Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
bisikan yg mengusik


__ADS_3

anin pulang dengan wajah sendunya,


di tambah lagi ia sedang mengandung,


biasanya suaminya selalu bisa membuatnya nyaman dan dalam kondisi mod yg baik.


"sehari belum genap kamu pergi kak...kenapa aku sudah merindukanmu",


gumam anin sambil melangkah masuk ke pekarangan rumah,


ia selalu menggenggam hp nya,


ia takut melewatkan 1kali telfon suaminya.


hmmmz...sudah 3jam berlalu,pasti dia sudah di dalam pesawat sekarang.


dia bilang waktu sini dan sana tidak sama,pastilah butuh beberapa jam untuk tiba di tempat tujuan.


hingga anin terlelap dalam tidurnya,


ia tanpa terasa tertidur di atas sova ruang keluarga.


bi ani dan bi ana yg melihat nyonya nya terlelap pun mengambilkan selimut,lalu menyelimutinya,


tanpa terasa anin tertidur cukup lama hingga siang hari,dan waktunya makan siang nya pun hampir terlewat.


"nyonya....bangun",


anin mendengar seseorang menyebut namanya,


"ada apa bi?"


tanya anin pada bi ani yg ternyata telah membangunkannya,


"apa kak rendi menelfonku?"


sahut anin lagi.


"belum nyonya..."


sahut bi ani,


"nyonya sudah waktunya makan siang.."


kata bi ani.


"tapi aku tidak......"

__ADS_1


kata anin yg belum sempurna di ucapkannya,


pasti kalau kak rendi dirumah,dia pasti akan mencemaskanku terlebih lagi anak kita,


"baiklah bi...aku mau makan siang bi...."


lalu anin bergegas mau ke ruang makan,


duduk di kursi itu sendirian.


"bi temani aku makan...."


kata anin.


"tapi non..."kata bi ani.


"ayo bi gak usah rapi2 an...cepet temani aku..."


kata anin.


anin mengambilkan piring bi ani dengan mengisikan nasi dan lauk pauk ya ke dalam piring.


bi ani tercengang saat anin memberinya 2 piring,


"nyonya...yg satu untuk siapa?"


"buat bi ana dong tentunya....jawab anin.


"bi ana panggil krsini bi...aku gak mau makan sendirian ."


kata anin.


dan di anggupi bi anin.


bi ani lalu bergegas menuju tempat dimana bi ana berada,


lalu mereka berjalan perlahan menuju anin yg ada di meja makan,


dan ke dua bibi pun duduk di hadapan anin deng masing2 makanan di atas piring nya.


mereka makan dengan lahap nya,


"gini lan enak...."


sahut anin.


"bi...pak totok ada??"

__ADS_1


ucap anin tertuju pada ke 2 bibi.


"ada nyonya..."kata bi ana,


"baiklah...besok aja deh bi..."


kata anin ragu2 di hatinya.


lalu setelah makan,anin pun menonton tv,


namun hatinua tak menentu saat yg di lihatnya adalah sinetron yg persis seperti ibu2 di penjual sayur tadi pagi.


"oh tuhan...jangan biarkan fikiranku keracunan",


"keracunan perkataan ibu2 tadi,


dan tetapkan hatiku untuk slalu percaya kak rendi",


doa anin dalam hati nya.


"tanpa terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul 9malam",


anin masih tetap sama,ia menunggu slalu telfon suaminya,


"tuhan...kenapa dengan kak rendi?ada apa?kenapa sufah se larut ini pun tidak ada kabarnya?"


hatinanin mulai gelisah...


dihubunginya lah hp rendi...namun dari siang tadi tidak bisa.


anin mulai cemas...dan tanpa terasa...ia pun terlelap.


di tempat rendi.


setelah ia tiba...ia di jemput staf hotel tempat ia menginap,


belum sempat ia mencari hp nya untuk mengabari sang istri,


karena ia harus langsung mengurus pekerjaannya,


ia tak mau menunda2 waktunya,karena ia ingin semua cepat selesei.


"sayang bersabarlah",


doa rendi dalam hatinya.


dan saat usei bekerja hari ini,ia ingin menelfon istrinya,namun....ia urungkan,

__ADS_1


pastilah istrinya sudah tidur,rendi tak ingin mengganggu istirahatnya.


__ADS_2