Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
tingkah konyol


__ADS_3

sudah setengah jam mereka menikmati senja di balkon.


"sayang ayo masuk...nanti masuk angin loh..."


kata rendi.


anin yg sedari tadi menyandarkan kepalanya di pundak rendi pun langsung terjaga dan menatap suaminya dengan senyuman.


"yuk.."


kata anin membalas.


merekapun masuk,


anin menuju ruang lemari pakaian yg ada di dalam kamarnya.


anin membukanya dan mengambil baju untuk dirinya,


lalu pergi menuju kamar mandi,


saat melintasi rendi yang tengah duduk di sova dengan ponselnya,


rendi hanya melirik sekilas istrinya yg tengah melenggang hampir melewatinya.


rendi melihat istrinya sangat senang.


lalu ia menarik tangan isyrinya hingga anin terhenti sejenak.


"sayang...kenapa kamu terlihat begitu senang?"


tanya rendi pada istrinya.


"aku....biasa aja tu kak rend...",


lalu "cup" anin mengecup kening suaminya,


rendi hanya melongo dan melepaskan pegangan tangan istrinya.


tanpa dirasa istrinya sudah tidak ada di sampingnya,


ia sudah di dalam kamar mandi.


"istriku...mengapa kamu menggemaskan sekali"

__ADS_1


gumam rendi.


10menit berlalu sudah,


anin pun keluar dari kamar mandinya,


lalu di lihatinya suaminya yg tengah duduk masih dengan hp nya,


namun kini beralih ke laptopnya.


"sayang...ayuuk...katanya ngajak belanja...sekalian aku beli baju hamil ya...bajuku semua sudah tidak muat...bisa masuk tapi terhalang perutku kak rend..."


gerutu anin di samping suaminya sambil berdiri.


rendi hanya trrsenyum dan mengangguk...


"lhoooh kok cuma ngangguk??sama senyum...kasi koment napa yank..."


sambil ikut duduk di samping suaminya menggelayutkan tangannya ke lengan suaminya,


sejurus rendi menatap layar laptop nya...anin pun sama...anin terperanjat saat di lihatnya rendi sedang berbicara dengar rekan bisnisnya,


anin tak tahu...lalu iya perlahan beringsut agak menjauh agar tidak terlihat oleh orang dalam laptopnya itu.


"kenalkan dia istriku...memanga dia sangat manja karena terlalu ku manja,jadi maafkan dia karena tidak tahu kita sedang mengobrol masalah bisnis",


kata rendi namun dalam bahasa inggris nya.


anin hanya melongo melihat suaminya begitu fasih berbahasa asing.


tanpa sadar anin menatap wajah suaminya,


ia tersadar saat mendengar cekikik di dalam layar laptopnya,


seorang laki2 itu terkikik...


anin pun berbisik di telinga suaminya,


karena anin sediki2 juga mengerti apa yg di ucapkan orang asing tersebut.


"kak...mengapa dia terkikik?apa ada yg lucu?"


bisik anin di telinga suaminya.

__ADS_1


rendi pun membalas bisikan istrinya dengan berbisik pula.


"dia terkikik karena melihatmu terpesona menatapku",


bisik rendi.


"aiiishh..."


kata anin lalu menatap layar laptop dan menyunggingkang senyum disana.


anin pun berlalu memohon diri.


dan rendi pun melepas pelukan di pinggang istrinya.


anin berdiri di belakang laptop rendi,sedang kang ia sekarang menghadap rendi,


jadi orang yg ada di dalam laptop pun tidak melihatnya.


anin mengisyaratkan untuk turun terlebih dulu,


lalu rendi membalas dengan anggukan ringan dan sedikit senyum di bibirnya,


lalu menatap layar laptopnya lagi.


anin pun berlalu dari kamarnya,


menuju bawah di ruang keluarga,ia menunggu suaminya turun di sana.


tak berapa lama...rendi terlihat dari atas menuruni anak tangga dengan pakaian sudah ganti.


"mungkin benar aku terpesona...selalu terpesona lebih tepatnya",


gumam anin saat melihat suaminya memakai setelan kaos hitam polos dengan corak putih di lengannya dan ada kerah di atasnya.


lalu celana pendek selututnya.


tak lupa jam tangan biasanya yg selalu melingkar di tangannya,


dipadukan sepatu putih bersih di kakinya.


"yuk"


ajakan rendi membuat anin tersipu,karena ketahuan bengong nya.

__ADS_1


__ADS_2