
"Bos aku mandi dulu..." ucap Nindi pada Arga saat keduanya sudah masuk ke dalam kamar. Arga hanya mengangguk saja dan melepas kemejanya yang tadi bekas terkena ingus Nindi. Lalu lelaki itu merebahkan tubuhnya yang begitu lelah,
tanpa terasa ponsel Arga pun berbunyi, ia langsung melihat pada layar ponselnya dan ternyata om Rendi yang sedang mencoba menghubungi melalui video call.
"Sial," gumam Arga dengan langsung melonjak dari tempat tidur dan menyahut baju yang ada di ranjang bagian bawahnya kembali, ia bergegas mengancingkannya meski tergesa.
Lalu ia pun dengan tenang menjawab panggilan Rendi saat itu.
"Iya om...halo..." sapa Arga dengan sopannya.
"Gimana? sudah dapat tempat? berapa kamar?" tanya Rendi, sebenarnya Rendi sudah tahu dari istrinya...bahwa Nindi bercerita...kamar yang kosong tinggal satu...dan terpaksa ia memakai satu kamar untuk berdua. Tapi Rendi ingin melihat kejujuran Arga. Apakah perkataannya akan sama dengan ucapan putrinya, karena bagi Rendi...sebaik apapun laki-laki...tetaplah singa tanpa terkecuali dirinya.
"Begini om...maaf ni om...sebenarnya...niat Arga...mau nyewa satu villa...om...bukan cuma dua kamar...tapi saking padatnya pengunjung yang ke jebak disini...alhasil...kamar villanya cuma tinggal satu kamar saja om...Arga janji kok...Arga nggak macem-macem sama putri om." Balas jujur Arga, yang membuat lega hati Rendi.
"Yasudah Ga...om pegang janji kamu ya...Nindi dimana sekarang?" tanya Rendi.
"Dia sedang mandi duluan om...nanti baru Arga " Jawab Arga. Entah mengapa seketika terasa dejavu di hati Rendi saat itu. Namun ia mantapkan hati untuk percaya Arga.
"Yasudah Ga om tutup dulu ya..." ucap Rendi sebelum pikiran negatifnya mengalahkan akal sehatnya.
"Huuuuffft...kenapa aku se lega ini sih..." gumam Arga dengan nafas dalamnya.
Lima belas menit sudah Nindi di dalam kamar mandi dan akhirnya ia keluar juga.
Dengan rambut basah yang masih di usap-usap dengan handuk, Arga seketika menelan ludahnya sendiri, ia sedikit resah...apakah malam itu ia akan bisa tidur nyenyak, karena saat itu baru pertama kalinya ia bermalam dengan seorang gadis.
"Apa lu liat-liat...sono cepet mandi gih..." ucap Nindi dengan ketusnya, agar terkesan galak...supaya Arga tidak berani macam-macam padanya. Namun kenyataannya hatinya begitu resah,
Arga pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan sebentar saja terdengar guyuran air yang jatuh.
"Kriiiieeeeetttt..." terdengar pintu kamar mandi terbuka sedikit, hati Nindi sangat khawatir saat itu. Bagaimanapun ia seorang gadis.
"Ssst...Nindi...tolong dong handuknya bawa sini...handuknya hanya ada satu itu Nindi..." ucap Arga sambil menyembulkan kepalanya saja ke luar kamar mandi.
__ADS_1
"Oh...ia...maaf ya aku lupa." Ucap Nindi sambil berjalan mendekat ke arah Arga.
"Aaaakkhh....braaaaak..." tiba-tiba Nindi tersandung keset yang ada di luar pintu kamar mandi yang menggunduk, dan seketika ia menggebrak pintu di depan tubuh Arga. Arga yang tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu dengan refleksnya ia memilih untuk menangkap tubuh Nindi kedalam pelukannya. Dan Nindi dengan malunya hanya menutup mata karena takut melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat. Seketika...Arga malah menatap wajah cantik itu dengan matanya yang masih terpejam.
"Cup," Arga mengecup samar bibir nindi dengan singkatnya.
"Hey...apa yang baru kau lakukan?" tanya Nindi dengan penasaran karena ia merasa sesuatu yang lembut sedikit samar menyentuh bibirnya.
Arga langsung mengambil handuk dan memakainya, melingkarkannya ke pinggang sampai lututnya.
"Sial...seenaknya saja aku berikan ciuman pertamaku." Ucap hati Arga.
"Buka tu mata...betah ya di pelukanku?" pinta Arga sambil meledek Nindi disana. Lalu Nindi pun membuka matanya. Terlihat dada bidang Arga di sana, langsung saja Nindi memalingkan wajahnya.
"Apa kau menyentuh bibir ku tadu?" tanya Nindi sambil memunggungi Arga.
"Iya...aku mengambil rambut yang rontok disana ntar kamu telan lagi." Ucap bohong Arga.
"Aaaaahhh...sudahlah...biar aja dia cari sendiri tu rambut jatoh kalau mau." Ucap Arga dalam hati lagi.
"Oh...lalu bajumu? kenapa kau keluar kamar mandi dengan keadaan seperti itu?" tanya keheranan Nindi. Karena hati Nindi sudah memuai hampir meledak saking groginya. Ia baru kali itu dengan laki-laki se kamar dengan kondisi yang minim pula. Ia pernah di dalam kamar berdua bermain game dengan Satria...tapi dadanya dan detak jantungnya tidak seperti saat itu, itu sih sudah melebihi lari maraton.
"Bajuku ada...baru aku kucek yang kena ingus kamu...masak iya masih basah aku pakai...dan celanaku...aku pakai nanti kalau tubuhku sudah kering." Jawab Arga.
Lalu Nindi naik ke atas tempat tidur, ber sandar pembatas ujung ranjang menghadap tv sambil memangku bantal di atasnya dengan kacang atom di tangannya. Arga yang mengetahui detail suatu kejadian yang indah tadi...kejadian sakral baginya dan hanya ia yang tahu, membuatnya sedikit salah tingkah dan kikuk saat tatapan matanya saling berbenturan dengan Nindi.
Ia lalu masuk kedalam kamar mandi dan memakai celana panjangnya, kemudian keluar dengan perasaan yang sama.
Ia berjalan mendekat ke arah Nindi di atas ranjang...ia turut duduk di samping gadis itu.
"Kau mau?" ucap Nindi menawari Arga kacang atomnya. Dan Arga pun ikut mengambil kacang tersebut dan memakannya. Tanpa sadar keduanya menikmati cemilannya sambil menonton acara televisi.
Dan saat kedua tangan mereka saling bertemu di dalam bungkus kacang atom, seketika keduanya saling menatap dan tatapan mereka bertemu sesaat.
__ADS_1
"Uuuugh....jantungku akan meledak."
Gumam dalam hati Arga.
"Siapa sih yang ngiris bawang?"
ucap hati Nindi karena hatinya mak nyut rasanya membuatnya terharu ingin menangis.
"Kenapa hujan di luar begitu mendukung sih." Ucap Aega lagi di dalam hati.
"Kenapa suara kodok menjadi begitu indah saat ini sih?" gumam Nindi dalam hati lagi. Masih saling menatap lekat.
dan tanpa sadar keduanya saling mendekatkan wajah satu sama lain, membimbing wajah masing-masing untuk saling mendekat seperti maknet, dan tepat berjarak dua jari.
"Ddddrrrrttttt.....ddddrrrrtttt." Getaran di ponsel Nindi membuyarkan acara keduanya.
"Huuuufffhhht...." dengus Nindi sembari membuang nafasnya dan menarik nafas dalamnya beberapa kali. Dan barulah ia mengankat video call dari mamanya itu.
"Halo ma...ada apa?" tanya Nindi.
Sedangkan Arga segera melonjak berdiri dan berlari menuju kamar mandi, karena ia tidak memakai kemejanya.
"Sayang bagaimana kabarmu? mama kangen..." ucap mama.
"Aku baik-baik saja ma...aku sedang menonton acara televisi sekarang..." ucap jujur Nindi.
"Arga kemana sayang?" tanya mama lagi.
"Dia di kamar mandi ma..." ucap Nindi, sedangkan Arga yang melihat Nindi bicara dengan mamanya di celah pintu kamar mandi yang ia sengaja buka dan tidak penuh menutupnya.
"Kamu deman sayang? kamu sakit?" tanya mama seketika yang melihat wajah memerah putrinya.
"Ah...nggak ma...mungkin habis mandi air hangat ma..." ucap Nindi dengan nada dag, dig, dug, di hatinya. Dan tiba-tiba saja perasaan dejavu mamanya muncul.
__ADS_1