
terdengar suara orang melangkah sambil terbatuk2,
"kak rend...lepaaas..."
sambil meronta melepaskan tangan suaminya.
"siiiiaaaalll"
gumam rendi.
"sejak kapan kau seperti candu sayang??"
bisik rendi sambil masih me mepet istrinya.
"mana kutahu...tanya saja pada tembok no..."
sahut anin sewot dengan wajah memerah dan bekas ciuman di area leher dan pundaknya.
"lhoooh pak...anda masih disini???"
tanya petugas yg akan membongkar dekorasi pesta.
rendi hanya menjawabnya dengan senyuman.
kemudian berlalu begitu saja.
"sayang...tunggu..."
nada rendi sedikit berteriak,
"apa aku melakukan kesalahan??"
tanya rendi lagi.
"masi nanya!!"
jawab anin dengan sewotnya.
"sayaaang...kok gitu si di tanya baik2 lho ya..."
ucap rendi benar2 istrinya membuatnya frustasi.
di tariknya tangan istrinya dari belakang hingga anin berbalik menatapnya.
"oke...aku minta maaf...maafkan aku sayang...."
kata rendi sambil menggenggam tangan istrinya.
"kak rendi si...se enaknya sendiri...di tempat umun juga ngelakuin itu...gimana kalau ada yg lihat??"
kata anin dengan bibir manyun nya.
"cup"
tiba2 rendi mengecup bibir anin.
__ADS_1
"aku gak akan lakuin lagi jika kamu gak suka..."
kata rendi sambil mengacak rambut istrinya.
lalu memeluk pundak istrinya dan beriringan pergi meninggalkan tempat.
rendi memapah istrinya masuk ke dalam mobil lalu dia pun turut masuk ke dalam mobilnya.
mobil melaju menembus padatnya jalan menuju rumah rendi.
anin sesekali melirik suaminya,
suaminya bisa berubah2 gini sifatnya.
ia masih ingat galaknya dan menakutkannya suaminya seperti malaikat maut,
dan gimana menggeemaskannya ia saat sedang manyun.
serta lucunya dia saat sedang merayu ku.
ia bisa terlihat berbeda di tempat dimana ia seharusnya.
bener2 luwar biasa.
"sayaaang...jangan menggodaku seperti itu jika tak mau aku khilaf di tempat umum."
seketika anin membuang pandangannya,keluar jendela,
dan tersipu malu.
"aaah suamiku kenapa jadi menggemaskan si..."
di persimpangan lampu merah,mobil pun terhenti.
rendi memiringkan wajahnya menatap istrinya.
"kamu cantiiik sayang..."
ucapnya.
"kalo suamiku kaya gini bisa2 aku yg khilaf disini.
gumam anin.
suaminya pun dengan senyum tampannya,
mengambil jemari anin lalu memgecupnya.
lalu memajukan mobilnya kembali saat lampu sudah hijau,
sampailah mereka di rumah,
rendi membukakan pintu mobil untuk istrinya,lalu beriringan masuk kedalam rumahnya.
"bi...kakek dimana ?"
__ADS_1
tanya rendi pada bi ani.
"tuan sepuh sedang istirahat tuan...."
sahut bi ani.
lalu rendi memapah istrinya masuk kekamar,
"sayang kamu mandi dulu gi",
ucap rendi pada istrinya.
"kok aku dulu kak?"
tanya anin pada suaminya.
"kok malah nanya si yaaank...mau aku mandiin ya??"
lalu seketika anin berlari masuk kamar mandinya.
15menit kemudian,
anin membuka kamar mandinya
ia menatap suaminya tengah tertidur pulas dengan pakaian dan sepatu yg masih melekat.
"kamu pasti capek kak...seharian menyiapkan kejutan ini untukku...trimakasi kak..."
sejenak ia menatap suaminya.
lalu pelan2 mendatangi suaminya,
dilepasnya sepatu yg di kenakan nya
lalu pelan2 ia melepas jas yg di kenakan rendi.
rendi mengerjap2kan matanya tatkala rambut basah anin menusuk2 mata rendi.
tiba2 rendi membuka matanya dan mendapati wajah istrinya tepat di atas wajahnya,
sesaat tatapan mereka bertemu,
tiba2 rendi menarik tubuh anin hingga menubruknya.
"kak aku lagi hamil...kamu lupa ya???"
tanya anin pada suaminya.
seketika mata rendi terbelalak,
"ouh maaf sayang...aku benar2 mengantuk tadi hingga tanpa sadar,
lalu di peluknya tubuh istrinya dari belakang.
"mari kita tidur...kamu pasti capek..."
__ADS_1
sambil mengecup rambut istrinya,
mereka pun terlelap.