Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Menikmati hari


__ADS_3

Pagi yang membuat Arga sesak, Dimana ia begitu khawatir dengan keadaan Nindi yang lebaynya kebangetan, Meskipun itu juga karena ulahnya yang tanpa sengaja tidak memberi kabar padanya semalaman, Arga benar benar merasa bersalah atas apa yang kekasihnya rasakan itu.


Segera saja ia mengambil pakaian ganti dari lemari pakaianya dan segera bergegas ke kamar mandi setelah calon mertuanya itu berpamitan untuk pergi dari apartemen Arga, Di tambah mama Anin yang sudah sangat perhatian pula padanya melebihi mamanya sendiri, Tak lupa menitipkan bekal makan sarapan pada suaminya untuk calon menantu. Anin khawatir pula jika Arga sampai jatuh sakit lagi, Pastilah Nindi juga yang akan merasakan sakitnya, Seperti saat itu.


Setelah membersihkan dirinya dan terlihat segar setelah mandi, Segera saja ia mengambil ponselnya, Ia melihat banyak panggilan disana, Dan puluhan pesan singkat masuk pada layar ponselnya.


"Gadis bodoh....sebegitu cintanya kamu padaku ya...sampai seperti hilang akal begini..." Ucap Arga sembari membuka satu persatu pesan yang tertuju padanya di layar ponselnya.


Tiba tiba senyumnya mengembang, Tatapanya fokus tanpa teralihkan pada pesan pesan yang ia baca dengan teliti, Disetiap akhir katanya terdapat tanda love yang menyala merah terang, Dan tiba tiba mata Arga merasakan panas, Hingga sedikit berair.


Cairan bening nan hangat mulai menetes di pelupuk matanya, Ia merasa bersyukur di cintai seorang Nindi dengan begitu hebatnya, Sedangkan dia selama ini belum memberikan apapun yang menurutnya Nindi harus terima.

__ADS_1


"Akh...sayang...kau pagi pagi sudah mencuci mata ini...!"


Ucap Arga sambil menyeka matanya yang menetes bulir bulir ringan disana hingga beberapa kali.


"Apa aku harus menghubunginya dahulu? memberi kabar bahwa aku akan kesana? oh...tidak tidak...tadi kata papa kalau semalaman Nindi tidak tidur...pastilah ia sedang tidur saat ini." Ucap Arga yang mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk memakan bekal sarapa yang tadi calon mertuanya berikan dahulu lalu pergi menuju ke rumah Nindi.


Di Negara lain,


"Emmmmz...." Dengus Aditya saat merasa tanganya tidak mendapati sosok yang sedari tadi ia peluk di sampingnya, Ia pun lalu membuka matanya perlahan dan menatap ke sekeliling, Dimana terlihat istrinya tengah sibuk memadu padankan pakaian kerja yang akan Aditya gunakan nantinya. Membuka koper kopernya dan mengamati setiap pakaian yang kemarin ia bawa.


"Aaakh sayang...kenapa aku se beruntung ini sih...kenapa aku sangat menyukaimu..." Ucap Aditya yang beringsut dan berguling di atas ranjangnya dengan selimut tebal yang sedikit menggulungnya. Dan ifa menatapnya dengan senyum yang tersungging di bibirnya, Ia merasa tingkah sang suami sangat lucu disana. Hingga ifa memutuskan untuk membuka tirai gorden yang menghalangi cahaya sinar matahari untuk masuk ke dalam kamar hotelnya, Menyingkapnya sampai terbuka lebar dan menikmati hangatnya cahaya mentari pagi dengan kedua tangan membuka dan mata tertutup.

__ADS_1


Hingga Aditya pun merasa sedikit terganggu dengan cahaya yang menyilaukan matanya yang tiba tiba menyeruak masuk dan membuatnya harus menyipit nyipitkan matanya dan menguceknya. Ia sedikit melonjak dari atas ranjangnya, Mendekap erat tubuh sang istri di pelukanya, Menghujani tengkuknya dengan ciuman panasnya, Hingga membuat keduanya terjatuh di atas pembaringan lagi. Keduanya saling menatap berpandangan satu sama lain, Menikmati tiap tiap inci yang terlihat disana.


Sampai ifa sedikit meronta dan protes karena tirai pada kaca full besar kamar hotelnya itu tersingkap sempurna, Ia khawatir akan di lihat orang dari luar sana. Meski ia berada di gedung yang tertinggi...namun di jajaran gedung tersebut berjajar banyak gedung gedung yang menjulang sama, Dan hampir semua gedung menggunakan disain kamar hotel yang sama pula,


Hingga membuatnya akan bangun dari pelukan tangan suaminya.


"Ada apa sayang? mau kemana sih? disini aja..." Ucap Aditya yang masih kukuh dengan pelukanya.


"Bby...tutup dulu gordenya ya...aku takut di lihat orang dari gedung sebelah bby...tuh...kebuka lebar..." Ucap jujur ifa yang membuat Aditya tersenyum lebar,


"Jangan takut sayang...mereka pasti sibuk dengan urusanya sendiri...nggak akan lihat kemari kok..." Ucap Aditya yang langsung melancarkan aksinya, Hingga membuat ifa terdiam dan tak mampu berkata kata lagi di dalam pelukan suaminya. Hingga membuat pagi yang selalu indah untuk pasangan pengantin baru tersebut.

__ADS_1


Tanpa ada sesuatu apapun yang bisa menghalangi keduanya untuk menikmati hari, Dan selalu berbagi kebahagiaan bersama di setiap suasana.


__ADS_2