
rendi membuka kamarnya menghampiri istrinya yang sedang bermain ponsel sambil sandaran di tepi ranjangnya,
ia lalu tengkurap meletakkan kepalanya di paha istrinya,menyusup lembut ke perut istrinya.
"kak gelii...tahu"
komentar anin risih,
"biarkan aku tidur sebentar lagi"
kata rendi dengan sikap nyamannya dan belum merubah posisinya..
"lalu pak aslan apa sudah pergi??"tanya anin lagi.
rendi hanya mengangguk dan memejamkan matanya.
satu jam sudah rendi membuat paha istrinya pengganti bantal,anin yang sudah merasakan mati rasa di kakinya hanya menahannya,sambil meringis menahan kebas,rendi tertidur di sana.
tiba-tiba rendi terbangun saat merasakan bantal yang ia pakai serasa bergerak gerak,ia belum sadar itu paha instrinya.rendi membuka matanya,dilihatinya istrinya dengan senyum tertahannya,
"ada apa sayang?"
tanya rendi dengan beranjak duduk di samping istrinya dan mengelus pipi anin.
"kenapa??"tanya nya lagi.
anin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,
sebenarnya dari tadi anin menahan pipisnya yang benar-benar sudah tidak tertahankan,
"kak...aku ke kamar mandi dulu ya..."
kata anin,lalu menurunkan ke dua kakinya pelan pelan,
"auuuh"...
desah anin,suaranya terdengar pelan,meskipun pelan tapi rendi masih bisa mendengarnya,
"kenapa sayang?"
tanya rendi mulai agak cemas.
namun anin benar-benar merasakan kakinya ngilu serta kebas yang bersamaan...
"kak rend....bisa tolong tidak??"
__ADS_1
tanya anin pada suaminya.
"tolong apa sayang??"jawab rendi dengan perasaan tidak tahu,
"bantuin aku ke kamar mandi dong..."ucap anin.
namun rendi tertegun sejenak,
"kenapa tiba-tiba istrinya jadi manja begini?"
kata dalam hati rendi yang begitu senang,ia masih belum sadar kaki istrinya ngilu karena ulahnya.
"kakiku ngilu kak rend...kamu tidurinya lama tadi,aku tidak tega banguninnya...jadi ya aku tahan...masak tidak mau tanggung jawab si...?"
kata anin lagi dengan sedikit rengekan,
"kesempatan ni godain istri"pikir rendi.
"tapi ada satu syaratnya sayang...!"kata rendi lagi.
"apa??"tanya anin seketika,yang sudah benar benar tidak bisa menahannya.
"panggil aku sayang dulu dong yang mesra gitu,"
"ayo sayang cepet...aku sudah tidak tahan!"
kata anin sedikit bete.
"yang mesra dooong..."protes rendi.
"mau tidak?kak rendi yang buat aku jadi begini tapi malah ngerjain aku...aku marah ni sama kamu kak"
kata anin sedikit sewot.
tanpa pikir panjang rendipun langsung mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi,tak lupa rendi mengecup bibir istrinya,meski anin sedikit cemberut...setelah di paksa rendi,anin pun membalas ciuman suaminya.
"kak rend...tunggu di luar...jangan masuk...kakiku juga sudah mendingan tidak sakit lagi kok"kata anin.
karena anin tahu...kalau sampai suaminya masuk...tidak tahu apa yang bakal terjadi nanti,
"tadi saja ciuman yang dikiranya cuma kecupan tapi nyatanya semua di makannya,"gumam anin di dalam kamar mandi.
rendi yang melihat tingkah istrinya yang menurutnya lucu dan menggemaskan itu hanya bisa terkikik dan menurutinya.
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua siang,waktunya anin ke kampus,
__ADS_1
di lihatnya tas kerja suaminya sudah tidak ada,
"mati aku telat lagi...."
gumam anin seketika.
ia pun bergegas keluar kamar dan menuju dapur,
ia berniat pamitan dengan bibi,tapi tidak di jumpainya,
"ah...bibi tidak ada,"
gumamnya,lalu anin pun langsung berangkat tanpa pamitan,
dan ternyata rendi yang di kiranya sudah berangkat,ternyata sedang di ruang kerjanya,
menata berkas-berkas yang akan ia bawa.
rendi menuju kamarnya,bermaksud membangunkan istrinya,
"lhoooh...kok sudah tidak ada??"
kata rendi saat menatap ke semua penjuru kamar,lalu rendi bergegas mencari bi ani dan bi ana,
"bi...apa kalian di lihat istriku??"
tanya rendi ingin tahu.
"tidak tuan..."
sahut bi ani dan bi ana hampir bebarengan.
"sayang kamu kemana sih?"
gumamnya sedikit khawatir,lalu di telephone nya,
sesaat terdengar bunyi nada tersambung.namun tidak di angkat-angkat,di ulanginya lagi hingga beberapa kali,namun tetap sama,tersambung tapi tidak di angkat,
lalu rendi pun bergegas kekamarnya,di dapatinya ponsel istrinya ada di meja kamar,
"ya tuhan...."katanya sedikit tersentak.
"kenapa kamu lupa tidak bawa ponselmu sayang-sayang..."
gumam rendi berkali-kali setelah capek pikirannya mencari-cari dimana istrinya berada dan sedang di mana sekarang?
__ADS_1