Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
bersinar


__ADS_3

anin menatap lekat suaminya dari ujung rambut hingga kakinya.


ketika rendi baru saja membuka pintu kamarnya,


di lihatinya suaminya,


rambutnya klimits di atur sedemikian rupa hingga membuat wajahnya benar2 terlihat sanggat segar dan tampan tentunya.


"dia benar2 bersinar saat ku lihat,bercahaya..."


dengan jas biru muda tanpa kancing,lalu dalaman kaus putih hampir ke biruan yg menutup sampai ke lehernya atas di bawah dagunya.


tak lupa jam tangan yg biasa melingkar di tangannya. celana yg senada dengan kaus yg di kenakannya.


serta sepatu putih ber merknya.


baju yg dikenakannya benar2 senada dwngan warna kulitnya yg putih bersih,


hingga membuat siapapun yg melihat terpesona di buatnya.


tak terkecuali anin,


mata anin benar2 tak bisa berkedip apa lagi berpaling.


"sayaaaang....sayaaaang...heeei....kau baik2 saja??"


anin terperanjat terbangun dari pesona suaminya yg membuatnya meleleh.


"sayang...kau ganteng sekali..."


ucapnya tiba2 yg di sambut senyum manis suaminya.


"baiklah...aku berangkat dulu...sayang...nanti kamu sama sama kakek ya..."


lalu rendi berlalu dengan kecupan di puncak kepala istrinya.


dan bisikan yg di sertai elusannya di perut istrinya.


"sayang...jangan buat mama sakit ya...


"kak reeend...aku tak bisa tanpamu..."


gumam anin saat melihat suaminya berlalu begitu saja.


anin memasuki kamar nya saat suaminya sudah pergi.


ia duduk di depan meja rias yg terdapat kaca besaaaar di sana.

__ADS_1


ia ingat...meja rias itu tiba setah anin beberapa hari tinggal di sini.


ia menatap dirinya di cermin,


"aku pantas kan untuk suamiku"?


"pantas atu tidaknya...bukankah dia sudah memilihku?


aku mengandung anaknya,"


lalu mengelus perutnya.


"sayang...kau belum tahu kan...papamu itu ganteng banget..."


tiba2 pintu di ketok.


tok tok tok....


anin beranjak dari duduknya lalu membuka pintu.


"nyonya...di tunggu tuan sepuh di bawah..."ucap bi ani.


"aku datang bi..."


sahut anin aambil mengambil tasnya di meja rias lalu keluar kamar sembari menutup pintu kamarnya.


wuuuaaahhh...."kakek 10 tahun lebih muda",


canda anin sambil menghampiri kakek.


"kamu ini nak...bisa aja...ayuk...kita akan terlambat nanti."


kata kakek...sambil beriringan menuju mobil yg terparkir di luwar,


anin benar2 tak tahu acara apa yg di hadirinya dengan suami dan kakek nya,


ia hanya nurut saat suaminya mengajaknya.


anin tak banyak bicara sepanjang perjalanan,


"nak...apa kau baik2 saja??"


tanya kakek yg melihat anin tampak gelisah.


anin hanya menggeleng2kan kepalanya.


"aku baik2 saja kakek..."

__ADS_1


ucap anin.


tapi jujur dalam hatinya,ia ingin di samping suaminya saat ini.


sedikit dongkol di hati anin.


kenapa kita tidak berangkat bersama saja...kenapa kita harua terpisah...


(biasalah bumil bawaannya galao mulu).


di tempat rendi berada.


rendi tiba terlebih dulu di pesta,


ia memasuki pesta yg riyuuuuhhh dengan para tamu dosen kariawan dan staf semua di kampus serta teman2 sekelas anin.


semua mata ter belalak tak percaya melihat rendi masuk ke dalam arena pesta dengan aura menyilaukan.


tempat utama pesta ada di gedung paling atas...


semua orang mulai berkerumun menyalami rendi,dan rendi mencari aslan...


"hey bos",


triak aslan dari kejauhan.


rendi membelah kerumunan yg langsung menuju aslan.


"gimana lan?"


tanya rendi.


"tenanga aja rend...semua sudah beres..."


ucap aslan.


namun di belakang rendi pun ber bisik2


terdengar sayup2 di telinga rendi


"pak rendi kenapa sendirian...katanya ia datang dengan istrinya..."


banyak yg berbisik.


"liahat saja siapa nanati yg datang",


sahut neta yg membuyarkan kerumunan.

__ADS_1


__ADS_2