Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Pesta dansa


__ADS_3

Dengan gaun putih ke biruan, Rambut di urai lepas, Nampak Nimdi keluar dari tempat riasnya dan berjalan perlahan menuju ke arah sang suami yang tengah berada di antara para tamu yang mengerumuninya dan setelah itu semua duduk di tempatnya, Nampak kue menjulang tinggi di hadapan sang suami, Dan dengan uluran tangan Arga yang menyambut sang istri datang mendekat ke arahnya, Serta sambutan balik Nindi pada uluran tangan suaminya, Nampak senyum bahagia yang terpancar dari wajah keduanya.


"Gimana sakitnya?" Bisik Arga saat sang istri sudah mendekat ke arahnya, Dan Arga pun memeluknya.


"Sudah mendingan sayang...berkat kamu..." Ucap Nindi dengan balasan bisikanya pula.


Hingga acara demi acara yang telah tersusun sudah terlewati, Dan nampak acara potong kue pun berjalan dengan lancar, Kini tibalah acara yang di nantikan, Acara dansa dengan pasangan, Terlihat banyak pasangan yang ikut antusias mengikutinya, Setelah pembawa acara mempersilakan para tamu tamunya untuk berpartisipasi dalam kelancaranya.


Terlihat Nindi yang berpasangan dengan Arga, Anin dengan Rendi, Serta Satria dengan yura, Dan masih banyak lagi, Sedangkan Ifa terlihat tengah membujuk sang suami agar ikut serta memeriahkan acara, Yang hanya sekali seumur hidup itu.


"Ayo lah bby...aku pingin ikut...ayo..." Ucap Ifa yang memang benar benar ingin ikut serta.


"Sayang...tumben tumbenan sih kenapa pingin ikutan...nggak ah...kita lihat aja dari sini..." Balas Aditya yang tengah menolak ajakan sang istri.


"Iya sudah...aku mau ikutan...nggak apa apa ya kan bby...?" Ucap Ifa yang sudah mulai dengan egoisnya, Mungkin saat itu tanpa sadar...hormon lain dalam dirinya sudah ikut berperan.


"Sayang...kamu tuh tumben banget...iya iya ayo ikutan..." Ucap Aditya yang sedikit merasa aneh dengan tingkah sang istri, Dimana biasanya istrinya untuk tampil menemaninya di hadapan para klienya saja ia merasa kikuk dan malu...tapi...ini malah ngajak dansa di depan semua hadirin yang ada di sana.

__ADS_1


"Peluk bby..." Ucap ifa saat sudah berada di antara para pedansa yang ada di tengah tengah area pesta.


"Katanya dansa? kok peluk?" Ucap Aditya yang heran dengan tingkah sang istri, Namun Aditya pun tidak banyak tanya dan pikiran macam macam, Ia pun langsung memeluk sang istri disana, Dan Ifa pun memeluk leher sang suami dengan eratnya.


"Aku nggak bisa dansa...tapi aku ingin ikut partisipasi saja," Ucap ifa yang membuat Aditya gemas mendengarnya, Gimana nggak gemas...bilangnya ikut dansa...setelah sampai tempat dansa malah pelukan. Keduanya dengan syahdu mengikuti irama alunan nada piano bercampur biola yang lembut dan mendayu dayu, Membuat nyaman perasaan yang mendengarkan.


Terlihat Arga dan Nindi pun menikmati pesta yang tersusun dalam acara pestanya tersebut, Nampak perbincangan keduanya yang sangat intens dan bahagia.


"Sayang...makasih ya..." Bisik Arga di sela sela tarian dansanya.


"Untuk apa sayang?" Tanya Nindi balik pada sang suami di depanya, Menarik lehernya sampai menyentuhnya dan berbisik di samping telinganya.


"Aiz...malu sayang...apaan sih..." Dengus Nindi dengan nada malunya, Karena tanpa sadar dirinya dan sang suami sudah menyita perhatian banyak pasang mata yang menatap ke arahnya.


Namun Arga tidak malu atau pun merasa risi atas apa yang telah ia lakukan barusan, Bahkan ia ingin sekali melakukanya lagi, Agar semua orang yang ada disana tahu bahwa wanita yang ada di pelukanya itu adalah miliknya, Milik Arga Sanjaya.


"Bisakah aku meminjam tuan putrinya?" Tanya seseorang dari belakang Arga, Yang sontak membuat keduanya menatap ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Oh...papah...boleh pah...silahkan..." Ucap Arga yang kemudian menyerahkan tangan sang istri pada papanya.


Dan di sambut dengan hangat oleh Rendi, Kini Rendi berdansa dengan sang puteri, Dan Arga kini berganti mengajak berdansa bundanya.


"Bunda senang?" Tanya Arga dengan senyum hangatnya.


"Tentu lah sayang...bunda sangat senang...kamu sekarang seorang kepala keluarga nak...jadi...tanggung jawab kamu sudah bertambah...jangan kayak dulu dulu lagi...suka tebar pesona sama wanita." Ucap Bunda yang membuat Arga mengernyitkan kedua alisnya, Pasalnya jangankan tebar oesona...melirik mereka saja Arga tidak minat.


"Bund...perasaan Arga nggak usah tebar pesona juga mereka nyari nyari Arga, Tapi bunda tenang aja...istri Arga kalau nanggepin hal macam itu udah ngalah ngalahin macan...nggak bakalan deh mereka berani mendekati Arga..." Ucap Arga dengan candanya, Namun kenyataanya memang demikian, Dan Arga begitu beruntung karenanya.


"Kok malah kamu sembunyi di balik Nindi sih...apa nggak kebalik? tuh lihat...daripada gadis yang mandang kamu...masih banyak lelaki yang menatap istrimu..." Ucap bunda yang membuat Arga seketika menatap ke arah sekitar dan memastikanya sendiri dengan mata kepalanya.


"Haiiiz mereka...!" Ucap Arga dengan geramnya, Dan tanpa sadar membuat bunda tertawa geli.


"Kenapa bunda tertawa?" Tanya Arga dengan penasaranya.


"Lah kamu itu lucu sayang...kamu niatnya sembunyi di balik istrimu...tapi saat istrimu yang di lihat mata lelaki lain...kamu yang makin parah...kayak singa di cocok hidungnya." Ucap bunda yang membuat Arga mengerti, Bahwa cinta itu aneh sekaligus luar biasa.

__ADS_1


Ia merasa istrinya begitu berharga baginya, Dan sebaliknya, Arga lah yang tidak ingin Nindi di nikmati banyak pasang mata, Apa lagi sampai ada yang menggodanya.


__ADS_2