Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
slalu cool


__ADS_3

anin berlari menuju dalam kamar mandi,


wajahnya merah panas rasanya...namun tidak terbakar.


"aku sudah lama menikah dengan nya...kenapa aku masih malu saat melihat dia berpose seperti itu,jantungku madih berdegup sama",


gumam anin.


lalu anin pun melepas pakaiannya mulailah ia mandi.


rendi yg sedari tadi hanya memakai handuknya pun dengan gagahnya berada di balkon sambil ke2 tangannya menyangga tubuhnya bersandar di pinggiran pembatas balkon.


ia melihat cuaca menjelang sore itu,


dengan rumah yg membelakangi matahari terbenam,


saat jam seperti ini terlihat sangat redup menyegarkan.


angin berhembus perlahan sangan sejuk...


rendi menyandarkan tubuhnya sejenak lalu berbalik,


di lihatinya istrinya sudah berdiri di ambang pintu menuju balkon.


rendi pun bergegas menghampiri istrinya dan mencium puncak kepalanya asal2an sembari berlalu akan berganti pakaian.


"sayang...nanti temani aku yuk..."


ucap anin pada suaminya.


"kau mau ku temani kemana sayang?"


tanya suaminya.


sambil rendi mengambil kaos lengan pendek yg berkerah warna merah tua.


dan celana kempol pendek ber merk nya.


anin berbalik dan menatap suaminya,

__ADS_1


benar2 tampan...hingga tanpa sadar anin terus menatapinya.


dari rendi memakai kaos nya celananya sampai mengacak2 rambut nya agar lebih cepat kering.


tiba2 ia mendekati suaminya hampir menyentuh wajah putih mulus suaminya,


rendi pun terkaget merasakan sentuhan ringan yg hampir mendarat di wajahnya.


ia lalu menatap istrinya sejenak...mengambil jemari anin yg tadi mau mengelus wajahnya namun di urungkan oleh istrinya itu.


di letakkannya di pipinya sambil di tahan oleh tangan rendi.


wajah rendi mendekat ke depan wajah istrinya,


di dapatinya wajah anin merona merah...


"sayang....kau tak apa2?"


tanya rendi saat melihat wajah anin makin merah.


namun dengan cepat anin membuang muka


ia sangat malu ketahuan begitu ngarep diperlakukan demikian.


tanya rendi yg menyadarkan anin akan niatnya semula.


ia meminta suaminya untuk menemani.


"itu kak...temani aku ayunan di taman depan ya nanti..."


pinta anin.


"iya sayaaang...aku akan temani..."


ucap rendi sambil mengelus puncak kepala istrinya,


"kirain mau kemana sayaang...aku sudah tegang..."


sahutnya lagi.

__ADS_1


"apa dia nakal akhir2 ini sayang?"


sambil mengelus perut istrinya dan membimbingnya untuk duduk di kursi depan meja rias.


rendi jongkok di depan istrinya.


anin hanya tersenyum sambil menggeleng.


"dia tak akan nakal...selama papanya ada di dekatnya",


ucap anin menggoda suaminya.


rendi yg menciumi perut istrinya pun langsung menghentikan aksinya,


lalu wajahnya mendongak saling memandang ke arah istrinya.


"sayaaang...jangan menggodaku lagi..."


kata rendi dengan senyum tertahannya seperti biasa.


"aku tidak menggodamu kak rend..."


ucap anin.


"memang benar saat kau ada di dekat kami...dia sangat anteng...bahkan nafsu makanku pun sangat baik...",


ucap anin lagi


lalu rendi meraih tengkuk istrinya dengan lembut...menariknya perlahan...mendekat ke depan wajahnya,


"karena ia tau.,.papanya sangat mencintai nya...dan selalu berharap lalian baik2 saja"


bisik rendi


lalu sedetik kemudian mengecup bibir istrinya dengan lembut,hingga matanya terpejam.


"baiklah sayang...aku akan menelfon neta balik dulu...dari tadi aku menungguinya namun tak kunjung ada telfon masuk."


ucap anin pada suaminya dengan tangan yg mendorongan ringan wajah suaminya yg terus saja ingin memagut bibir nya.

__ADS_1


"baiklah2...nikmati waktumu dengan sahabatmu sayang...aku akan tidur sebentar,"


ucap rendi lalu naik ke tempat tidur,rebahan disana.


__ADS_2