Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
hari berkabung


__ADS_3

Disebuah ruangan ICU,terlihat para petugas medis lalu lalang keluar masuk bergantian,disana tergeletak seorang pasien lama berjenis kelamin perembuan paruh baya dengan usia kira kira 53 tahun,dimana di sekujur tubuh nya terdapat beberapa alat bantu yang membantunya agar tetap hidup,namun...sepertinya...semua itu sudah tidak berguna lagi.


Diluar ruangan ICU berada,terlihat seorang gadis muda yang tengah terduduk lemas di lantai,dengan bersandar pada dinding tembok dan terlihat air mata yang mengalir deras berjatuhan membasahi pipi nya,dimana tidak ada isakan lagi atau pun suara raungan,mungkin suaranya sudah habis untuknya berteriak dan isakannya sudah berlalu tinggalah lemas yang tersisa dan air mata yang masih setia menemani,tanda luka yang tidak terlihat oleh mata.


terlihat seorang laki laki gagah nan tampan baru datang menuju ke arahnya dengan di temani seorang asisten yang setia mengekor di belakangnya.


Kedua ya berjalan mendekat ke arah si gadis dengan tergesa gesanya.


Hingga terhenti tepat di depan gadis yang tengah lunglai di lantai.


"gimana?apa yang Dokter katakan?"ucap laki laki di depannya yang berjongkok dengan satu lututnya menyentuh lantai.Namun si gadis hanya menggeleng saja,seakan suaranya telah habis dan bibirnya tidak mampu berucap.


"keluarga pasien...tolong temui ibu anda...silahkan..."ucap salah seorang dokter yang terlihat bergegas berlalri menuju ke arahnya dan kembali lagi ke ruangan ICU.


Sontak dengan sekuat tenaga ifa berdiri dari duduknya dan berlari menuju ke arah ibu nya,dan di susul Aditya yang mengikuti di belakangnya.


Ifa merasa sangat senang...karena ibunya telah membuka mata setelah semalaman menutup mata,ifa mengira ibunya akan bisa sembuh dari sakit nya,ifa tidak tahu bahwa ibunya akan benar benar sembuh hingga tidak merasakan sakitnya lagi.


"Ibu...ibu...ifa disini ibu...ibu bisa lihat ifa...ibu bisa dengar suara ifa...ibu...jangan tidur lagi...jangan pernah buat ifa se khawatir ini...ifa janji...ifa akan melakukan apapun kata kata ibu...ifa..."ucap ifa tertahan di kerongkongannya tatkala ia sadari senyuman ibunya yang begitu terlihat tenang dan damai kala itu.


"Sayang...jangan menangis lagi...ibu sudah puas melihatmu ada yang jagain seperti ini dan ibu juga sudah lelah nak melihatmu mengkhawatirkan ibu terus...nak aditya..."ucap ibu ifa yang memanggil lirih Aditya yang ada di samping ifa,sontak Aditya pun mendekat ke arah ibu ifa dan sedikit menundukkan kepalanya hingga telunganya sangat dekat ke bibir ibu ifa.


"Nak...ibu senang ada kamu...terimakasih untuk semua...ibu punya satu permintaan...tolong jaga putri ibu satu satunya,dia terlihat tegar...tapi sebenarnya dia cengeng..."


ucap ibu ifa yang sudah sangat menahan sakitnya.


Lalu Aditya pun bangkit sambil menatap ke arah ibu ifa,dimana tanpa sadar...matanya berkaca kaca,


ia baru kali ini merasakan sesak di dadanya,dan serasa tercekik menatap raut wajah yang sudah memucat di hadapannya di iringi terengah engah seperti kehabisan nafas,


"ibuuuu....!!!"teriak ifa dengan sekuat tenaganya dan jemari tangan yang menggenggam erat jemari ibunya.

__ADS_1


"nak...jangan nangis...nurut sama nak Aditya ya...agar ibu lega..."ucap perkataan perempuan yang sudah di ambang kematiannya,ifa tanpa menggubris hanya bisa berteriak teriak,sedangkan dokter bergantian mencoba menyelamatkannya,namun...semua sudah di gariskan oleh yang kuasa,detik itu...ifa kehilangan ibu nya untuk selamanya.


"bruuuuk..."tubuh ifa ambruk di pelukan Aditya dengan wajah basah karena air mata.


"kau...urus pemakaman nya."


ucap Aditya pada asistennya sambil membopong tubuh ifa untuk keluar dari ruangan dan di dudukkan di kursi depan ruangan ICU.


Aditya terlihat merogoh saku dalam jas nya,


"ga...kau dimana?bisa temui aku di rumahsakit sekarang?"


ucap pesan yang Aditya kirimkan pada Arga.


di tempat Arga.


"sayang sebentar deh...sepertinya ponsel aku bunyi..."ucap Arga karena tangannya masih dalam pelukan nindi dan tepat saat mobil yang di kendarai Arga dan Nindi baru saja tiba di depan pintu gerbang rumah Nindi,


Seketika ia pun membuka kunci ponselnya dan membaca pesan yang dikirim Aditya.


Arga langsung terlihat panik,ia pun lantas mencoba menghubungi Aditya,namun panggilannya tidak tersambung.


"sial..."dengus kesal Arga sambil menoyor setir mobil di depannya.


"ada apa ga?"tanya nindi dengan pebasarannya.


"sayang...aku pinjam mobilnya ya...aku mau ke rumahsakit...Aditya bilang dia ada disana,dan pasti sangat penting sampai dia menghubungiku."


ucap Arga begitu saja,namun nindi hanya diam dan tidak mau turun dari mobil.


"aku ikut ga...ayo cepat...siapa tahu...Aditya sedang dalam masalah."ucap nindi yang langsung di angguki Arga,

__ADS_1


keduanya pun langsung bergegas menuju rumahsakit.


beberapa saat keduanya telah sampai ke rumahsakit yang dituju,keduanya berlarian menuju ke dalam rumahsakit,


Arga pun langsung di sambut orang suruhan Aditya dan langsung mengajaknya menemui Aditya.


"kak...ada apa?"tanya Arga saat mendapati Aditya tengah duduk di kursi ruang tunggu dengan seorang gadis yang berada di pelukannya,yang di susul nindi yang di gandeng olehnya.


"ga...ibu ifa meninggal barusan...aku baru kali ini ngalami kejadian macam ini ga...aku nggak tahu harus gimana..."


ucap Aditya dengan nada terkesan lembut karena takut membangunkan ifa.


Hingga di dalam mobil Aditya yang sudah melaju perjalanan menuju rumah ifa,ifa terbangun dan tersadar,


"ibu....ibu...ibu dimana pak?"kata kata pertama yang ia ucapkan,


"ibu sudah di bawa ambulans ke rumah...untuk di makamkan..."ucap Aditya begitu saja tanpa embel embel menghibur pada ifa,karena bagi Aditya...ifa harus bisa menerima keadaanya dan kenyataan saat ini.


terlihat beberapa kerabat sudah menyambut,dan pemakaman pun sudah hampir selesai,ifa di dampingi Aditya nengiringi kepergian ibu ifa sampai ke pemakaman,


terlihat Arga dan Nindi yang ikut serta mengikuti.


"yang tergar ya kak ifa...semua akan baik baik saja...dan mungkin tuhan punya rencana lain yang lebih indah."


ucap Nindi dengan pelukanya.


Hingga semua orang sudah pergi petang itu dari pemakaman,hanya terlihat ifa,Aditya,Arga,Nindi yang masih setia menemani ifa,Arga ikut serta karena Nindi masih setia menunggui ifa yang masih terlihat memeluk nisan yang baru di tancapkan itu.


"ibu...ifa janji...ifa akan bahagia...ifa nggak akan menangis karena di tinggal ibu,ibu yang tenang ya di sana...udah nggak sakit lagi kan bu?ifa lega...ifa nggak harus lari larian mendadak karena laporan perawat yang menunggui ibu...tapi bukan berarti ifa senang ibu pergi...ifa yakin...ibu selalu melihat ifa dari sana...semoga ibu tenang di alam sana...ifa sayang ibu."


bisik lirih ifa di atas makam ibunya kemudian ia pingsan lagi.

__ADS_1


__ADS_2