
Siang itu Arga mencoba menghubungi Rendi, Ia berniat untuk mengajaknya sekaligus makan siang di kantornya, Namun ternyata Rendi tidak bisa karena sudah ada janji terlebih dahulu. Hingga Arga pun meminta izin untuk mengajak Nindi makan siang, Dimana Arga akan sedikit membuat kehebohan, Makanya sejak awal Arga sudah meminta izin terlebih dahulu agar terhindar dari hal hal yang tidak di inginkanya. Terutama kemarahan om Rendi yang pasti tidak ia inginkan.
Gadis muda dengan rambut hitam pekatnya yang lurus, Tengan menyelonjorkan tanganya di atas meja kerjanya, Dimana ia merasa sangat bosan dan bahkan hampir kesepian. Ia sudah menolak semua ajakan makan siang, Dan ia pun sudah memberikan semua makan siang yang ada di mejanya tadi pada rekan rekan yang lainya, Alhasil untuk keluar ruang kerjanya ia begitu malau...pastilah semua akan tahu jika ia sedang berbohong saat menolak semua orang, Ya Nindi Wijaya, Kini ia tengah sendirian disana, Ia khawatir jika ia keluar ia akan merusak citra papa nya dengan kebohonganya, Karena semua sudah tahu...bahwa Nindi wijaya adalah puteri dari Rendi Wijaya.
"Aaakh....aku lapaaar...tapi aku nggak bisa keluar sekarang...huuuft...andai saja...ada pangeran berkuda putih yang akan datang menjemputku...pasti aku akan dengan senang hati ikut sekarang." Ucap Nindi yang sudah berhayal macam macam. Dia tidak tahu...di luar ruang kerjanya tengah heboh oleh kedatangan seorang pria tampan bak pangeran negeri dongeng...impian semua gadis, Ya...dialah Arga Sanjaya, Pria tampan yang membawa buket besar bunga mawar merah yang sangat segar di pandang mata dengan pita berwarna pink yang menyatukan semua tangkai tangkai mawar tersebut menjadi satu dan membetuk buket besar bunga warna merah di tanganya.
"Apakah Arga Sanjaya...pimpinan grup Sanjaya itu akan menjadi menantu grup Wijaya?" Ucap salah seorang pegawai yang tengah ikut bergerombol melihat pemandangan yang di lihat banyak pasang mata.
Hingga beberapa orang suruhan Arga masuk membawa bungkusan bungkusan pizza di tanganya serta minuman pelengkapnya.
"Maaf...bisakah saya tahu dimana letak divisi keuangan perusahaan ini?" Tanya Arga pada salah seorang yang tengah berada di hadapanya itu.
__ADS_1
"Aaah....itu anda naik saja ke lantai empat...nanti disana anda pasti lihat kok ruanganya." Ucap seseorang dengan terbata bata karena syock, Seorang Arga Sanjaya bertanya padanya dengan ramah. Dan semua yang melihat baru menyadarinya, Bahwa Seorang Arga ternyata tidak se menakutkan yang orang bilang. Setelah berterimakasih pada orang tersebut, Arga pun menuju ke arah ruangan yang di tunjukan padanya.
Hingga ia menemukan ruang divisi yang ia cari, Dimana ia dapati sang kekasih tengah menyelonjorkan tanganya ke depan menempel meja dengan kepala menapak lenganya, Pipinya menempel di lengan tanganya, Dengan perlahan Arga mendekat ke arahnya, Ia lalu jongkok tepat di hadapan wajah Nindi yang tengah tertidur disana. Sesaat ia pun tersenyum ketika ia dapati di meja kekasihnya itu banyak makanan, Dan saat itu pula ia mengerti yang di alami Nindi,
"Pastilah ia kesulitan menolak mereka," Ucap Arga dalam hatinya, Dengan tangan yang terangkat dan jemari yang nengelus lembut pipi Nindi disana. Beberapa saat nindi sempat mengusap usap pipinya tersebut, Karena ia merasakan sesuatu yang lembut hingga membuatnya geli.
Dan tingkah Nindi pun membuat gemas Arga, Sampai ia pun mencubit pipi Nindi dengan sedikit tekanan yang membuat Nindi membuka matanya perlahan lahan. Namun ia tetap dalam posisinya semula.
"Aaah...aku sampai kebawa mimpi kayak gini sayang...tahu nggak...penolakanmu ternyata bisa membuatku sedih. Dan mimpi ini begitu nyata aku rasakan..."
Ucap Nindi sambil jemari tanganya beralih menyentuh wajah Arga dan mengelusnya perlahan disana. Beberapa kali elusan sampai jemari Arga menghentikanya dan menggenggamnya.
__ADS_1
"Maaf sayang...ini Aku...ini bukan mimpi...aku belum telat kan datang ngajak makan siangnya? apa kau mau aku suapin disini?" Ucap Arga yang sontak membuat Nindi membuka lebar lebar matanya, Dan mengingat kembali kata katanya tadi yang ia lontarkan.
"Ayo bangun...temani aku makan siang...aku nggak mau makan sendirian." Ucap Arga sambil menyerahkan buket bunga mawar merah di tanganya itu pada Nindi. Lalu ia pun berdiri dari hadapan Nindi.
Dan dengan senang hati Nindi pun menerima bunga mawarnya, Ia lalu berdiri sambil menarik tangan Arga hingga Arga membungkuk dan Nindi memeluk Arga dengan erat disana, Rasa sesak yang Arga rasakan saat lehernya di peluk kekasihnya itu dengan eratnya.
"Arga...aku kira hanya mimpi bisa ketemu kamu...akhirnya aku terselamatkan...makasih sayang..." Ucap Nindi sambil berbisik lirih tepat di telinga Arga.
dan tanpa keduanya sadari, Di luar pintu ruang divisi tengah menguping beberapa orang disana, dan mengintip ke dalam ingin tahu. Sontak membuat semuanya menutup matanya dengan jari jari tanganya saat melihat Nindi dari divisi tersebut tengah berpelukan dengan pimpinan grup Sanjaya.
"Hebat...baru kali ini aku melihat gadis biasa seperti dia bisa mendapatkan hati pimpinan grup Sanjaya." Ucap salah satu karyawan yang belum tahu tentang siapa gadis yang tengah di gosipkan tersebut.
__ADS_1
"Heeeh...jangan ngaco kamu...dia pewaris grup Wijaya tahu...pantaslah ia bisa membuat pimpinan grup Sanjaya bertekuk lutut padanya!" Ucap salah satu karyawan lain yang menimpali, Hingga membuat semua yang mendengarnya terdiam dan mematung di tempatnya masing masing.