Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Biang lala


__ADS_3

"Akkkkh....perasaanku....ada apa sebenarnya yang sedang terjadi?" Ucap dalam hati Aditya yang merasa hatinya begitu senang namun ia tidak bisa mengungkapkanya, Ia hanya bisa menikmati malam itu dengan sang istri di sampingnya yang tengah mengantri akan menaiki kincir raksasa atau biang lala di depanya, Hanya untuk mengantri beli tiket saja harus berdesak desakan selama satu jam setelah loket taman kincir angin di buka untuk umum. Karena di Negara yang keduanya kunjungi itu...kurang afdol jika pasangan menikah seperti keduanya melewatkan malam tanpa menaiki kincir angin raksasa.


"Sayang....sssst....apa kamu sedang hamil?" Bisik Aditya tepat di telinga ifa sesaat setelah ia merasa senang dalam hatinya, Dengan tangan yang merangkul pinggang sang istri sampai menempel padanya, Padahal keduanya sedang dalam kerumunan antrian panjang yang mengekor.


"Isssssh...bby...apaan sih...nikah juga baru beberapa hari...udah tanya hamil segala..." Ucap Ifa dengan wajah memerah dan malu, Bukan karena malu oleh perkataan suaminya, Melainkan malu karena perlakuan suaminya di depan umum.


"Lalu...kenapa aku bisa merasa sangat bahagia seperti ini tanpa sebab ya sayang?" Tanya Aditya yang hanya di jawab senyuman saja oleh sang istri, Dimana ifa pasti tidak tahu jawaban apa yang harus ia berikan, Karena selama ini hanya bahagia yang ia rasakan dan bukan kesedihan, Sudah pasti ifa akan menjawab..." Aku selalu bahagia karenamu..."


"Mungkin Arga sedang berbahagia juga atau...Arga punya kabar bahagia...mungkinkah....Nindi...." Ucap Aditya dalam hatinya yang mengira macam macam pada Arga dan Nindi. Namun sekali lagi ia menepisnya dan selalu percaya pada adiknya tersebut, Bahwa ia tidak mungkin akan bermain main dengan puteri orang.

__ADS_1


Hingga keduanya mendapatkan dua tiket untuk naik ke kincir angin raksasa, Bahkan setelah mendapat tiket pun keduanya harus mengantri untuk naik ke atas tangga tinggi menjulang hampir setinggi dua tingkat bangunan rumah hanya untuk naik ke dalam kincir angin yang tengah berhenti, Di setiap tangga lebarnya terdapat satu pasangan yang mengantri, Dan sangat butuh perjuangan saat akan menaikinya.


"Sayang kamu pasti capek ya? aku belikan air minum dulu ya...sampai nunggu giliran kita yang masih lama..." Ucap Aditya yang lalu di angguki sang istri, Dan Aditya pun langsung turun berdesak desakan bergegas membelikan sang istri air minum, Sungguh pengalaman pertama baginya dan juga yang sangat langka ia lakukan, Dimana seorang Aditya berlarian hanya takut wanitanya kehausan.


"Astaga....kekuatan cinta...ada ada aja...." Dengusnya sambil menghela nafas dan membuangnya, Aditya terlihat ngos ngosan dan tak karuan karena memburu waktu, Ia khawatir akan ketinggalan saat tiba giliranya naik ke dalam kincir. Hingga ia kembali ke tempatnya semula yang masih satu tangga lagi di atasnya yang mengantri, Dan sang istri masih setia menantinya disana.


Ifa hanya tertawa geli saat menyadari sang suami ternyata diam diam jago ngebanyol disana, Benar benar hal baru yang ifa sadari setelah beberapa hari menjadi nyonya Aditya Wibawa.


Sampai giliranya untuk masuk ke dalam kincir angin raksasa tersebut atau biang lala. Terlihat dua orang tengah berdiri sambil membukakan pintu untuk keduanya, Dan setelah ifa serta Aditya naik kedalamnya, Para penjaganya pun mengunci pintu biang lala dari luar. Kenapa di sebut raksasa? Bukan karena tempat yang di naiki itu raksasa atau begitu besarnya...melainkan hanya muat untuk empat orang saja jika di paksakan, Namun biasanya para pasangan hanya mengisinya dua orang saja. Dengan bangunan yang menjulang tinggi dan membuat kincir berputar sampai putaran penuh. Kincir angin atau biang lala yang selalu ramai pengunjung dan tak pernah sepi. Keduanya sepakat untuk naik hanya sebaris dan tidak berhadap hadapan, Karena ifa merasa sedikit takut jika sang suami harus berada di hadapanya dan tidak di sisinya. Dan untungnya Aditya mengerti kemauan sang istri sebelum ifa memintanya. Meskipun setiap biang lala nya di terangi lampu, Namun saat mencapai ketinggian dan menatap ke bawah yang begitu gelap namun gemerlap lampu lampu cahaya kecil kecil bak bintang bintang yang bertaburan di bawah mereka. Apa lagi cahaya dari para mobil yang berlalu lalang berjalan seakan lambat saat keduanya lihat dari atas ketinggian.

__ADS_1


"Sayang...aku denger denger dari Arga...bahwa kalau kita naik di dalam biang lala kayak gini...apa lagi tepat di ketinggian...yang paling atas...kita harus ciuman biar langgeng selamanya..." Ucap Aditya yang ngasal namun ingin mencobanya, Dan ifa hanya bisa tersenyum lalu mengangguk dimana ia merasa sedikit takut saat itu.


Bukan takut di cium, Melainkan takut karena biang lala yang keduanya naiki serasa sudah semakin berat merangkak naik ke atas.


"Meskipun tidak harus ingin mencobanya...kita pun bisa berciuman bby..." Ucap ifa dengan manisnya, Dan Aditya pun langsung mengecup bibir mungil sang istri dengan perlahan disana.


"Akkkh...kita ulang lagi ya nanti...aku kira tadi sudah sampai di puncak tertinggi sayang..." Ucap Aditya yang tengah menggoda sang istri, Mencoba menghiburnya karena terlihat sedikit tegang di wajahnya, Di tambah lagi pelukan erat tangan ifa di lenganya yang menandakan ifa tengah merasa sedikit takut saat itu.


"Sayang....kamu takut? Jangan takut...disini aman...dan aku akan selalu ada di sisimu...kalau takut...pejamkan matanya...biar aku peluk sampai akan turun nanti..." Ucap Aditya yang di turuti sang istri seketika, Dimana ifa mulai menutup rapat matanya, Sedangkan Aditya langsung memeluk tibuh ifa dan mendekapnya. Hingga beberapa saat Aditya mengamati wajah cantik sang istri di bawah dagunya, Menggiring tangan jahilnya untuk mengangkat dagu sang istri sedikit ke atas, Hingga dengan mudahnya ia menundukan wajahnya dan mendaratkan ciumanya disana, Saling berciuman tanpa peduli pada pandangan orang lain ataupun orang akan menatap ke arahnya, Yang ada hanya perasaan damai dan rileks untuk pasangan pengantin baru yang mulanya tegang dan sedikit ketakutan. Hingga ciuman berhenti saat biang lala yang ia naiki berhenti dan terlihat seseorang dari luar tengah membukakan pintunya.

__ADS_1


__ADS_2