Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
perasasaan itu


__ADS_3

hingga terdengar pintu kamar dari luar di ketok,


"tok...tok...tok..."


anin memeluk suaminya,


suaminya pun membalas pelulannya dengan lebih erat.


"tuan...di panggil tuan sepuh untuk sarapan..."


kata bi ani dari luar pintu kamar.


"sebentar lagi kami turun bi..."


sahut rendi dengan masih sambil membelai belai lembut rambut istrinya.


"kamu jadi manja begini terus saja yank... aku suka,"


kata rendi.dengan mata menatap istrinya.


"kalau kamu suka...kenapa suka gerutu kalo aku minta lari pagi??andai aku boleh ikut...pasti aku ikut kamu kak rend..."


sahut istrinya.


"kamu lagi hamil sayang...masak iya mau ikut lari-lari sih?


sebenarnya...tanpa lari-lari pun aku bisa memghasilkan keringat lo sayang...!"ucap rendi menerangkan.


"benarkah kak?"


mata anin berbinar menatap wajah suaminya.


"mau sekarang kak..!"


kata anin dengan senyum manjanya,


"auh,"


teriak anin karena ketukan jari di dahinya,


lalu ia pun terlihat manyun.


"apa hormon kehamilan bisa membuat orang jadi bodoh?"


tanya rendi.


"kamu mau di hukum sekarang??kamu yakin sayang?"


tanya rendi.

__ADS_1


nada suaranya menurun lembut,sambil tangannya terus mengelus wajah anin dan jempolnya mengusap-usap bibir istrinya yang manyun,


anin terbelalak mendengar kata-kata "hukuman" pada ucapan suaminya itu.


jelas...yang di maksud hukaman itu ya...yang biasa mereka lakukan.


"kamu yakin?kamu mau?"


tanya suaminya dengan nada menggoda lagi.


lalu menarik dagu anin dan hampir menciumya,namun dengan cepat anin melonjak dari pangkuan suaminya,


karena anin tahu...kalau suaminya sudah tersenyum menakutkan seperti itu...bisa-bisa anin nggak bisa bangun dan berjalan malahan,


"aku mau nemani kakek sarapan kak..."


kata anin lalu berlalu meninggalkan suaminya secepatnya pergi,


rendi yang melihat tingkah lucu istrinya pun terkikik lalu beranjak dari duduknya mengejar istrinya.


"kakek...."


sapa anin...


"kek"..


di susul rendi di belakangnya,melingkarkan tangan di pinggang istrinya.


kata kakek.


"ada yang ngajak cari kringat lagi tu kek..."


canda rendi yang di tanggapi cubitan anin mendarat di pinggangnya...


"uuugh..."


ucap rendi sambil meringis menahan,


lalu rendi membuka kursi untuk istrinya,dan rendi duduk di sampingnya,


tiba-tiba..."huuuueeeeekkkk"....anin mual-mual...


"hueeewkkk...."terdengar lagi,lalu anin berlari ke wastafel terdekat.


"hueeek...."


makin berkurang mualnya saat jauh dari makanan,rendi cepat-cepat menghampiri istrinya,memijat-mijat tengkuk dan pundaknya,


"sayang....kau tak apa??"

__ADS_1


tanya rendi,


namun anin hanya menggeleng menatap suaminya,


"ayo kembali ke meja makan,"kata rendi.


tiba-tiba kakeknya sudah berada di dekatnya,


"anin akan mual dan muntah lagi jika kamu ajak ke meja makan lagi rend..."


"lalu aku harus apa kek??"


tanya rendi lalu pandangan anin dan rendi bertemu.


"setahu kakek...ia akan menerima makanan hanya yang dia mau nak...atau yang calon anakmu inginkan,"


kata kakek.


"maaf kakek...sudah mengganggu sarapannya..."


ucap anin yang di sambut senyum kakek.


lalu kakek melanjutkan makannya.


rendi memapah istrinya ke sofa di ruang keluarga,


"aku tak apa kak rend...kamu cepatlah sarapan dulu...kalau aku pingsan lagi siapa yang membopongku kalau kamu tak ada tenaga?"


goda anin tapi suaminya tak tertawa,rendi lebih khawatir pada istrinya itu.


"baiklah aku sarapan dulu...setelah itu kita periksa ke dokter kandungan ya sayang..."sambil mengecup kening istrinya,


lalu anin berdiri berjalan menuju kamarnya,kepalanya pusing...perutnya seperti di aduk-aduk tak karuan...jangan kan rasa lapar...yang ada malah perutnya penuh dan tak enak rasanya.


"gimana istrimu??"


tanya kakek di sela makan sarapannya.


"dia kekamar kek..."


sambil menatap udang goreng kesukaan anin yang ada di meja makan.


sejak dari dia datang kemari,menjadi nyonya rumah ini...udang goreng jumbo adalah makanan yang wajib ada di atas meja makan.


meskipun tak sedang makan,istrinya suka nyemil itu.


rendi teringat saat beberapa hari yang lalu,


dia sedang berada di ruang keluarga dengan laptop di pangkuannya,

__ADS_1


istrinya duduk lesehan di bawahnya sambil membawa semangkuk besar udang goreng krispi,sambil menonton tv ia memenuhi mulutnya dengan makanan kesukaannya.


lalu terlintas senyum tertahan di bibirnya.


__ADS_2