Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Kebahagiaan dua pasangan


__ADS_3

Malam baru mulai, Dan bulan masih belum benar benar menunjukkan sinarnya, Terlihat tiga orang lelaki tengah duduk di meja makan dengan rasa canggungnya.


"Ga...bisakah kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ini? kenapa Sanjaya dan Wibawa bisa menjadi keluarga?"


Tanya Rendi yang mulai mengawali percakapanya.


Dimana terlebih dahulu Arga sudah memberi peringatan Aditya lewat isyarat matanya, Memang Aditya bukan tipe yang bisa ramah pada setiap orang, Apa lagi orang yang baru ia temui, Meskipun orang tersebut berkuasa atau statusnya di atas dirinya.


"Baiklah om...sebenarnya...akh...aku bingung mau bicara dari mana...semua begitu tiba tiba dan terjadi sampai saat ini pun Arga juga masih tidak bisa percaya." Ucap Arga dengan kedua tangan yang mengepal satu sama lain di atas meja makan.


"Sebenarnya...kami di asuh oleh satu ayah angkat yang sama om...dan setelah ayah tiada...kami memutuskan pisah om...saya kembali menggunakan nama keluarga saya...dan Aditya pun sama...maaf...bila sebelumnya saya bilang saya tidak kenal oleh Aditya...bukan karena apa apa...kami sepakat melindungi satu sama lain...saya harap om rendi mengerti..." Ucap Arga dengan perasaan yang sudah hampir meledak...bahkan yang ikut melihat dan mendengarkan Arga bicara pun ikut merasakan perasaan yang sama denganya. Ketiga wanita di dapur lah yang begitu sangat cemas mendengarkanya. Apa lagi Nindi yang benar benar belum tahu sebelumnya, Yang ia tahu hanya Aditya dan Arga telah berteman baik. Tidak tahu jika hubungan keduanya sampai sejauh yang tidak ia bayangkan.

__ADS_1


Dengan tatapan membunuh Arga menatap ke arah kakanya. Isyarat Aditya harus bicara meski sepatah kata saja.


"Benar pak Rendi...apa yang adik saya katakan...kami memang bersaudara...meski hanya saudara tiri...namun kami lebih dari saudara kandung." Ucap Aditya yang meyakinkan Rendi.


"Lalu...siapa Ayah angkat kalian itu?" Tanya Rendi yang makin penasaran. Dimana Arga langsung saja membelalakan matanya dengan sangat lebar. Namun Arga ingin jujur dengan semua kehidupanya pada Papa kekasihnya tersebut. Tapi Arga masih ragu...dimana ia pun pasti akan membuka siapa Aditya pula jika memberitahu Rendi siapa Ayah angkat keduanya.


Arga tidak yakin bahwa Aditya akan menerima pernyataanya. Dengan mata melirik ke arah kakaknya tersebut Arga mencoba mencari tahu apakah Aditya keberatan disana. Namun Arga begitu lega saat Aditya mengangguk pelan di seberang mejanya. Sedangkan Rendi berada di ujung meja makan.


"Baiklah baiklah...om sudah tahu...sekarang mari kita lanjutkan makan malam ini..." Ucap Rendi sambil mengajak Anak istrinya serta para tamunya untuk menikmati makan malam bersama. Lalu ketiga wanita yang sudah di serang rasa tegang di dapur itu pun mendekat ikut ke meja makan, Semua berkumpul menjadi satu di sana.


"Om...sebelumnya saya mohon maaf...sebenarnya...niat saya kemari bukan hanya sekedar memperkenalkan saudara saya...tapi saya ingin meminta puteri om menjadi isteri saya om..." Ucap Arga sebelum semuanya memulai makan malamnya. Dimana disana semua mata sejurus searah menatap ke arah Arga yang tengah serius dengan ucapanya.

__ADS_1


"Om bisa apa ga kalau kau bilang begitu? Om dan tante hanya bisa memberi restu jika yang bersangkutan sudah bersedia. Harusnya kau bertanya terlebih dahulu pada Nindi Arga...bukan pada om dulu!" Ucap Rendi yang memang benar adanya.


"Saya sudah tahu jawaban Nindi dan perasaanya pada saya...saya hanya ingin memastikan bahwa om dan tante merestui keinginan kami ini..."Ucap Arga dengan mata yang melirik ke arah Nindi, Dimana ia begitu malu oleh pernyataan Arga barusan. Namun Nindi pun tak bisa bohongi semuanya, Jika ia benar benar mencintai Arga dan ingin hidup denganya.


"Kamu...bagaimana dengan pernyataan Arga barusan Nindi? apa kamu setuju papa melepaskanmu untuk dia?" Tanya Rendi pada puterinya,Dan langsung Nindi angguki pertanyaan papanya tersebut. Tanda ia menyetujui keinginan Arga padanya.


"Ma...bagaimana denganmu? apa kau juga ikut setuju dengan keinginan Arga barusan?" Tanya Rendi ganti pada isterinya.


"Kita bisa apa pah? kita punya anak gadis...dan memang seharusnya merelakanya bukan? saat sudah ada seseorang yang ia percayai menanggung hidupnya dan saat ia sudah percaya padanya pah? kita sudah membesarkanya sampai saat ini...dan memang setelah dewasa ia akan jadi milik suaminya kelak...itu sudah pasti pah...mama setuju jika Nindi sudah memantapkan dan menetapkan pilihan hatinya pah..." Ucap Anin dengan mata berkaca kaca, Dan Nindi pun langsung merangkul mama nya dari belakang kursinya.


"Ma...pa...ini baru lamaran...kenapa kesanya Nindi akan Arga bawa kabur dan nggak kembali sih? sudah ya...sekarang ayo mulai makan malamnya...dan sebentar lagi bukanya jagoan mama papa mau lahir tuh...mama jangan mikir yang jauh jauh..." Ucap Nindi dengan kecupan di pipi mamanya.

__ADS_1


Hingga malam itu menjadi malam yang menyenangkan dan melegakan bagi semuanya, Terlebih pasangan yang sudah akan menentukan hari pernikahanya. Dimana Aditya tidak ingin mengundang banyak orang...Aditya tidak suka keramaian...begitu pula ifa, Ia merasa mungkin akan lebih baik jika identitasnya tidak banyak orang yang tahu.


__ADS_2