
lalu rendi pun menancap gas mobil nya lebih kencang dari yang tadi,dan arga pun mengikuti kekencangan mobil dari om rendi itu.
"nah gini dong sayang...harus nya papa kamu tu...masak ia tadi lajunya mobil bisa di salip pengendara sepeda onthel sih sayang,"ucap arga pada nindi sambil sesekali melirik ke arah kekasihnya itu,dan nindi pun tersenyum menganggap ocehan arga yang begitu lucu karena memang benar.
tibalah mobil rendi di pelataran warung sate pak mad,di susul mobil arga dan nindi yang berhenti di samping mobil papa nya,
warung pak mad begitu ramai nya pengunjung apa lagi di malam minggu seperti ini,warung yang sekarang bisa di katakan sebesar restoran itu dengan parkir yang sangat luas hingga muat untuk tiga bus besar,namun harga nya masih sama merakyat dan sangat terjangkau,tapi untuk soal rasa...warung sate pak mad tidak pernah berubah sama sekali,
"wou sayang...kenapa tempat ini begitu besar dan ramai sekali?papa kamu tadi bilang ini warung kan?tapi apa nggak salah ni sayang?ini bukannya restoran berbintang ya?"tanya arga yang keheranan dengan tempat yang ia kunjungi itu.di bilang warung tapi begitu ramai dan begitu besar tempatnya,di bilang restiran tapi bisa pesan seperti di tempat kaki lima dan harganya benar benar tidak menguras kantong.
"pah...kenapa ramai sekali?"tanya anin pada suaminya.
"sayang...kamu mau tunggu di sini saja biar aku yang carikan tempat dulu,atau kau mau sekalian ikut berdesak desakan sayang?kelihatannya banyak orang mengantri di sana...apa nggak apa apa sayang?"tanya rendi pada isterinya itu.
"nggak apa pah...aku ikut saja deh...ngapain di sini sendirian..."ucap anin pada suaminya.
"tok tok tok,"suara kaca jendela di ketuk dari luar.
lalu anin membuka kaca jendelanya,dan menengok ke arah luar.
"mama...ayo keluar dong...betah amat sih di dalam sama papa,"ucap nindi begitu saja.yang di sambut senyum oleh mama nya itu.
"iya sayang...ini juga keluar lo..."ucap anin sambil menutup kaca jendela dan ia keluar dari dalam mobilnya di susul rendi suaminya.
"kalian mau ikut masuk sekalian atau nunggu disini saja?"
tanya rendi pada nindi dan arga yang berada di dekat anin isterinya.
"om arga ikut aja..."ucap arga seketika sambil menggenggam tangan nindi dan mengekori om rendi dan tante anin yang berjalan lebih dahulu.
ke empatnya berjalan masuk ke dalam warung sate,tiba tiba saja ke empatnya mematung seketika sambil celingukan mencari tempat untuk duduk,namun terlihat semua tempat sepertinya sudah terisi semua,
"waduh...kedatangan sahabat lama ini..."ucap seseorang yang baru datang mendekat ke arah rendi dan anin.
"hey sobat...bagaimana kabarnya?makin rame aja nih usahanya...selamat ya..."ucap rendi pada gilang sahabat plus mantan rival lamanya.
__ADS_1
"semua ini nggak akan terjadi tanpa suntikan dana darimu rend..."ucap gilang seketika sambil menyalami lalu memeluk tubuh rendi.
"hey anin...wah makin cantik aja sih kamu,"goda gilang pada anin namun rendi yang malah melotot ke arah gilang.
"hemmmz...nggak ingat terakhir kali bonyok ya lang?"
ucap rendi dengan dengusan nya dan tepukan di pundak gilang.
"waduh...aku sampai jadi adonan gitu...mana bisa lupa sih rend...bercanda aja ini rend...sabar..."ucap gilang lagi sambil tangannya memohon.
"ini?"tanya gilang seketika yang sudah pangling dengan nindi.
"ini nindi puteriku lang...masak kamu lupa?"ucap rendi pada gilang.
"om...senang bertemu om lagi..."sapa nindi sambil menyalami om gilang.
"ini...?"tanya gilang ingintahu sambil menatap ke arah arga.
"arga om..."jawab arga seketika sambil mengulurkan tangan menjabat tangan om gilang.
"arga sanjaya lang..."ucap rendi mengenalkan seluruh nama gilang.
"kenapa om?"tanya arga seketika saat melihat om gilang yang sedikit berbeda.
"tidak...tidak apa apa kok,"ucap gilang seketika.
gilang sempat mendengar desas desus yang sempat beredar.ada beberapa anak buah dari kelompok pencari berita dari luar negeri...dan teman gilang termasuk anggotanya yang masih aktif sampai sekarang.ia bercerita lumayan banyak pada gilang,bahwa ketua kelompoknya itu adalah Arga sanjaya,dan ternyata arga sanjaya yang terkenal di kalangan dunia keras itu masih sangat amat muda.
"emmm...rend...sini ayo ikut aku masuk ke dalam...di sana lesehan rend...khusus untuk kerabat sebernanya...tapi kan kau termasuk di dalamnya...ayo...silahkan semua..."
ajak gilang pada sahabatnya dan juga yang datang bersamanya.
lalu arga dan nindi pun mengikuti papa dan mamanya dan juga om gilang.
hilang mempersilakan ke empat tamu spesialnya itu untuk menempati tempat yang sudah di sediakan.
__ADS_1
dan semuanya turut duduk lesehan di sana.
"rend...bisa ikut aku sebentar nggak?"ucap gilang seketika.
"ada apa lang?"tanya rendi tiba tiba namun ia akhirnya ikut juga.
"rend...kamu beneran kenal siapa arga sanjaya itu nggak?"
tanya gilang pada temannya.
"gimana nggak kenal sih lang...itu kan pacar anakku...jelas aku tahu lah..."jawab rendi namun masih dengan keheranannya.
"bukan itu yang aku maksud rendi...gilang itu pimpinan mafia rend...kelompok hitam...kamu yang bener aja makanin nindi ke pria seperti itu,"ucap gilang seketika namun dengan nada bisik bisiknya.
"tutup mulutmu lang...dimana mana banyak orang nya...kau jangan sembarangan ngomong..."jawab rendi seketika yang membuat gilang semakin terkejut ternyata sahabatnya itu sudah tahu siapa arga sanjaya sebenarnya.
"gila kamu rend...bisa bisanya...."ucap gilang yang belum selesai.
"aku tahu siapa dia lang...aku yakin...nggak akan apa apa lang...tenang lah..."ucap rendi menenangkan sahabatnya itu.
"lalu...apa kau juga tahu musuh terbesarnya rend?"tanya gilang lagi lebih mendetail.
"aditya wibawa,dia adalah mantan anak angkat sama seperti arga,cuma arga yang di pilihnya,"ucap rendi memberitahu gilang.
"kalau yang lain...aku nggak tahu lang...orang suruhanku hanya sanggup mengorek sampai situ saja,"
ucap rendi lagi menerangkan.
"ah sudah lah lang...ayo cepat siapkan makan malam nya...aku kelaparan ini,"ucap rendi dengan seriusnya.
lalu rendi pun bergegas kembali ke tempat duduk nya semula.
ia melihat istrinya memegangi kepalanya,nampak pusing.
"sayang kamu kenapa?kamu tidak apa apa kan sayang?"
__ADS_1
tanya rendi seketika saat berada tepat di samping isterinya itu.
"nggak apa apa kak...aku hanya ngantuk...aku kurang tidur pah...nggak apa apa kok."ucap anin menyembunyikan pusingnya pada suami dan puterinya.