Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Mendadak horor


__ADS_3

Beberapa saat terlihat Nindi keluar dari dalam kamar mandi, terlihat begitu segar dan sangat rileks, aroma lemon segar menguar seketika, kini ia tengah menatap ke arah sekeliling, mampak sang suami tengah duduk di sofa dengan ponsel di tanganya, terlihat cengar cengir sambil menatap layar ponselnya, membuat Nindi menyipitkan matanya, terkesan memicing, ia benar benar ingin tahu apa yang tengah di lihat sang suami, sampai terkikik dalan kesendirianya.


"Sayang...lagi lihat apa sih? kok senyum senyum sendiri? lagi balas chat nya siapa?" Tanya Nindi dengan penasaranya, saat itu ia tengah di liputi sedikit cemburu, cemburu karena ada yang bisa membuat sang suami tersenyum.


"Akh...nggak apa apa sayang...cuma cewek yang sering aku jahilin, polos banget dia, makanya aku jadi senyum saat mengenangnya!" Ucap Arga dengan jujurnya, namun malah membuat Nindi mendelik tak percaya pada apa yang di dengarnya, dan apa yang barusan suaminya ucapkan.


"Apaan sih ga!" Dengus kesal Nindi, dan kini nada manisnya yang tadi, seakan hilang sirna entah kemana, namun Arga malah bahagia, sang istri kembali lagi seperti semula, dan yang paling Arga tahu...saat Nindi tengah kesal...biasanya porsi makanya pun bertambah, itu yang membuat Arga, suka membuatnya kesal sebentar.


"Udah udah...ayo makan dulu sayang...nanti makananya keburu dingin kayak baru keluar dari dalam lemari pendingin, karena kelamaan di dalam ruangan ber Ac." Ucap Arga sembari beranjak dari sofa dan menghampiri sang istri untuk menggiringnya agar segera duduk di sofa sampingnya tepat.


Keduanya asyik menikmati hidangan makan malam, dan benar saja, apa yang Arga teliti selama itu, Nindi menghabiskan banyak makanan karena rasa kesalnya, sampai senyuman itu pun mengembang dari bibir Arga, ia merasa lega, karena porsi dua kali makan itu, tengah di habiskan sang istri sekaligus, perkiraan Arga tepat sekali, tadi ia memesan lebih dari dua porsi makanan.

__ADS_1


Hingga keduanya kekenyangan, nampak Arga beranjak dari sofa, dan segera mengeluarkan meja dorong yang berisi piring kotor dan sisa sisa makanan itu keluar dari dalam kamarnya.


"Akh...kenyangnya...!" Ucap Nindi yang terlihat tengah mengelus perutnya yang meskipun di beri dua porsi makanan, namun tetap terlihat kencang kencang saja,


bahkan bisa di bilang sangat rata.


"Hemmmz...ga...ayo kasih lihat ke aku, siapa gadis bodoh yang bisa kamu jahilin terus itu?" Ucap Nindi yang ternyata sedari tadi tidak melupakan apa kata sang suami.


"Itu bibir sengaja di majuin gitu apa gimana sih sayang? minta aku cium?" Ucap Arga yang membuat Nindi menekuk bibirnya ke dalam seketika, lalu Arga pun ikut duduk pula ke samping sang istri, mengeluarkan ponselnya dan memberikanya pada sang istri, ia sengaja menyalakanya dan terlihat seketika walpaper di layar utamanya, ternyata adalah foto dirinya dalam balutan gaun pernikahan pada pesta yang pertama, dan bersanding dengan sang suami di sisinya dalam pakaian jas yang serasi denganya.


"Tuk," Arga mengetuk kening sang istri dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Ini otakmu...pasti udah mikir yang enggak enggak kan? logikanya...mana ada gadis lain yang bisa buat kekonyolan seperti kamu sayang? dan lagi...cuma kamu juga yang selalu mempan aku jahili." Ucap Arga sembari meraup tubuh sang istri kedalam pelukanya, dan memeluknya dengan gemas disana.


"Hemmmz...wangi kamu lemon segar sayang...aku suka..." Ucap Arga lagi yang sedari tadi belum di balas seucap kata pun oleh Nindi.


"Oke...aku maafin kali ini kamu sukses ngerjain aku ga...itung itung...karena kamu belum bisa mendapatkan apa yang kamu mau, jadi...lihat saja ntar kalau aku udah nggak tanggal merah...aku balas balik sayang...!" Ucap Nindi yang menekankan kata katanya di akhiranya saja, membuat Arga sedikit mendelik dengan ludah terteguknya, karena baginya ancaman dari sang istri sudah melebihi petir yang menyambar di siang bolong, tidak bisa di prediksi lagi.


"Akh oke baiklah sayang...mari istirahat, kamu capek kan? lelah?" Ajak Arga yang lalu beranjak pergi meninggalkan sang istri yang masih duduk di sofa, Arga segera menarik selimutnya dan masuk kedalamnya.


Entah mengapa, saat tadi mendengar ucapan Nindi, perasaanya saat itu langsung mendadak horor seketika.


Hingga Nindi pun berlalu pergi menyusul sang suami yang sudah duluan naik ke atas ranjang, Nindi pun lalu berbaring di sampingnya dan ikut masuk kedalam selimut yang di kenakan sang suami, hingga keduanya malam itu berakhir terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2