Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
lamunan arga


__ADS_3

"tenang ga...kamu akhir akhir ini sudah waras kok ga...pasti bisa lah...masih minggu depan gitu,"


ucap arga dalam hati yang sudah dag dig dug,padahal itu baru omongan om rendi yang nitip....namun arga sudah senang bukan main.


karena selama ini kan papa nya nindi ini yang selalu menggagalkan ciuman arga.namun...di hati arga...mungkin minggu depan bisa lancar lagi...itu pun kalau jalannya lancar lancar saja...nggak ada insident datang bulan atau yang sejenisnya.


"ayo ga kalau gitu anterin om pulang...om akan atur sendiri nanti dan terima kasih ya atas usulannya..."


ucap om rendi pada arga.karena tanpa usulan arga itu pasti rendi nggak akan mikir sejauh itu.meski umur pernikahan rendi dan anin sudah puluhan tahun...namun selama ini terkesan membosankan...hanya ada romantis tanpa greget...sampai istrinya itu hafal benar apa yang akan rendi lakukan dan berikan.


dan benar saja...anin sekarang membuka galeri perhiasan...mungkin saking numpuknya perhiasan nya hingga ia bingung mau makainya.alhasil ia bangun galeri perhiasan itu.


"baik om...ayo arga anterin om..."ucap arga sembari berdiri dari sofa depan om rendi berjalan di belakang om rendi dan mengekorinya.


"ga...kamu laper nggak?mau om traktir nggak ga?"tanya om rendi saking senangnya karena sudah ada ide yang muncul dalam kepalanya.menurutnya...apa lagi yang orang cari dalam hidup kalau bukan ke bahagiaan.ibarat nya...sehari hanya butuh makan tiga kali...jika sudah cukup dan hidup itu harus di nikmati rendi juga tinggal memikirkan kebahagiaan hidupnya istrinya dan juga puterinya yang rada bendel itu kelak ia berlabuh pada cinta siapa rendi belum tahu.dan menurutnya itu terserah pada nindi mau milih siapa...toh juga keluarga mereka nggak kekurangan apapun jadi calon suami nindi nggak harus yang sempurna.cukup ia memberikan kasih sayangnya untu nindi seorang saja.seperti halnya rendi yang berlaku seperti itu pada anin isterinya.


keduanya masuk kedalam lift,sesekali arga melirik ke arah...om rendi yang terpancar senyum senangnya.


"om rendi pasti lagi puber kedua nih,"ucap arga dalam hati.


"aaakh...kapan aku merasakan hal yang sama seperti itu sih...boro boro sumringah seperti itu...aku senyam senyum aja nindi bilang lupa minum obat...bener bener nggak bisa di ajak yang romantis itu anak,"


gerutu arga lagi lagi di hati.

__ADS_1


"om rendi terkesan cool dan romantis...tante anin lembut pengertian baik...saat kedua kutub sempurnya menjadi satu...positif sama positif,alhasil negatif dong...benar berarti begitu ya..."ucap arga lagi karena arga mengingat ingat kekasihnya itu nggak ada halus halusnya,namun itu lah bedanya nindi dari cewek lain...cewek lain selalu manis baik di depan arga,namun entah apa yang ada di dalam hati dan pikiran mereka arga lebih tahu itu.sedangkan nindi...dia cuek...ceplas ceplos...blak blakan...sok mau menang sendiri dan nggak mau kalah...tapi untuk urusan hati...ia benar benar murni seperti kertas yang baru di buka bersih tanpa embel embel keinginan.yang di inginkan hanya balasan perasaan yang sama saja.wajah arga mendongak ke atas matanya sambil menerawang ke langit langit lift.


"pacarku emang cewek langka dari semua yang langka,"


ucap dalm hatinya lagi dan kini dengan senyum manis di bibirnya.


"ting...."lift terbuka tepat di lantai paling bawah kantor rendi.rendi pun melangkah keluar dari dalam lift namun sampai pintu lift hampir menutup lagi arga masih mematung sambil senyam senyum nggak jelas.rendi pun yang melihatnya mungkin berpikir arga lupa minum obat.


"ga...."ucap rendi tiba tiba sambil menepuk pundak arga dari depan arga.


"eh....kaget aku,"ucap arga refleks terkaget nya karena tepukan om rendi itu.


"ada apa om...?"tanya arga seketika yang menatap om rendi seperti kebingungan.


"lah kenapa kok nggak jadi om?"tanya arga balik pada om rendi yang sudah berada di luar pintu lift dengan tangan memegangi atau lebih tepatnya menghadang pintu lift agar tidak menutup dahulu.


"lah kamu ngelamun aja...nggak keluar keluar udah om tungguin sampai pintu lift mau nutup...kamu sebegitu betahnya di dalam lift kantor om sini ga,"ucap rendi yang langsung menyadarkan arga dari lamunannya barusan.


arga pun langsung keluar dari dalam lift dengan senyum kecut yang menghiasi bibirnya,tidak lupa ia menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal itu.keduanya pun berjalan menuju ke pintu utama,


mereka akan ke tempat parkir dimana mobil arga di parkirkan,tidak sekali dua kali para staf wanita dan kariawan menyapanya mereka memberi salam pada kedua laki laki yang tampan itu...meski rendi sudah tidak se unyu unyu arga...tapi rendi selalu berada di hati kariawannya karena sikap baik budinya dan itupun...kebanyakan para wanita yang masih gadis.


namun ternyata mereka lebih tertarik dan cari perhatian pada arga yang berjalan di sebelah rendi.

__ADS_1


cowok muda cool tampan rupawan dan begitu menggemaskan yang menatapnya baru sekali ini para staf dan kariawan melihat laki laki tampan itu masuk ke dalam ruangan rendi dan terkesan sangat akrab dengan pimpinan perusahaan wijaya itu.mereka tidak tahu...bahwa arga adalah pimpinan perusahaan sanjaya.mungkin jika mereka tahu...semuanya akan syok...karena...tersebar kabar...perusahaan sanjaya selalu menggagalkan usaha perusahaan wijaya.


dan mereka juga mendengar...perusahaan sanjaya suka menyerobot tender yang akan di dapat perusahaan wijaya.


keduanya hanya membalas sapaan para staf dan pegawai itu dengan senyum tampannya.bak artis yang melewati kerumunan fans nya.


cool tampan gagah mempesona...namun...mungkin untuk nindi berbeda ia menatap kekasihnya itu.buktinya nindi tidak se antusias mereka.padahal nindilah yang pacar arga.


sampailah keduanya di depan mobil arga.lalu mereka masuk ke dalam mobil,arga mengemudikan mobil tersebut...memecah kemacetan jalan raya...karena memang itu waktunya jam pulang kerja.


hingga beberapa lampu merah terlewati...sampailah mobil yang di kendarai arga dan rendi tersebut di depan pintu gerbang rumah rendi,terlihat dari kejauhan...nindi bolak balik...berjalan jalan dari samping kiri ke samping kanan nya.arga dan rendi sontak saling menatap lalu menatap kembali ke arah nindi dengan keheranannya.


tepat arga menghentikan mobilnya di bawah tangga naik rumah om rendi dan keduanya keluar dari dalam mobil arga.arga kemudian berlari kecil menaiki anak tangga menghampiri nindi yang mondar mandir seperti setrikaan di sana.sedangkan rendi berjalan dan berlalu begitu saja meninggalkan keduanya.


"sayang...kamu ngapain?"tanya arga pada nindi.


"kamu nggak tahu ga?aku khawatir setengah mati tahu...aku takut kamu di suruh jauhi aku lagi ga..."


ucap jujur nindi.dan itu terlihat dari raut wajahnya.


"sayang...kok kamu sih...aku aja tadi hampir makan batu bata saking merasa tercekiknya,"ucap arga dalam hati yang nggak ingin nindi tahu.


"aku nggak apa sayang...jangan hawatir...ayo masuk..."

__ADS_1


ucap arga lalu di turuti nindi dengan perasaan lega nya.


__ADS_2