Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
gosip 1


__ADS_3

Nindi keluar dari dalam ruang kantor papa nya dengan membawa sekantong makanan di tangannya,lalu ia pun menggunakan lift untuk turun menuju ruang kantor nya,dimana disana belum ada satu orang pun yang Nindi jumpai karena masih pada makan siang,ia pun segera berjalan menuju tempat kerja nya,ia menuju kursinya dan segera duduk setelah sampai di sana.


ia menaruh bungkusan yang ia bawa ke atas meja kerjanya,perlahan ia membukanya,


senyumnya mengembang ketika menatap makanan yang ada di hadapannya itu adalah kesukaannya,tumis daging dengan sayuran.


"akh...mama...makasih...udah buatin mkanan kesukaan nindi..."ucapnya dalam hati,ia tidak tahu itu adalah makanan yang Arga pesan khusus untuknya,sambil menikmati makanannya,tanpa terasa ia pun tersedak makanan yang ia makan tersebut karena tidak hati hati,lalu...ia pun beranjak dari duduknya untuk mengambil air minum,tadi ia lupa tidak membawa air minum sekalian.


nindi bergegas menuju ke kantin kantor,ia mengambil air kemasan botol disana secara gratis,


"sssst....ssst....itu bukan sih?yang coba godain pak Rendi?"bisik bisik yang terdengar samar samar di telinga nindi saat ia melewati para karyawan yang masih tengah menikmati makanan mereka.


"cantik sih cantik...muda lagi...apa pak Rendi akan menggubris nya?aku rasa tidak...ia kan terlalu setia sama istrinya..."ucap menimpali para perumpi yang Nindi lewati.


"papa...siapa yang berani beraninya godain papaku?awaaas aja...akan aku musnahin!"


ucap Nindi dalam hatinya,ia masih tidak mengerti siapa yang sedang mereka gosipkan,ia tidak menyadari jika ia lah yang tengah di gosipkan.


"denger denger...dia masuk perusahaan tanpa seleksi loh...pasti ia punya kenalan orang dalam..."ucap seseorang lagi,dan nindi sempat menghentikan langkahnya sejenak di dekat mereka,ia sedikit menguping apa yang mereka omongkan.


Padahal niat Nindi bekerja di perusahaan papa nya untuk mendalami ilmu yang ia dapatkan di bangku kuliah dengan biasa saja tanpa sanjungan yang nggak penting baginya,atau pun karyawan yang sok baik atau bermuka dua jika mereka tahu Nindi adalah putri dari Rendi.


"pasti ia punya koneksi orang dalam,sudah pasti...mana ada hari ini ada kerjaan yang bisa di dapat dengan cara yang mudah,"


ucap seseorang lagi yang menimpali.


"nggak bisa di biarin...aku harus konfirmasi sama papa nih...masak iya papa mau duain mama?awas aja...Nindi akan usud dan nggak akan tinggal diam!"ucap nindi dalam hatinya lagi.


"ah...maaf kaka kaka semua...apakah anda tahu...dimana pak Rendi sekarang?"tanya nindi pada segerombolan wanita wanita yang barusaja tengah membicarakannya itu.

__ADS_1


"emmmz...pak Rendi ada di ruang rapat lantai dua..."ucap salah seorang memberitahukan nindi.Nindi pun langsung bergegas menuju tempat yang karyawan itu sebutkan.


"bener bener nggak tahu tempat ya...begitu pede nya dia itu..."dengus beberapa orang yang ikut ngerumpi.


"eh denger denger tadi dia itu nyelonong masuk ke ruang kantor pak Rendi buat naroh bunga,padahal pak Rendi nggak ada di tempat...dan lagi...saat ia keluar...tanpa sungkan ia bawa tuh makan siang pak Rendi ke ruangannya,hebat anak muda sekarang...ngandelin tampangnya tapi kemampuannya nol besar.Apa lagi istri pak rendi kan lagi hamil muda tuh...kesempatan deh godain si bos."ucap seseorang yang paling tua antara mereka.


"eh...mau ngintip nggak apa yang di perbuat karyawan baru itu nemuin pak Rendi?"ucap yang lain,dan seseorang berdiri dari duduknya,dengan mengacungkan jemarinya.


Ia rela menjadi mata mata untuk melaporkannya pada yang lain.


Alhasil dua orang di kirim untuk mencari informasi tentang Nindi.


Nindi mematung di luar ruang rapat papa nya,ia menunggui papanya yang terlihat belum selesai rapatnya,hingga hampir sepuluh menit ia menunggu dan terbukalah pintu yang nindi tunggui tersebut.


"sayang...ngapain nungguin papa disini?mau ambil bekal?ambil aja di ruang kantor...kamu kelaparan kalau nungguin papa sayang..."


ucap Rendi dengan elusan sayang nya di kepala Nindi.


"Nindi udah makan."jawab ketus nya pada papa nya.


"lalu?"tanya Rendi balik dengan nada yang sama,karena Rendi tidak tahu maksud putrinya bersikap seperti itu.


"Pah...jawab jujur deh...nggak boleh ngeles..."


ucap Nindi dengan seriusnya.


"Iya...apa yang harus papa jawab?kamu muter muter aja dari tadi nggak ngomong ngomong..."ucap Rendi dengan nada sedikit naik.Dan keduanya pun tanpa sadar sedang di awasi beberapa pasang mata yang tengah kepo.


"Pah...papa masukin karyawan baru yang cantik tanpa seleksi ya di kantor ini?jawab jujur deh pah...nggak lagi niat duain mama kan pah?aku pecat jadi papa aku kalau sampai tega sama mama."dengus kesal Nindi dengan pertanyaan pertanyaan konyolnya,namun malah membuat papa nya tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"dasar gadis bodoh...mana ada karyawan baru tanpa seleksi disini...yang ada ya cuma kamu tuh..."ucap papa nya sambil mengubrak abrik rambut putrinya dan pergi meninggalkannya sendirian membenahi rambutnya yang sedikit berantakan disana.


"ugh dasar papah...pasti aku usud...awas aja pah...nindi akan jadi bodyguard papa 24jam nonstop!"gerutu nindi sambil berlari kecil menyusul papa nya yang sudah naik ke dalam lift duluan,dan dia menyusul naik ke lift yang baru turun di sampingnya.


Sesampainya nindi di lantai divisinya,dengan langkah gontai ia menuju ruangannya lalu menempati tempat duduk nya dengan pertanyaan pertanyaan yang memenuhi otak nya,hingga tanpa sadar ia salah menjumlahkan angka dalam berkas yang ia ketik dan berkas tersebut yang besok akan ia serahkan saat rapat papa nya dengan perusahaan Arga Sanjaya.


Angka yang ia tuliskan jauh lebih rendah dari angka yang seharusnya ia ketik,dan begitu rendah nominalnya jika di terima perusahaan papanya,namun sebaliknya sangat menguntungkan bagi perusahaan Arga Sanjaya.


tepat pukul empat sore saat semua staf terlihat sudah sepi dan tinggal beberapa saja yang masih terlihat lembur di beberapa divisi,


Nindi segera mengemas semua barang barangnya dan merapikan meja kerjanya,ia meregangkan punggungnya di sandaran kursi belakangnya,saat ia berdiri dari duduknya...matanya menatap ke sekeliling ternyata hanya ada dia seorang yang ada disana,dan semua temn temannya sudah pada pulang ke rumah masing masing.


Dengan langkah gontai Nindi keluar dari ruang kantornya,ia kemudian menuju lift dan masuk kedalamnya,tidak lupa tangannya memencet tombol lift turun ke lanti dasar dimana tempat parkir mobil nya berada,


sebelum nya...papanya sudah memberi tahu bahwa akan pulang telat karena suatu pekerjaan,dan terpaksa ia pun pulang sendirian.


Sampai di tempat parkir,Nindi berjalan menuju ke arah mobilnya,disana sudah berdiri Arga yang sedang menyandarkan punggungnya pada pintu mobil,dengan tangan yang keduanya ia masukkan kedalam saku kanan kiri celananya,lalu senyumnya merekah menyambut Nindi yang berjalan gontai menuju ke arahnya.


"Ada apa sayang?apakah harimu menyenangkan?"tanya Arga sambil berjalan mendekat ke arah Nindi dan memeluknya sesaat.Nindi pun seketika menyandarkan tubuhnya sejenak di dada sang kekasih,dagunya begitu nyaman bersandar pada pundak Arga untuk sesaat.


"Ga...bisa minta tolong nggak?"tanya Nindi seketika sambil terjaga dari pelukan Arga,


"Minta tolong apa memangnya?tumben..."


ucap Arga dengan tanya menyelidiknya.


"Minta orang suruhanmu buat buntuti papa dong...aku takut papa duain mama Ga..."ucap Nindi dengan sungguh sungguhnya,


"Dasar bodoh...nggak...ayo aku antar pulang!."

__ADS_1


ucap Arga dengan ketusnya sambil mengetuk kening Nindi dengan jari tengahnya,dan Nindi hanya manyun sambil menurut apa kata kekasihnya.Arga yakin om Rendi nggak bakal bersikap bodoh di usia yang ia sandang saat ini,dan Nindipun tidak bisa di salahkan karena gosip yang tanpa sengaja ia dengar di kantornya tadi.


__ADS_2