
anin terlihat duduk di tepi kolam ikan yg tidak begitu besar itu,namun rindang.
hatinya terhibur saat melihat banyaknya ikan yg tumpang tindih disana,
namum air matanya masih menetes.
ia tahu persis tempat ini sepi...namun taman ini terawat.
anin sesekali memandang pak totok yg sedang duduk di dlm jok kemudi mobil,
matanya berkaca2 lagi.
"aku tak tahu salahku...."
ucap anin dengan lelehan di pipinya.
"suamiku....kenapa kau menyiksaku??apa karena kau dengan mudah mendapatkanku?"
"apa salahku"?,
"aku merindukanmu",
kata anin di sela isakannya,
"aku pun merindukanmu",
tiba2 terdengar suara laki2 yg ia kenal...sangat kenal persisnya,
anin pun langsung menoleh le sumber suara,
anin terperanjat dari duduknya,
ia benar2 tidak percaya...yg berdiri disana adalah orang yg benar2 di nantinya...orang yg sedang di rindukan.
"ya"....dialah suamiku.
anin langsung berdiri ia bergegas sedikit berlari,namun rendi lebih cepat darinya,
rendi menghampirinya,
rendi menangkap tubuh istrinya dengan lembutnya,
rendi memegang kedua bahu istrinya,menatapnya lekat2,sejurus tatapan mereka bertemu,
__ADS_1
saling memandang,lalu sedetik kemudian rendi memeluk mendekap tubuh berisi istrinya,
di elusnya rambut isteinya,namun anin malah memukul2 ringan dada suaminya.
"kenapa kak? kenapa kau tega padaku,aku benar2 takut...apa kau tahu...aku sediiih...aku berfikir macam2...aku benar2 tak tahu...aku pikir kau sudah tidak mencintaiku lagi."
kata kata anin yg membuat elusan tangan di rambut istrinya berhenti.
rendi menunduk menatap lekat istrinya,
"kau bicara apa barusan?"
tanya rendi.
anin hanya menggeleng...ia takut....takut suaminya marah...karena sejauh ini cinta suaminya hanya untuknya.
"harusnya kau tahu...cintaku tak semudah itu berhenti,"
ucap rendi,
lalu menurunkan elusan tangannya ke tengkuk istrinya,
menengadahkan wajah istrinya,
"aku menghawatirkanmu"
bisik rendi yg menatap lelehan di ujung mata kanan kiri istrinya.
anin tersadar seketika tersentak...matanya bengkak...benar2 jelek...
"aaaakh",
teriaknya lalu memalingkan tubuhnya membelakangi suaminya,
rendi yg melihat tingkah istrinya pun jadi bingung...
diraihnya lagi pundak istrinya dari belakang di raupnya dalam pelukan,
dagunya tepat di samping leher anin,namun tidak menyandar di bahunya.
"apa aku berbuat salah lagi"?
tanya rendi pada istrinya,
__ADS_1
anin hanya menggeleng,
tanpa terasa rambut pendek anin pun mengusap usap wajah suaminya,
"kalau kau tidak menjawab...kenapa kau memalingkan tubuhmu sayang...itu tandanya kau marah padaku,benarkah kau masih marah?
apa kau tak mau memaafkan suamimu ini?"
tanya rendi membujuk istrinya.
"kenapa jadi panjang gini si...aku berpaling kan karena mataku bengkak..."
gumam anin dalam hatinya.
"sayang...kok diam...gak mau maafkan nie critanya?"
tanya rendi lagi.
"aku sudah maafkan sayang..."
kata anin sambil mengelus pipi lembut suaminya.
"benarkah...lalu kenapa masih memunggungiku?"
tanya rendi lagi.
"aku malu kak rend...mataku bengkak karena semalaman menangis kamu si ..gak kasi kabar...teganya."
kata anin dengan manjanya.
rendi pun langsung terkikik tertahan.
"ini ni salah satu yg ia rindukan....tingkah lucu anin",
"baiklah...maafkan aku ...sudah membuat istriku sayang ini menangis sampe matanya bengkak..."
goda rendi pada istrinya.
anin yg mendengar kata bengkak di ulang ulang lagi pun jadi sedikit sewot.
"jangan bilang aku anin ya kak rend...kalau tidak bisa menghukummu nanti",
ancam anin.
__ADS_1
rendi yg mendengarpun mengeratkan pelukannya karena gemas..ia tak tahu...ia harus takut atau harus bahagia dengan ancaman istrinya itu.