Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Dan langkah selanjutnya


__ADS_3

Terlihat Arga dan Aditya masih berbincang bincang berdua di kamar, Tanpa keduanya sadari dari arah ruang makan, Bunda tengah memperhatikan diam diam.


Terlihat Arga seperti tengah curhat dengan kakaknya.


Dan bundanya hanya bisa membiarkan kakak beradik itu dengan urusanya, Yang ternyata Arga lebih nyaman cerita dengan Aditya dari pada denganya.


"Oh ya sayang...bunda ada sesuatu buat kamu...karena bunda kemarin pas pernikahan kamu nggak bisa datang...sini..." Ucap bunda sembari mengajak menantunya ke dalam kamar yang ia tempati, Kamar di samping kamar Arga.


Bunda segera mengeluarkan sebuah kotak perhiasan yang begitu besar, Berbentuk kotak berwarna biru pada menantunya itu, Lalu bunda pun memberikan kotak tersebut pada ifa.


"Sayang...ini untuk kamu...bunda harap kamu tidak akan menolaknya...bunda kira...besok kalian baru pulang bulan madunya...jadi bunda belum sempat berkunjung ke apartemen kalian..." Ucap jujur bunda dengan tangan yang memberika kotak perhiasan itu pada menantunya.


Dan dengan perlahan serta hati hatinya, Ifa menerima apa yang bunda berikan padanya.


Betapa terkagetnya ia saat menatap di dalam kotak perhiasan yang baru ia bukanya, Sebuah kalung yang


sangat cantik, Lengakap dengan gelang, Anting, Dan juga cincin disana.


"Bund...ifa tidak menginginkan ini...ifa sudah sangat bahagia saat bunda merestui pernikahan kami...karena bunda adalah satu satunya orang tua bagi kami...ifa mohon...bunda jangan seperti ini..." Ucap ifa sembari mengulurkan kotak perhiasan di tanganya pada bundanya.


"Sayang...kau bilang...bunda adalah satu satunya orang tua kalian...jadi kalau bunda merasa sedih...bukankah kalian akan sedih juga? makanya...di terima ya...pemberian bunda...udah bunda nggak mau ada penolakan dari menantu bunda...dan nanti...ikut serta kami ya ke rumah calon besan bunda." Ucap Bunda yang lalu di angguki oleh menantunya tersebut. Dan ifa pun mengucapkan terimakasihnya pada mertuanya itu.


"Maaf sayang...bunda nggak belikan gaun pengantin untuk kamu...karena saat Aditya berkunjung...jenguk bunda...ia bilang, Bahwa kamu sendiri yang merancang gaun penghantinya...jadi bunda hanya bisa memberikan ini saja sebagai hadiah..." Ucap bunda dengan senyumanya, Dan Ifa pun mengangguk dengan bahagianya, Dimana ia mendapatkan mertua yang begitu baik dan pengertian, Meskipun bukan ibu kandung dari suaminya.


Hingga waktu sudah mendekati pukul enam malam, Dimana Arga sudah lebih dahulu siap dengan pakaian yang menawan di pandang bundanya.


"Sayang...masih satu jam lagi...kenapa sudah siap...waah...putera bunda cakep banget..." Ucap bunda sambil menghampiri puteranya dan berjalan memutarinya.

__ADS_1


"Bund...perjalanan kan setengah jam...terus...bunda dandan...setengah jam...kan pas tuh bunda...aku mau gedor pintu pengantin baru...kalau nggak aku cepetin...pasti mereka bakalan molor panjang..." Ucap Arga, Dimana ia mengenang kemarin saat lamaranya, Aditya sudah molor satu jam lebih.


"Bye bye bund...Arga kesana dulu ya..." Ucap Arga, Dimana Arga sudah sangat merindukan Nindi, Karena seharian ia tidak bisa menghubungi ataupun mengirim pesan padanya. Dan bundanya hanya bisa mengangguk mengiyakanya saja.


Di apartemen Aditya, Terlihat ifa sedang memakai riasan tipis di depan kaca cermin riasnya.


"Sayang...kenapa kau cantik sekali malam ini? kau tahu...otaku ingin sekali berpikir keras bagaimana aku bisa melarikan diri dari acara ini, Dan aku hanya ingin berduaan denganmu saja, Apa kau percaya?" Ucap Aditya, Yang di balas gelengan jujur ifa.


"Apa! kau tidak percaya?" Tanya Aditya lagi, Dan istrinya itu hanya mengangguk mengiyakanya saja. Hingga dengan gemas Aditya langsung mengambil dagu sang istri dan mencium bibir yang sudah di poles shoft pink tersebut dari belakang. Karena Aditya tengah memeluknya dari belakang, Mengamati sang istri berhias dari pantulan kaca cermin di depanya. Dan ifa hanya bisa membiarkanya saja, Semakin ia melawan semakin kasar ciuman suaminya, Hingga tampak Aditya dengan kemenanganya, Sedangkan ifa hanya memanyunkan bibirnya, Karena sudah beberapa kali lipstik nya hilang dan ia tambal lagi.


"Bby...mau lagi nggak? Sekalian nih aku pakai lipstiknya nanti aja...!" Ucap ifa yang menawari sang suami, Dan dengan mata berbinarnya, Aditya menciumnya lagi, Kali ini dengan begitu lembutnya. Hingga...


"Ting tong!" Suara bel pintu apartemenya berbunyi, Segera saja Aditya menyudahi aktivitasnya, Ia terpaksa menyudahi ciumanya.


"Aaaakh...pasti si Arga...siapa lagi yang suka ngerecokin kalau bukan dia." Dengus Aditya dengan geramnya.


"Aaakh...iya iya iya...nanti malam aja lagi...okay..." Ucap Aditya sambil bergegas menuju pintu dan membukanya.


Dan benar saja...Arga sudah mematung di samping pintu apartemenya dengan bersandar dinding disana, Dengan kedua tangan yang ia masukan kedalam sakunya.


"Aaakh...benar kan kamu ga...selalu aja ngrecokin orang...mau ngajak berangkat sekarang?" Tanya Aditya, Namun Arga hanya menatap ke arah kakaknya sambil matanya terlihat menyipit mengamati.


"Tu tu tu." Ucap Arga sambil jari telunjuknya ia ketuk ketukan ringan di bibirnya sendiri, Ia memberi isyarat pada Aditya bahwa ada sesuatu di ujung bibirnya.


"Apa ga? ada apa?" Tanya Aditya yang keheranan dan tidak mengerti.


"Emangnya sejak kapan kakak suka makan lipstik kakak ipar?" Tanya Arga seketika, Dan saat itu pula Aditya baru menyadari apa yang barusan Arga beritahukan. Segera saja ia mengusap usapnya hingga habis tak berbekas.

__ADS_1


"Udah sono pulang...iya ini juga udah selesai...terus kesana ntar...apa aku tunggu di parkiran?" Ucap Aditya yang mencoba meyakinkan bahwa dirinya tidak akan terlambat lagi.


"Nggak...aku tungguin pokoknya..." Ucap kukuh Arga, Ia lebih memilih mengalah menunggu dari pada rindunya ke pending lebih lama lagi. Dimana ia benar benar sangat merindukan Nindi.


"Bby...siapa? ayo..." Ucap ifa yang baru keluar dari dalam pintu apartemen, Ia mengajak sang suami segera berangkat.


"Iya sayang ayo...nih Arga udah kayak satpam apartemen nungguin disini." Ucap Aditya dengan jujurnya, Dan ketiganya pun berjalan menuju ke arah apartemen Arga, Dimana Aditya berjalan bergandengan dengan sang istri di belakangnya. Dan ketiganya tinggal menyusul bundanya, Dimana semua barang barang yang bunda akan bawa sudah masuk ke dalam mobilnya.


Hanya tinggal bunda saja yang belum keluar dari dalam apartemen.


Pas sekali, Saat ketiganya tengah sampai di depan pintu Apartemen, Bunda keluar dari dalam apartemen.


"Ayo sayang sayangnya bunda...mari kita berangkat..." Ucap bunda seketika, Dan ke empatnya langsung bergegas pergi menuju ke tempat tujuanya.


Arga menaiki mobilnya dengan bundanya dan pak supir yang menyupirinya, Sedangkan Aditya dan juga ifa, Naik di mobilnya sendiri, Tapi juga menggunakan jasa supir untuk menyetir mobilnya.


Di sepanjang perjalana, Terlihat Arga selalu menatap layar ponselnya, Ponsel yang sedari siang tadi setahu bundanya selalu berada di tangan puteranya, Tidak jauh dari pengawasan Arga. Hingga membuat bunda berpikir, Tengah terjadi sesuatu antara puteranya dan Nindi.


"Ga...Arga!" Tiba tiba ucap bunda dengan sedikit suara meningginya, Hingga membuat Arga terkejut, Karena sudah beberapa kali panggilanya tidak di gubris puteranya yang berada di sisinya.


"Iya...iya Nindi sayang!" Ucap Arga seketika dengan refleksnya. Dan membuat bengong keduanya seketika, Hening dan seperti berada dalam ruang kedap suara.


"Aaakh maaf bund...aku terlalu memikirkanya seharian bund...maaf..." Ucap Arga kemudian di balas senyum dan tepukan di punggung tangan Arga.


"Sayang...bunda tidak tahu masalah kalian, Yang pasti...kunci keharmonisan suatu hubungan itu adalah saling terbuka satu sama lain...jangan pernah menyembunyikan apapun pada pasanganmu." Ucap Bunda yang di angguki Arga.


"Tapi jika yang memintanya adalah papa Rendi bund?" Tanya Arga yang ingin tahu.

__ADS_1


"Bilang saja apa adanya pada papa Rendi, Pasti dia bisa ngerti kok sayang...toh itu untuk kebaikan puterinya juga kan pasti?." Ucap bunda yang sudah melegakan bagi Arga, Dimana ia sudah tahu langkah apa selanjutnya yang akan ia lakukan.


__ADS_2