
Pagi yang cerah itu...dimana semua tamu sudah pada berkumpul di ruangan yang acanya di selenggarakan di sebuah tempat ibadah, Dimana...disana terdapat banyak staf dan semua karyawan perusahaan Rendi, Karena memang Perusahaan Papa Audry adalah klien tetap di perusahaan Rendi dan juga di perusahaan Arga.
Sedangkan Yura dan Satria sudah tiba terlebih dahulu,
Karena memang yura adalah rekan kerja papa Audry...
Di lobi hotel tempat keluarga Rendi menginap, Terlihat Arga tengah menunggui kekasihnya tiba, Terlihat ia di temani oleh Aditya beserta Ifa yang sudah siap dari tadi. nindi bersamaan dengan kedua orang tuanya pun baru terlihat turun dan baru keluar dari dalam pintu lift.
"Ga...aku duluan sama ifa...tuh pacar kamu sudah turun..."
Ucap Aditya yang langsung bergegas pergi, Sedangkan Arga pun langsung menoleh ke arah dimana tadi kakaknya menunjuk.
Mata Arga terbelalak menatap bidadari yang tertutupi oleh tubuh om Rendi dan tante Anin. Dimana ia terpana menatap sosok cantik dengan balutan gaun indah yang senada dengan setelan jas yang Arga kenakan.
"Ehemmmmz....!" Dehem Rendi yang membuyarkan keterpesonaan Arga menatap sosok cantik di belakang om Rendi.
"Aaaah....om Rendi...tante Anin...kalian tampak serasi sekali..." Ucap Arga saat menyadari kedua orang itu masih menghalangi pandanganya menatap sosok cantik di belakangnya.
"Bolehkah saya satu mobil dengan Nindi om...tante?" Ucap Arga seketika tanpa ia bisa rem dahulu, Ngeloyor begitu saja saat matanya sudah terpesona.
"Tanya saja sendiri sama Nindi ga..." Ucap tante Anin yang membuat Arga semakin ingin menengok nindi di belakang mama papanya.
"ma...pa...Nindi bareng Arga aja ya ma...pa...nggak apa apa kan pa? Nanti juga sama papa dan mama kok kalau udah sampai sana..." Ucap Nindi yang langsung di angguki oleh keduan orang tuanya. Lalu Rendi dan Anin pun langsung jalan duluan menuju mobil mereka yang sudah di parkir di luar hotel ternama di kotanya Audry.
Rendi beserta keluarga, Tiba di kota Audry kemarin sore, Lalu memutuskan untuk menginap di hotel tersebut, Dan berangkat ke acara bersama sama, Termasuk pasangan Aditya dan juga Ifa.
__ADS_1
Pagi yang sudah menjelang siang tersebut tampak begitu menyenangkan di lewati Nindi dan juga Arga. Dimana keduanya saling melempar senyum satu sama lain.
Beberapa menit saja perjalanan mereka menuju ke gedung yang di tuju, Lalu ke empatnya memutuskan untuk masuk secara bersamaan, Dimana Rendi menggandeng tangan istrinya dan terlihat Nindi pun mengalungkan tangannya di lengan Arga. Keduanya berjalan di belakang Rendi dan Anin. Bak pengantin yang baru masuk ke empatnya di sambut beratus mata yang menatapnya hampir tidak berkedip. Bukan karena kecantikan dan ketampananya, Melainkan kelangkaan dan kedekatanya.
"Ga...tunggu sini ya...aku mau menemui Audry dulu sama yura...oke..." Ucap Nindi sambil berlalu meninggalkan Arga dan menghampiri yura yang sudah berdiri menungguinya.
Keduanya pun memutuskan untuk menuju ruangan Yura dan ternyata memang yura sudah mulai bersiap, Masih mengambil pemotretan.
"Sini...aku mau foto sama kalian..." Ucap yura dengan senang nya. Lalu sesi foto foto pun berlalu, Kini adalah Acara inti dimana sang mempelai harus mengucap janji suci keduanya.
Dimana Nindi di ajak menjadi pendamping Audry...serta Yura, Namun saat mata Yura menatap di samping mempelai pria...Yura segera beringsut dan kembali duduk ke kursi dekat Satria. Ternyata di samping mempelai pria adalah Arga Sanjaya.
"Oooh...astaga...kenapa bisa pas begini Nindi...waah pakaianya pas pula...beruntungnya aku..." Ucap Audry sambil berbisik bisik di telinga Nindi.
"Sssst....pengantin diam napa...pasti ini juga sudah kalian rencanakan..." Ucap Nindi dengan Argumenya.
"Kita kembali aja yuk ga..." Ucap Nindi yang merasakan tatapan horor yang ia rasakan.
"Ayo sayang..." Ucap Arga saat itu juga, Dan teihat keduanya mundur bersamaan dan menuju ke tempat duduk nya di samping om Rendi dan juga tante Anin.
"Sayang...kamu masih belum pingin kah seperti Audry? aku sudah ingin sayang..." Bisik Arga di telinga Nindi, Jemarinya mengambil jemari kekasihnya itu.
"Ehem....!" Deheman om Rendi yang membuat Arga sedikit gelagapan dan refleks melepas genggaman tanganya.
Dan Nindi diam diam terkikik di buatnya.
__ADS_1
"Om Rendi ini...ngagetin aja...aaakh...salah dong aku ngajak Nindi duduk di sini lagi", Dengus Arga dalam hatinya. Lalu dengan khidmad mengikuti acara.
"Nanti malam untuk datang ke Resepsinya...kita datang berdua aja ya sayang..." Ucap Arga sambil berbisik bisik di telinga Nindi. Dan Nindi pun menyahutnya dengan anggukan dan senyum yang mengembang manis di bibirnya. Hingga acara siang itu pun selesai dan semua para tamu undangan pun berhambur keluar gedung acara. Terlihat beberapa orang malah berkerumun, Ada yang mengerumuni mempelai dengan kedua orang tuanya, Setelah selesai...bergantian menyapa Rendi dan juga Anin. Bahkan...Arga lebih populer dari om Rendi sekarang.
Dalam hati Rendi begitu bahagia dengan anak muda yang sudah menuai segudang prestasinya. Namun nyatanya...sampai detik ini putrinya belum menerima lamaran dari pria lajang yang di kencani putrinya itu.
"Pak Rendi...ini...bukannya staf baru di perusahaan ya?"
Tanya salah seorang staf di kantor Rendi yang ikut serta dalam acara tersebut.
"Aaah...ini...dia putri saya semata wayang...dia saya jadikan manager langsung...tapi dia nggak mau...dia malah milih untuk jadi sataf biasa, Yang merangkak dari bawah...ouh ya...saya titip puteri saya ya jika di kantor saya nggak bisa ngawasinya." Ucap Rendi yang membuat semua mata tercengang di buatnya, Dan Nindi dengan Ramah memberi salam pada beberapa staf kantor papanya tersebut.
Hingga acara benar benar usai, Dimana hati Rendi begitu lega saat itu. Dan ia pun segera mengajak istrinya untuk kembali ke kamar hotel...karena Anin sedang mengandung saat itu. Dan ia butuh istirahat ekstra.
"Nindi...segera kembali ke kamar hotel...nggak usah keluyuran...istirahat...nanti malam masih ada acara."
Ucap Rendi yang terkesan membatasi gerak puterinya, Dimana ia merasa kecolongan kemarin malam.
Hingga Arga pun dengan hormat mengangguk dan memaksakan senyumnya.
"kenapa manyun sih ga...?" Ucap Nindi setelah papa dan mamanya pergi meninggalkan keduanya.
"Nggak apa apa sayang...ayo aku anterin pulang..." Ucap Arga dengan senyum namun bibirnya menjadi manyun.
"Udah jelek ga...nggak usah di jelek jelekin napa sih..."
__ADS_1
Ucap Nindi yang mencoba menghibur kekasihnya.
"Aku nggak jelek jelek amat lo sayang..." Dengusnya kemudian tangan Nindi mulai menggandeng lengan Arga dan berdua menuju ke dalam mobil untuk kembali ke hotel tempat menginap keduanya. Kebetulan Arga pun menginap di hotel yang sama.