah kering tanpa air mata...namun masih terlihat sembab.
"heeeii...apa yg terjadi sayang??"
"kau kenapa??"
tanya rendi yg begitu hawatir saat tangannya menyentuh pipi dan tempat tidur yg basah.
rendi terbangun dari tempatnya,
anin pun seketika terjaga.
pelan2 rendi memegang wajah anin dengan ke dua tangannya.
di elusnya pipi mulus istrinya.
__ADS_1
"kau kenapa aayang?",
ucap lembut rendi pada istrinya.