Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
ciuman pertama tak terlupa


__ADS_3

"aku nggak mungkin halusi nasi kan?jelas dengan sadar aku merasakannya...dan itu sungguh sungguh jelas nyata!."ucap aditya dalam hati yang masih bertanya tanya.


"oke Dokter...apakah...aliran darah saya ke jantung ada yang tersumbat?atau...ada masalah dengan katup jantung saya?"tanya aditya pada pak dokter lebih spesifik lagi,dia masih belum percaya ucapan pak dokter itu.


"tuan...jantung anda benar benar baik baik saja...baiklah...saya akan pergi dulu tuan...jika anda merasa tidak puas dengan pemeriksaan saya...anda bisa datang dan periksa langsung ke spesialis jantung tuan..."ucap pak dokter dengan sedikit sewot nya,ia merasa sudah di remeh kan oleh aditya,karena diagnosanya di ragukan terus terusan.


"ouh ya tuan...bibir anda...apa tidak perlu penanganan lebih lanjut?"tanya pak dokter yang tanpa sengaja mengamati bibir aditya yang bagian bawah lebih memble dari yang pertama ia lihat tadi.dengan pandangan yang sedikit menyelidik.


"oh...ini tidak apa apa...aku hanya alergi saja,aku ada obat nya kok..."ucap aditya menimpali pertanyaan pak dokter yang masih terlihat menatap bibir aditya,lebih tepat nya...mengamati bibir tersebut.


"baiklah tuan...saya mohon diri..."ucap nya lagi,lalu pak dokter itu pun benar benar pergi.


dan aditya hanya diam saja tanpa mempersilakan atau membalas kata kata pak dokter tersebut.


"makasih pak dokter..."sahut ifa seketika saat dokter itu melangkah pergi keluar dari pintu ruang kamar yang ia tempati.


"gara gara kau aku jadi seperti ini!.ayo ikut aku keluar...kau bisa jalan kan?mau aku sereeet?"ucap aditya dengan nada ketus nya.


ifa hanya terdiam sambil mengangguk dan terlihat membenahi kerudung nya,

__ADS_1


"bos...kenapa dengan bibir anda?"tanya ifa yang memberanikan diri bertanya,karena dalam hatinya sungguh sungguh sangat tidak enak,mau tidak mau ia pun bertanya.


"ini...kau gigit...kau harus bertanggung jawab padaku ifa."ucap jujur aditya sambil membenahi pakaiannya.


"hiiikssss.....hiiiikkks....teees...teees..."


terdengar isakan ifa seketika dengan kucuran deras air mata yang menetes melewati pipi mulusnya dan terjatuh membasahi kerudung di dadanya yang ia kenakan.


"hey....hey....kau kenapa malah nangis?aku yang harus nya nangis...gigitanmu ini menyakitkan."ucap aditya yang makin membuat ifa menangis se jadi jadinya.


aditya pun menatap ke arah ifa tanpa sadar,


"brengsek..."umpat nya dalam hati.


aditya kemudian duduk di meja depan sofa yang ifa duduki,aditya duduk di sana menghadap ke arah ifa.


"kau...apa yang membuatmu menangis?jawaaaaabb!?"tanya aditya dengan sedikit bentakan di sana,membuat ifa sedikit terkejut di buat nya.


"kau masih tidak mau jawab?akan aku ulangi kejadian tadi,sebelum kau pingsan...kau mau?"

__ADS_1


ucap aditya dengan nada seriusnya,


dan ifa pun langsung menggeleng gelengkan kepalanya.


"makanya jawab kalau kau tidak mau pingsan untuk yang ke dua kali."ucap aditya lagi.dengan tatapan tajam menatap ke arah ifa.


"anu....anu bos...itu...i....itu..."ucap ifa yang terbata bata saking takut bercampur gemetaran lemas kelaparan.


"ona anu ita itu...ngomong yang bener...apa kelaparan sampai membuatmu gagap dan bodoh?"ucap aditya lagi saking gemas nya.


"itu...adalah ciuman pertamaku bos...yang memang aku simpan dan akan aku persembahkan untuk sumiku kelak bos...kini sudah hilang."ucap ifa begitu saja dengan isakan isakan yang masih terus ia rasakan tidak mau berhenti meski ia ingin menghentikannya.


"gadis bodoh...tahu begini aku biarin kau mati saja."dengus aditya dengan kesalnya sambil beranjak berdiri dari depan ifa.


"dia pikir dia yang paling di rugikan...itu juga ciuman pertamaku bego...malah hasilnya bibir jadi jontor begini.benar kata arga...ciuman pertama susah di lupakan.brengsek jelas aku tidak bisa lupakan kalau kejadiannya se ekstrim ini."


gerutunya sambil berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil air dingin dari sana,ia lupa akan bibir nya dan langsung meneguknya.


"duuuuaaar...."seperti tersambar petir di iringi teriakan aditya karena bibir nya sangat kesakitan menyentuh air dingin yang masuk ke dalam mulutnya.terlihat tetesan air mata keluar dari pucuk pucuk matanya.

__ADS_1


"ini terlalu sakit sungguh."dengus kesal bercampur dongkol di hati aditya.


__ADS_2