Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Ekspektasi dan realita yang tak sama


__ADS_3

"Akh...jantungku!" Ucap Nindi dengan mengatur nafasnya, ia tahu benar, bahwa perasaanya pada Arga tidak pernah berubah, dan malah makin bertambah, buktinya...sudah beberapa tahun pacaran lalu menikah, namun Arga selalu bisa menggetarkan hatinya, seperti masih saat dalam masa pendekatan saja.


"Arga Sanjaya...kau benar benar sudah mencuri dan menawan hatiku, bisakah aku pun demikian? aku harap sama!" Ucap Nindi yang lalu bergegas duduk di meja rias dan memoles riasan tipis di wajahnya, hingga Arga keluar dari dalam kamar mandi dan menuju lemari pakaian, mengambil pakaianya dan mengenakanya di hadapan Nindi.


Nindi pun cuek dan pura pura tidak melihatnya saja, ia hanya berusaha menata irama jantungnya, jantung yang suka tidak menurut saat ia menatap tubuh kekar suaminya, apa lagi saat tanpa pakaian.


"Sayang kok merem sih? sudah apa belum?" Tanya Arga saat ia melihat Nindi tiba tiba memejamkan matanya.


Namun saat Nindi akan membuka matanya, Arga dengan cepat menarik dagunya dan mengecup bibirnya, hingga mata Nindi yang setengah terbuka itu pun kembali terpejam lagi, hingga beberapa saat keduanya menikmati ciuman panas yang sengaja Arga buat, sampai keduanya saling nenyerah.


Nampak wajah bersemu merona di pipi Nindi, dan terlihat Arga masih menahan dagu Nindi dengan tanganya.


"Kamu cantik sekali hari ini, ayo cepat turun...sapa para keluarga yang masih tinggal, dan...itu...lipstiknya di olesin lagi...maaf sayang..." Ucap Arga dengan ibu jarinya yang tengah mengusap lembut bibir Nindi, lalu melepaskanya.


Setelah usai semuanya, barulah Nindi dan Arga keluar dari kamar hotelnya, keduanya langsung turun dan menuju tempat untuk sarapan, dimana tempat itu kemarin sudah sengaja di pesan oleh Arga untuk menjamu sarapan para tamunya yang tengah memilih bermalam di hotel.


Keduanya sengaja tidak buru buru, karena tahu...pastilah semua sudah pada pergi meninggalkan hotel, dengan langkah gontai keduanya berjalan menuju kesana, ketempat sarapan, terlihat mama, papa, serta Aditya dan juga sang istri yang masih tinggal, sedangkan bunda sudah tidak ada.

__ADS_1


"Selamat pagi semua..." Ucap sapa Arga dan Nindi bersamaan, lalu ikut nimbrung ke dalam obrolan.


"Sayang...mau aku ambilin sarapan apa ambil sendiri?" Tanya Arga pada sang istri, namun terkesan merapatkan bibirnya ke telinga Nindi, dan berbisik disana.


"Bentar ga...aku ambil sendiri aja," Ucap Nindi dengan balasanya.


"Mah...bunda kok nggak kelihatan? sudah sarapan belum?" Tanya Nindi yang perhatian pada ibu mertuanya.


"Itu...bundamu tadi ada sesuatu yang mendadak, dia balik duluan sayang...tak lupa bunda nitip salam buat kalian loh..." Ucap mama yang membuat Nindi serta Arga penasaran dengan nada suara mamanya.


"Apa ma?" Tanya Arga dan Nindi bersamaan.


Hingga terlihat pasangan Satria dan juga Yura yang baru saja tiba, dan berjalan mendekat ke arahnya.


"Pagi semua..." Sapa Satria dan Yura secara bersamaan, keduanya terlihat sangat harmonis dan manis pagi itu.


"Pagi sayang..." Ucap Anin pada pasangan Satria.

__ADS_1


"Sat...tante Neta mana sih? dari pertama pesta sampai pesta kedua juga belum kelihatan, aku kangen sat..." Ucap Nindi dengan rengekanya, namun Arga dengan sigap menarik lengan Nindi dan mendekapnya dalam pelukanya, bukan apa apa, karena Arga khawatir sang istri khilaf dan di peluk oleh Satria, mengingat cinta Satria yang begitu dalam pada istrinya sebelum bertemu dengan Yura.


"Kok aku di peluk?" Tanya Nindi pada suaminya.


"Aku pingin meluk aja sih...kenapa?" Ucap Arga dengan seriusnya, sebenarnya Arga tak suka Nindi merengek di depan lelaki lain. Hingga membuat semua mata yang melihatnya tersenyum bahkan tertawa.


"Oh...mama lagi sibuk banget Nindi...mungkin waktu pesta lusa baru bisa datangnya, mama udah pesan tiket kok buat lusa...pasti mama datang!" Ucap Satria yang membuat Nindi manggut manggut.


"Udah ayo pada sarapan...!" Ucap Arga yang mengajak semuanya yang belum sarapan ikut serta sarapan bersamanya.


Terlihat Ifa dan Aditya yang masih menikmati sarapan di ujung pojok tempat, sedangkan mama dan papa sudah usai dengan sarapanya dan hanya nyantai bersama puteranya, dan Nindi yang masih terlihat ngobrol asyik dengan Yura.


"Sat...aku dengar info dari petugas hotel, kamar kamu kosong tadi malam? kamu tidur dimana?" Tanya Arga saat tengah mengambil nasi goreng daging dan telur ceplok di tempatnya, menu sarapan pagi itu.


"Kemana lagi ga? ke kamar Yura lah!" Ucap enteng Satria yang membuat Arga sedikit melongo saking terkejut, karena Arga kira keduanya masih berstatus pacaran.


"Kamu duam diam gila ya Sat!" Ucap Arga dengan tiba tiba.

__ADS_1


"Hah...aku gila? kenapa aku? kamu kali yang gila ga!" Ucap balik Satria yang tengah menimpali ucapan Arga barusan.


"Akh...terserah aja deh mau gimana juga!" Ucap Arga yang berlalu pergi meninggalkan Satria di tempatnya, karena Arga tahu, ia juga pernah mengalami hal tersebut, namun kenyataanya ia dan Nindi meski sekamar tapi tidak melakukan apa apa, itu yang Arga alami, tapi orang yang melihatnya sudah membuat gosip dan bahkan menghebohkan media.


__ADS_2