
siang itu terasa begitu panas...kakek sedang istirahat siangnya,dan anin menunggu suaminya untuk pulang,namun tidak kunjung pulang juga,
ia dengan malas memainkan ponselnya di dalam kamar,di atas ranjang sambil tiduran.
tiba-tiba saja ponselnya berbunyi...ternyata suaminya yang sedang menelephonnya,
seketika hatinya begitu bahagia...karena mendapat kabar suaminya.
"sayang kamu sudah makan?"tanya rendi seketika.
"kamu ini tiap telephone kenapa hanya menanyakan makan terus sih kak...aku kangen...kok lama ya pulangnya?"
tanya anin pada suaminya.
lalu di sambut tawa suaminya.
"ini ni...habis penat seharian dengar candaanmu jadi seger lagi ni sayang..."ucap rendi.
"yang bilang aku bercanda ya siapa sih kak...aku beneran tahu kak..."kata anin.
"iya-iya aku tahu sayang...aku lebih kangen dari pada kamu tahu nggak sih sayangku..."ucap balas rendi yang membuat anin tersipu malu.
"cepet makan ya...nanti aku pulang telat...aku pulangnya agak malam...dan kamu jangan nunggui aku pulang...istirahat dulu oke?"ucap rendi pada istrinya.
"iya sayang...tidak apa-apa asalkan kamu jaga kesehatan ya sayang...dan jangan macam-macam...aku masih kuat lo untuk ngasih kamu kak rend...mata-mataku ada di mana-mana lo..."canda anin yang langsung membuat rendi tertawa.
"sayang...sayang...kamu ini ya...aku jadi pingin gigit bibirmu yang lagi ngoceh itu deh...ngangenin...aku anggurin aja beberapa hari ini."ucap rendi dengan begitu lesunya.
"sayang...sudah dulu ya...kamu lanjut gih...aku tutup telephonnya,"ucap rendi dan langsung menutup telephone nya.
lalu anin pun bergegas keluar dari kamar nya dan menuju meja makan,ternyata disana kakek sudah menunggunya,
lalu keduanya pun makan bersama-sama.
"kek...nanti anin ajak temen kesini boleh tidak kek?anin bosan kek..."ucap anin pada kakeknya.
"tentu boleh nak...kapan saja boleh kok...tidak usah minta izin kakek segala,"ucap kakek.
"tapi kan anin takut mengganggu kakek..."ucap anin ganti.
"tidak apa-apa nak...biasa saja lah...bumil memang butuh teman bukan..."ucap kakek lagi.
__ADS_1
"terimakasih kakek..."ucap anin seketika dan keduanya pun melanjutkan makannya sampai habis.
anin bergegas menuju kamar nya,ia mencoba menelephone sahabatnya neta.
beberapa kali panggilan anin di abaikannya,
"kemana sih neta ini...huh menyebalkan sekali..."ucap anin karena panggilannya di abaikan neta sahabatnya.
dua jam kemudian...anin mencoba menghubungi neta lagi,tapi di abaikan lagi,anin menjadi tidak karuan...ia sedih sekarang...ia merindukan suaminya,hingga ia tetisak meneteskan air mata.
lalu ia putuskan menelephone suaminya,
dan tidak di angkat pula telephone nya...sudah empat panggilannya di abaikan juga.
ia mencoba lagi lagi dan lagi untuk menelephone sahabat dan juga suaminya,namun tiba-tiba keduanya kompak tidak mau mengangkat telephone nya.
ia pun menjadi sedih dan tidak tahu kenapa keduanya bisa bersama-sama tidak seperti biasanya.
hingga anin ketiduran di atas ranjangnya...tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore,
namun anin masih malas untuk bangun...ia pun lalu berusaha bangkit dan menuju ke jendela luar,anin masih tidak percaya...di luar begitu lebat nya hujan.
matanya terus menatap layar ponsel tersebut hingga akhirnya ia putuskan untuk keluar dari kamar,di luar kamar...ia lupa bahwa sore ini kakeknya baru saja ke luar kota,dan dirumah hanya ada bi ani dan bi ana serta mang ujang saja.
anin melihat seisi rumah dari sudut sampai sudut.namun juga tidak ada orang.
"kemana ya ini semua orang?aku benar-benar bosan...sungguh..."ucap anin dalam hati,
lalu ia pun memutuskan untuk pergi masuk ke dalam kamarnya lagi dan memainkan musik di perut nya untuk di dengar anak dalam kandungannya.
sore menjelang malam itu terasa sedikit dingin...karena hujan yang tak kunjung berhenti.
hingga anin ketiduran lagi...entah sampai kapan ia seperti itu,hingga ia terbangun...namu semua gelap...
"apa ini sedang mati lampu?"tanya anin dalam hatinya,
"tapi aneh...biasanya mang ujang selalu cepat menyalakan genset listrik seketika setelah lampu mati...tapi ini kenapa gelap sekali...?"ucap anin dalam hati,
lalu ia pun mencoba meraih ponsel yang ada di sampingnya...lalu menyalakan nya,ternyata sudah jam delapan malam...
"kenapa tidak ada yang membangunkanku sih??apa aku saking ngebonya tidur...makanya saat bibi mengetok pintu aku tidak bisa mendengarnya?"ucap anin dalam hatinya.
__ADS_1
"apa aku akan keluar kamar saja ya kalau begitu?"katanya lagi.
lalu ia pun menyalakan lampu senter dari ponselnya,ia beranjak turun dari tempat tidur nya dan kemudian keluar kamar,
betapa terkejutnya ia saat di lihatinya delapan orang berdiri agak jauh dari kamarnya,di tengah orang tersebut memegangi sebuat kue berbentuk hati dan dengan satu lilin di tengahnya.dan seketika anin tahu sosok siapa itu.
itu adalah suaminya...kemudian anin mendekat dan menghampirinya,dengan tangan yang berada di kedua pinggangnya,
"happy anniversary yang pertama sayang..."ucap rendi saat istrinya sudah berada tepat di hadapannya dan rendi pun meminta anin untuk meniup lilin di atas kue nya.
dan anin pun menuruti suaminya itu,
dan kemudian lampu pun nyala kembali setelah lilin mati tertiup...disana terlihat suaminya,neta beserta suaminya,kakek dan bi ana bi ani serta pak totok dan mang ujang.
seketika anin menangis dengan sangat kencangnya dan rendi dengan sigap memeluk ya,
"maaf sayang...aku membuatmu khawatir ya sayang...?"
ucap rendi dengan pelukan hangat nya dan sapuan jemari nya di pipi istrinya yang deras air mata mengalir di sana.
"kalian jahat semua...aku sedih seharian...kalian begitu tega...kalian mengejutkanku...aku benar-benar tidak mampu lagi memikirkan hal lain kecuali kamu kak..."
ucap anin.
"kan namanya juga kejutan sayang...ya agar kamu terkejut lah..."ucap rendi dengan segera.
"lalu neta?"tanya anin yang menatap menyelidik ke arah sahabatnya itu.
"aku di minta pak rendi nin...untuk mengabaikan panggilanmu..maafkan aku ya..."ucap neta.
"lalu kakek?katanya ke luar kota?"tanya anin.
"itu semua akal-akalan rendi nak...kakek hanya berkunjung ke perusahaan saja sore ini,"ucap jujur kakek.
"lalu kak rendi kenapa mengabaikanku sampai segitunya?"
tanya anin pada suaminya.
"itu ya....karena akan ada kejadian seperti ini sayang makanya aku sengaja tidak mengangkat telephone mu...dan maafkan aku ya sekali lagi...karena aku sayang kamu...dan selamat hari pernikahan kita sayang...yang ke satu tahun.maafkan aku yang selalu membuatmu sedih dan khawatir sayang...jangan lelah mendampingiku selalu..."
bisik rendi di telinga anin yang membuat tangisnya makin menjadi.
__ADS_1