
rendi dan anin mengerti dan merasa lumrah dengan sikap puterinya yang seperti itu hanya karena berita saja,
maklum nindi jarang terekspos hampir tidak pernah malahan,keberadaan nindi memang tidak pernah di jamah publik,karena rendi memang menginginkan hal semacam itu,agar ke adaan puterinya itu damai damai saja tidak gila foto atau gila berita yang seperti anak anak pengusaha lain yang suka menjadi sorotan publik bahkan banyak dari mereka yang hanya mencari sensasi agar dirinya masuk berita utama.
"nggak tahu kenapa papa dan mama sepertinya sudah biasa dengan gosip sosip ya..."gerutu nindi dengan tidak senangnya.
di kamar anin dan rendi.
"papa lihat....gara gara papa nggak pernah ngajak nindi ke acara acara resmi tuh...nindi sampai seperti itu heboh nya karena berita saja...padahal wartawan juga nggak tahu wajahnya tu pah..."kata anin sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"dulu siapa yang bilang pinginnya nindi jangan terekspos?padahal sudah sejak kecil nindi papa ajak ke acara acara lo ma..."balas papa rendi yang nggak mau kalah dari istrinya,sambil ikut rebahan di sisi istrinya itu.
"papa nggak ngantor nih hari ini?"tanya anin ingin tahu.
"hemmmmz....papa mau nemani yang di dalam tuh...nggak tahu ntar dia jagoan apa putri raja kaya kakak nya yang bawel itu..."ucap rendi dengan manisnya sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.
"ehemmmz....papa...sama anak sendiri gitu sih...."
dengus anin pada suaminya yang masih dengan elusan elusannya.
__ADS_1
"nindi itu suka kamu manjain sayang...lihat tuh...puteri raja aja kalah ama nindi sayang...."canda rendi dengan manisnya yang membuat anin ikut senyum senang pula.
"kok nggak jawab sih pah...hari ini nggak masuk kerja ya?"
tanya anin lagi karena pertanyaannya tadi belum di jawab suaminya.
"kenapasih sayang dari tadi tanya terus...aku mau kerja mau nggak kenapa sih...aku masih mau sama yang di dalam kan...aku bilang tadi gitu..."ucap rendi dengan sewotnya dan sangat manja sambil memeluk pinggang anin.anin hanya nyungir keheranan.
lalu tanpa terasa keduanya pun tertidur,
di tempat arga.
"dddrrrrrttt....dddddrrrrttt...."ponsel arga bergetar,langsung ia pun terbangun dari tidurannya dan menyambar ponselnya,langsung di angkat sampai tidak di lihatinya siapa yang menelephone,
"halo....sayang...."jawab arga antusias.
"aduh...sayangnya bunda ada peningkatan nih...jawab telephone nya bunda langsung cepet...pakai panggil bunda sayang segala...padahal biasanya lama ngangkatnya,bunda kangen...katanya lagi ke luar negeri nak?nggak mampir negara tempat bunda kah?"
tanya bunda yang tiba tiba membuat arga gelagapan dan sedikit kecewa bahwa itu bukan nindi kekasihnya yang sedang menelephonenya,
__ADS_1
"apa cuma aku yang merindukanmu?padahal baru sehari saja sayang,"ucap dalam hati arga dengan sedikit lamunan di sana.
"sayang...kamu nggak dengar mama bicara ya?kok diam aja sih?"tanya bunda tiba tiba.karena arga hanya diam saja.
"eh apa bunda....maaf...maaf bunda....kirain arga tadi nindi...maaf bund..."jawan arga dengan jujur nya.sambil menggaruk garuk kepalanya.
"bunda tadi tanya apa ya?"tanya arga balik.
"nggak jadi nak...kalau sempat mampir tempat bunda ya sayang...selamat istirahat sayang...ya sudah bunda tutup dulu,"ucap bunda di barengi matinya sambungan telephone lagi.
lalu arga meletakkan ponselnya kembali di samping kepalanya yang rebahan.
"ddddrrrt....ddddrrrrtt...."getar ponsel arga lagi,dengan ogah ogahan dan mata terpejam arga mengambil ponselnya dan mengangkat nya.
"halo...arga mau tidur nih...gangguin mulu dari tadi?"
dengus arga sambil menempelkan ponselnya di telinga.
"arga...kan...kamu nggak pingin aku telephone ya ternyata...aku matikan kalau gitu,"dengus kesal nindi.
__ADS_1
"eeeeeh....sayang...nggak gitu...bukan gitu maksud aku...aku pikir bunda tadi....aku kangen lah ma kamu...video call an yuk..."ucap arga dan sontak langsung terbangun dari tidurannya.