Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
di sela sibukku ada kamu


__ADS_3

terasa hening sepanjang perjalanan,


rendi pun membiarkan istrinya tenang,


mobil melaju memasuki pekarangan rumah mewah,


ia itu rumah rendi.


sesampainya di halaman depan,


rendi bergegas turun dari mobilnya,


membukakan pintu mobil istrinya,


rendi mengulurkan tangannya menawarkan untuk istrinya,


anin pun menyambut tawaran suaminya,


di peluknya lengan suaminya sambil berjalan memasuki rumah.


dari awal masuk rumah,anin mencium bau yang ia kenal...


"ikan cuwe,"


pikir anin, lalu berlari kecil menuju meja makan,


yang di susul rendi,


rendi khawatir dengan tingkah istrinya itu.


sedangkan anin terlalu girang mencium bau masakan yang ingin dia makan.


"bi ambilkan petai,"


kata anin sambil mengambil piring makannya.


"syukurlah...masih ada sisa petai untuk sambel goreng ati tuan kemarin..."


gumam bi ana dan bi ani.


lalu bergegas mengambil.


"nyonya...biar bibi bakar dulu,"


sahut bi ana.


"tidak perlu bi...,enak mentah aja bi..."ucap anin,


lalu anin memakan dengan lahap masakan di depannya.


rendi yang sedari tadi berdiri di seberang meja anin makan hanya melongo menatap istrinya yang sedang makan.

__ADS_1


lalu tersenyum dengan tampannya.


bi ani dan bi ana yang melihat tuannya tersenyum pun saling menatap satu sama lain lalu tersenyum.


"kak rend...nggak ikut makan? enak lhoo..."


kata anin dengan mulut penuh mengunnyah.


rendi yang melihat tingkah istrinya jadi gemas...


"aku biar makan masakan bibi yang lain aja...kasihan sayang...uda di masakin nggak di makan,"


ucap rendi.


lalu rendi pun makan bersama istrinya.


"sayang mana??katanya tadi nawari...kok habis sih?"


tanya rendi menggoda istrinya.


lalu anin mendekat pada rendi,menyuapinya dengan sendoknya,


rendi pun dengan senang membuka mulutnya lalu mengunnyahnya,


matanya terbelalak merasakannya,


"ini benar benar enak...."


rendi celingukan melihat di atas meja makan lalu ke piring istrinya yang sudah habis.


"bi....aku mau di buatkan ikan cuwe juga bi.."


teriak rendi yang langsung di hampiri ke dua bibi.


bi ani dan bi ana saling menyenggolkan bahu,


lalu bi ana pun bicara,


"anu tuan...ikan cuwe nya sudah habis..."ucap bi ana,


"kok bisa habis?kenapa nggak kalian lebihi sih belinya?"


sungut rendi,karena yang ia minta tidak ada.


gantilah bi ani yang bercerita...


"tuan...itu saja tadi dapatnya dari pembantu rumah tetangga...stok buat besok pagi...saya ganti.."


lalu rendi manggut-manggut mengerti,


"memang keinginan istrinya itu susah di cari...syukur-syukur ketemu...atau syukur-syukur ada di alam ini."

__ADS_1


pikir dalam hati rendi.


anin yang sedari tadi hanya mengamati percakapan suami dan ke dua bibi.


lalu anin bergegas mengambil setoples besar kripik kentang,membawanya menuju sofa depan tv di ruang keluarga.


ia suka duduk lesehan...dari pada duduk empuk di atas sofa.


"namun ada yang kurang..."pikir anin


"kak rend...cepet sini deh..."kata anin dengan sedikit teriak,


rendi yang masih makan pun langsung menghentikan makannya,menyudahinya,lalu...menghampiri istrinya dengan se cangkir kopi hitam kesukaannya.


walau dia suka kopi hitam pahit ..tapi dia tidak pernah merokok.


itu yang membuat anin bahagia.


karena anin tidak suka mencium bau rokok.


rasanya seperti tercekik saat menghirup asapnya,


"sini sayang..."kata anin manja pada suaminya lalu


menepuk-nepuk sofa di atasnya,


isyarat suaminya harus duduk di sana.


rendi pun menuruti kata istrinya dan segera duduk di tempat yang di tunjukkan istrinya.


lalu anin menyandarkan kepalanya di paha dekat lutut sang suami,sambil menikmati kripik kentangnya.


rendi memanggil bi ani dengan isyarat tangannya,


bi ani yang mengerti pun langsung menghampiri tuannya.


"tolong ambilkan laptop di meja kerjaku ya bi..."


kata rendi sambil mengelus elus rambut istrinya.


bi ani pun langsung menuju ruang kerja tuannya,


mengambil yang tuannya minta,lalu bergegas turun,


dan menyerahkan nya pada rendi.


"terimakasih bi..."ucap rendi dengan menerima laptopnya.


lalu rendi membuka laptop nya tersebut.


ia mengamatinya memainkan jemari tangan kirinya di atas kybord laptop dan jemari tangan kanannya mengelus kepala sang istri.

__ADS_1


keduanya saling melengkapi dimanapun dan kapanpun aktivitasnya.


__ADS_2