Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Dan salah arti


__ADS_3

Terlihat Nindi dan Arga tengah puas dengan hidangan yang ada di pesta pernikahan Aditya tersebut.


Sampai...Arga lupa untuk menyapa papa kekasihnya yang ternyata belum pulang karena masih menunggui Nindi disana dengan mamanya.


"Ah...om Rendi...!" Sapa Arga saat Rendi berjalan mendekat ke arah keduanya.


"Maaf om....Arga tadi nggak ada kesempatan buat nyapa om dan tante..." Ucap Arga dengan seriusnya.


"Nggak apa apa ga...dan kamu Nindi...ayo mama udah nungguin kamu dari tadi di mobil tuh...cepet..." Ucap Rendi pada kedua muda mudi yang ada di hadapanya, Dimana disana adalah puterinya salah satunya.


"Papa...Nindi kan udah gede...Nindi sama Arga aja ya pah pulangnya..." Ucap Nindi yang sedikit memberontak keinginan papanya. Namun Arga hanya menatap pada orang tua kekasihnya itu dengan senyumanya saja. Karena Rendi pasti tahu seberapa siapnya Arga kalau hanya untuk mengantar puterinya pulang selamat sampai rumah.


Namun Rendi tidak terima begitu saja keinginan puterinya itu, Pastilah nanti akan sangat merepotkan Arga, Pikir Rendi yang sedikit khawatir. Bukan khawatir karena apa apa...namun karena tingkah puterinya yang kadang kadang konyol dan kekanak kanakan karena ia terlalu manja.


Sampai Aditya dan juga ifa terlihat datang menghampiri ketiganya, Dimana Ifa sudah terbiasa mengalungkan tanganya ke lengan sang suami, Dan Aditya pun dengan hati hati membimbing istrinya di setiap langkahnya, Langkah kaki yang memakai heals terlalu tinggi, Karena Adirya tahu ifa belum terbiasa dengan keadaan seperti itu.


"Om...biarkan Nindi menemani istri saya sebentar lagi ya om...yura dan Satria juga sudah langsung berpamitan karena kerjaan...ifa tidak ada teman lagi selain Nindi om...biarkan Nanti Arga yang mengantarnya pulang...!"


Ucap Aditya yang baru di dengar oleh Rendi, Dimana Aditya selama ini setahunya adalah seorang yang dingin dan tidak ramah pada orang lain. Bahkan terkesan cuek dan tidak mau tahu, Kini telah bicara padanya dan terkesan memohon. Sampai Arga pun ikut bicara disana.

__ADS_1


"Iya om...nanti pasti Arga antar sampai rumah Nindinya...janji...!" Ucap Arga dengan senyum yang tulus ia berikan pada papa kekasihnya tersebut.


"Oke...oke baiklah...Nindi...papa sama mama pulang dulu ya...jangan sore sore pulangnya...!" Ucap Rendi yang mulai berbalik meninggalkan ke empat muda mudi tersebut.


"Iya pah....iya....nanti malam juga Nindi ada kencan...pasti ntar pulang cepet...atau pulang sekalian malam aja..."


Ucap canda Nindi yang membuat Rendi menoleh ke arahnya dengan satu jari telunjuk terangkat yang di goyang goyangkanya, Di tambah kedua matanya yang menyipit dan membuat kedua alis tebalnya seperti akan menyatu.


"Aaaah...iya papa...Nindi tahu...Nindi nggak akan sampai malam kok...Nindi cepet pulang ntar..." Ucapnya sampai Rendi kembali pada jalanya dan pergi tanpa terlihat lagi oleh pandangan mata ke empat orang yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Kak...masak iya beneran minta di temenin sih? aku tinggal jalan ama Nindi dulu ya..." Bisik Arga pada Aditya saat Nindi tengah berbincang bincang dengan ifa di sebelahnya.


"Dasar...kirain tadi belain aku...eh belain kakak ipar ternyata!" Dengus kesal Arga yang samar samar Aditya dengar di sampingnya.


"Kamu ngomong apa? bicara kok nggak jelas...di dengerin sendiri!" Ucap Aditya yang menyadari ke bad mood tan Arga, Dimana Arga pasti capek dan lelah setelah perjalanan jauhnya di dalam pesawat tadi, Dan kini ia masih menghadangnya dengan ke egoisanya yang sebenarnya ia rasakan sedikit ingin nyantai saat Arga temani, Jantungnya selalu berdegup kencang saat tatapan matanya bertubrukan dengan mata istrinya, Rasanya benar benar tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.


"Iya iya....ya udah...balik sono...!" Ucap Aditya dengan ekspresi yang ia buat se kesal mungkin yang di tunjukan pada Arga, Namun kenyataanya ia begitu pengertian.


"Kakak yakin?? kakak beneran?" Ucap Arga, Namun sebelum Aditya menjawab atau berubah pikiranya, Arga langsung menarik tangan Nindi dan secepatnya pergi meninggalkan kedua pengantin yang masih berdiri mematung menatap kepergianya. Tak lupa sebelum pergi keduanya sudah berpamitan dengan ifa, Meski dengan sangat kilat.

__ADS_1


"Kita mau kemana ga?" Ucap Nindi yang belum tahu tujuan selanjutnya.


"Kemana lagi...aku mau tidur sayang..." Ucap Arga seketika, Sontak memnuat Nindi menghentikan langkahnya, Dan tarikan tangan Arga lepas seketika dari jemarinya.


"Kok berhenti sayang? ayo...bentar aja kok...nanti aku pulangin...udah di hotel dekat sini aja nggak apa kalau gitu sayang..." Ucap Arga dengan entengnya, Dimana maksud Arga tidur tersebut adalah istirahat pada umumnya, Karena tubuhnya benar benar capek saat itu, Dan butuh istirahat. Namun sesuatu yang salah sedang Nindi tafsirkan, Hingga membuatnya beberapa kali menelan ludahnya, Dan kakinya begitu berat melangkah disana.


"Aaakh...gadis ini pasti lagi mikir yang enggak enggak nih...!" Dengus dalam hati Arga, Lalu ia pun menghampiri Nindi yang masih berada di tempatnya terhenti semula.


"Pikiran kamu pasti sudah ngayal yang nggak nggak lagi...tapi entah mengapa aku malah menganggapmu lucu dengan ke polosanmu ini sayang...aku masih merindukanmu...tapi aku capek...aku dari bandara tadi langsung kemari...sampai nggak sempat bawa ponsel...aku ingin istirahat sebentar saja...kamu mau kan nemani aku?"


Ucap Arga sambil mengusap usap lembut puncak kepala Nindi yang ada di hadapanya, Dengan senyumanya yang hangat ia sunggingkan. Lalu Nindipun mengangguk tanda ia mengerti. Hingga keduanya memutuskan untuk mencari hotel terdekat dan memboking satu kamar vip disana. Memutuskan untuk beberapa jam beristirahat sampai waktunya Arga mengantar Nindi untuk pulang.


Pastilah keduanya disana hanya istirahat, Karena Arga tahu batasanya yang tidak mungkin ia langgar, Dan Nindi pun sama, Ia tidak mungkin menghianati kepercayaan yang di berikan oleh kedua orang tuanya.


Arga yang sudah memastikan aman dari awak media pun berjalan bergandengan tangan dengan sangat nyamnanya, Hingga sesekali tanganya terlihat merangkul pundak kekasihnya itu sampai menempel padanya.


Keduanya masuk kedalam kamar dengan di sertai cekikik canda yang selalu Arga coba berikan meski ia sangat penat. Usahanya agar sang kekasih tidak bosan disampingnya.


Yuhu....para readers yang baik hati dan budiman....baru di up in dari pihak noveltoonya...mohon di maklumi ya kaka...saya sudah ngirim dari semalam ini...terimakasih atas pengertianya...slamat membaca...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2