Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Masih malam di pantai


__ADS_3

Arga dan Nindi masih setia dengan aktivitas malamnya, meninggalkan tempat pesta yang masih satu dua orang yang terlihat berada disana, keduanya masih menikmati hembusan angin laut di tepian pantai, dengan gaun pengantin cantiknya, Nindi duduk di atas pasir yang lembut menatapa ke arah pantai, sedangkan Arga yang mengenakan setelan kemeja warna silver pun ikut duduk beralaskan pasir, yang sama sama menatap ke arah tengah lautan yang terlihat tenang malam itu.


Dengan sepasang sepatu Arga yang tengah ia pegangi, sedangkan sepatu heels Nindi yang sengaja di tinggal di tempat acara.


"Ga...kakak sama kakak ipar balik dulu ya..." Ucap suara dari sebelahnya yang baru saja mendekat ke arahnya, dengan segera Arga dan Nindi menoleh dan menatap ke sumber suara.


"Loh...kakak! darimana? kenapa muncul dari sana?" Tanya Arga seketika dengan keherananya, pasalnya arah sang kakak dan kakak iparnya datang itu adalah arah kedua orang yang tengah Arga dan Nindi tatap sedang mesum di tepian pantai beberapa saat yang lalu.


"La aku emang dari sana...habis jalan jalan tadi!" Ucap Aditya, dengan tangan yang tengah menggandeng sang istri di sampingnya.


"Jadi kakak lihat juga pasangan yang baru intim banget disana tadi? kemana ya mereka pergi? aku mau lewat sama Nindi jadi sungkan sendiri...makanya kami putuskan duduk saja disini kak." Ucap jujur Arga, sambil terlihat celingukan menatap ke arah belakang kakaknya, mencari sosok dua sejoli yang tadi sempat beberapa saat Arga dan Nindi perhatikan, namun sudah tidak ada.


"Siapa sih ga? nggak ada siapa siapa selain kami...kamu ini ada ada aja sih...!" Ucap Aditya lagi, sedangkan Arga malah sibuk menatap pakaian yang kakak dan kakak iparnya kenakan, seketika Arga menoleh menatap kearah Nindi, keduanya saling menatap dengan mata yang sedikit melebar, Arga dan Nindi ternyata tengah menyadari sesuatu.

__ADS_1


Sedangkan Aditya pun sama, menoleh dan menatap sang istri dengan tak kalah terkejutnya, tatapanya tertuju satu sama lain.


"Oh kakak...apa yang Arga bilang barusan nggak usah di dengerin deh kak...oke? silahkan silahkan kalau kakak mau balik ke hotel duluan, silahkan kakak..." Ucap Nindi seketika dengan senyum yang ia paksakan, namun ketiga orang di depanya hanya samar samar saja melihatnya.


"Oh...oke oke...kami tinggal balik dulu ya...!" Ucap Aditya lagi untuk yang kedua kalinya, sembari mengapit pundak sang istri agar ikut serta pergi denganya dan meninggalkan pengantin baru yang masih ingin berduaan saja.


"Kamu juga ngerasakan sayang? tadi yang kita lihat itu berarti adalah kakak dan kakak ipar?" Tanya Arga pada sang istri yang berada di sampingnya.


"Kenapa ga? toh kita sudah sama sama tahu...mereka pasangan halal, mau mereka ngapa ngapain berdua juga sama pasangan mereka, ntah itu mesum di tempat umum atau dimanapun yang mereka mau, kayak kamu nggak pernah aja!" Ucap Nindi dengan sedikit sinisnya, matanya melirik tajam ke arah sang suami.


"Main bersih apanya! ninggalin bekas dimana mana dia bilang main bersih akh!" Dengus Nindi dalam hatinya.


" Ya...ya....ya! main bersih...percaya sayang...percaya...oke!" Ucap Nindi lagi dan masih pandangan matanya menatap ke arah tengah lautan.

__ADS_1


"Degh!" Suara detak jantung Nindi yang tengah berdetak kencang seketika.


"Astaga!" Ucap kaget Nindi seketika, saat ia menoleh dan menatap wajah sang suami yang hanya tiga centi meter saja di sampingnya.


"Kenapa? kenapa harus kaget sih sayang? ganteng gini!" Ucap Arga saat menyadari sang istri ternyata kaget saat menatapnya, Arga hanya ingin mencium pipi Nindi saat itu, namun belum kesampaian.


"Untung ganteng ya sayang? andai itu bukan kamu pasti langsung aku tabok tadi, habisnya...tengah asyik natap kedepan ke arah lautan, pas nengok ada wajah kamu sayang!" Ucap jujur Nindi, dengan kedua tangan yang meraih wajah sang suami di depanya, dan mengecup pelan bibirnya, Nindi seakan tahu apa yang akan suaminya lakukan.


"Mau balik sekarang sayang?" Tanya Arga saat ia sadari udara malam yang kian kuat berhembus menurutnya, namun Nindi hanya menggeleng, ia masih belum mengantuk dan masih betah disana.


Terpaksa Arga pun melepas jas yang ia kenakan, lalu menutupkanya pada kedua pundak sang istri, merangkulnya dan memeluknya, ia khawatir Nindi akan terkena flu jika terlalu lama di luar.


Arga begitu bersyukur pada sang pencipta, selama hidupnya ia sudah di permudah dengan segala urusanya, meski masa kecilnya yang memilukan, sepadan dengan apa yang ia dapatkan sampai saat itu.

__ADS_1


Terlebih lagi, wanita yang sangat dicintainya kini telah menjadi miliknya, dan bersedia mendampinginya.


__ADS_2