Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
wajah yang membuat iba


__ADS_3

Arga melempar jas nya ke atas sofa,jas yang dari tadi ia jinjing di tangannya,


melonggarkan dasinya lalu melepasnya dan melemparkannya sembarangan.


kemudian ia melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur sambil memaksa melepas sepatu yang ia kenakan,ia belum menyalakan lampu kamarnya,ia masih berguling dengan bodohnya,perasaan yang kini ia rasakan kacau...bisa bisanya hal sepele saja membuat nindi ngambek.


"aaaakh...brengsek!"dengusnya sambil mengacak acak rambutnya dengan tengkurap di atas tempat tidur.


"eheeem!"tiba tiba deheman menggema di ruang kamar nya.


"astaga..."ucap Arga sedikit teriak dengan nada terkejutnya,karena ada suara lain yang ia dengar di dalam kamarnya.


sontak ia pun menyalakan lampu utama kamarnya,dengan mata terbelalak mendapati sosok yang tengah duduk dengan melipat kaki di sofa sebelah jas yang tadi ia taroh asal asalan.


"kakak!!kok bisa disini sih?apa aku salah masuk apartemen?"tanya Arga sambil bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan perlahan mendekat ke arah kakaknya berada.


"ini kamar kamu ga...apartemen kamu...aku kesini mau ikutan nginep sini ya..."ucap Aditya sambil bangkit dan menuju ke tempat tidur Arga,meski Arga belum menyetujuinya.


"kok bisa sih kak?kakak masuk darimana?


trus kenapa kakak jadi nginap sini coba?kenpa?...kenapa dengan apartrmen kakak?"


tanya Arga yang bertubi tubi ingin tahu jawaban Aditya.

__ADS_1


"di apartemen ku ada ifa ga...aku nggak tega ninggalin dia sendirian di kampung sepi kayak kuburan itu...jadi aku bawa aja kemari ga...makanya aku nginep sini malam ini,dan untuk kode kamar kamu...masak lupa sih...kan kemarin kamu kasih tahu aku..."


ucap Aditya sambil berlalu dan tidur di atas tempat tidur milik Arga.


"ya...ya...kakak tidur sini nggak apa apa...tapi jangan di sini juga dong...di kamar satunya lagi noh kak..."ucap Arga sambil nunjukin kamar di sebelah kamar tidurnya.


"sini ga...aku mau cerita dulu sama kamu..."


ucap Aditya sambil mengisyaratkan kalau Arga harus mendekat ke arahnya.


Arga pun langsung mendekat menuruti tingkah sang kakak,lalu ia pun duduk di samping Aditya.


"ga...kamu masih ingat nggak rasanya jatuh cinta?kayak apa sih ga?"tanya Aditya dengan antusiasnya.


kakak akan merasa sangat lega saat kakak bisa bertemu satu sama lain."


ucap Arga kemudian ikut tiduran di samping kakak nya,sedangkan aditya...ia hanya mengenang saat saat jantungnya seperti akan meloncat,serta semua yang ia lakukan tidak ada yang luput dari bayangan ifa disana.


"masak iya aku jatuh cinta?aaakh nggak mungkin...!!!"ucap Aditya lagi lagi dan lagi hingga tanpa sadar Arga tertidur di sampingnya.


"nih orang...tiba tiba tidur nggak cuci muka dulu apa kek."ucap Aditya sambil menatap ke arah Arga yang tertidur pulas di sampingnya.


ia mengenang saat saat dimana aditya dan arga tidur bersama seoerti ini,saat mereka remaja dan satu ayah angkat,meski kehidupannya disana keras...namun keduanya saling melindungi satu sama lain.

__ADS_1


"baiklah...aku pindah ke kamar samping Arga...dasar ni orang..."gerutu aditya sambil turun dari ranjang dan meninggalkan Arga yang sudah tertidur,tidak lupa sebelum benar benar pergi...aditya menyelimuti tubuh Arga yang sudah terlelap.


Hingga pagi menjelang,saat Arga terbangun dari tidurnya,ia sudah tidak dapati kakaknya berada,rupanya kakaknya sudah meninggalkan apartemen nya,Arga pun ikut bersiap pula untuk pergi ke kantor pagi itu.


"andai aja tu kerjaan bisa aku serahin bawahan...maunya hari ini tidur sampai sore ajah...apa lagi udah ada rencana nanti sore jemput nindi buat belanja pakaian lagi...aaakh...canggung."dengus kesal Arga lagi lagi dan lagi.


di tempat aditya.


"astaga...!!"teriak ifa dengan melengkingnya saat tanpa sengaja ia hampir menubruk tubuh aditya yang telanjang dada baru keluar dari dalam kamar mandi,dimana polosnya ifa dengan hal hal yang seperti itu.


"apaan sih...kamu pagi pagi teriak teriak aja..."


dengus kesal Aditya di sela sela menggosok gosok rambut basahnya yang baru keluar dari dalam kamar mandi.


"maaf pak...saya nggak sengaja..."ucap ifa sambil menunduk menatap ke arah lantai tanpa menatap ke arah orang yang di ajaknya bicara.


"hei hei hei...kamu tuh di ajak bicara malah ngadep nya ke arah lain nggak mandang aku hah...!"teriak kesal aditya karena merasa di acuhkan oleh ifa.


seketika ifa pun mengangkat wajahnya dan menatap ke arah aditya,dimana disana aditya malah merasa tertekan saat tepat di hadapannya ifa menatap wajahnya,ia terlihat celingukan dan membuang muka seketika menatap ke arah lain,perasaannya tidak menentu dan jantungnya berdegup kencang seakan mau copot di buatnya.


"ka...kamu mau mandi bukan?sana...cepat mandi...aku udah nyuruh orang buat beliin baju kamu untuk ganti...nggak usah pulang ke rumah kamu...kelamaan tahu!"dengus kesal aditya karena ulahnya sendiri,suaranya hampir putus terbata bata.


"iya pak...terimkasih..."ucap singkat yang keluar dari mulut ifa dan ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"aakh...gadis itu...apa yang salah dengannya ya?kenapa setiap kali aku menatapnya perasaan marahku malah hilang???berganti perasaan iba...kenapa wajahnya bisa bisanya membuatku iba sih...huuuft..."dengus kesal aditya sambil berlalu pergi menuju ruang gantinya dan mulai mengganti pakaiannya.


__ADS_2