
"kak rend...ini urusan cewe ya..."
kata anin pada suaminya,
"tapi tadi aku dengar...istriku dan temannya menyebut lelaki tampan..jadi aku harus punya urusan dooonk..."
kata rendi sambil menatap tajam ke arah istrinya.
"kak rendi salah dengar...kami tidak menyebut lelaki lain..."
sahut anin dengan wajah ngeyelnya.
"aku dengar sayaaang....masalahnya..."
kata rendi sama ngototnya.
sambil berhadapan dengan wajah istrinya,
mungkin jaraknya hanya 20 30 cm lah.
"kamu salah dengar kak rendi..."
sahut anin lagi.
neta hanya mengelus dada sambil menarik nafas dalamnya.
ia mendengus melihat kelakuan sahabatnya dan dosennya persi anak kecil berebut permen.
"masalahnya apa!!(sepele)".
15menit kemudian...
neta sudah tdak tahani dengan jongkoknya di bawah menunggu ke2 orang yg saling ngeyel.
yg 1 tak mau ngaku gantengnya suaminya...
yg 1 ngeyel denger kata "cowok ganteng".
"hhhyyyuaaaaaaa"
triak neta sembari menyembul dari bawah.
"kalian tu bisa gak sih gak saling ngeyel karena masalah sepele.
"kau nin...akui saja gantengnya suamimu...dam tadi kita bicarakan itu suamimu.
"dan anda pak rendi...gak usah ngeyel terus...
kata neta.
"kau suruh aku ngaku net..."kata anin.
__ADS_1
"kau tak tahu saja...klo aku muji kak rendi...bisa2 dia meminta imbalan karena dia sudah membuatku senang...
dan kau tahu apa artinya itu??
bisa jadi besok aku takbisa jalan"
grutu anin.
"harusny kamu ngaku aja yaaank..."
kata rendi.
"aku ngeyel karena istriku menyebut laki2 ganteng dan dengan wajah bahagianya...hatiku sakit..."
kata rendi dengan menatap lekat istrinya.
lalu anin mendekati rendi,karena tersentuh ucapan suaminya.
"maaf sayang...kau harusnya tahu...wajahku bisa berbinar hanya saat aku memikirkanmu",
ucap anin yg langsung di sambut rendi dengan membuka ke2 tangannya,
lalu anin masuk kedalam pelukan suaminya.
tiba2...
"hiyyuaaaaa.....kalian bener2...,"
"ternyaya aku dari tadi mungkin di suruh nyari nyamuk buat di pites kan..."
"aku gak peka...bener2..."
gumam neta di sela sela jalannya.
"sayaaang aku kangeeen..."
neta memanggil kekasihnya.
"punya pacar kenapa brasa jomblo si..."
kata neta lagi.
"andai pacar bisa di tukar tambah,ngenes amat ya..."
neta2 bener2 lagi setres gara2 tingkah temannya.
di tempat anin dan rendi.
anin berdiri di pinggir pambatas gedung.
namun tepiannya lumayan tebal dan jauh dari pinggir gedung.
__ADS_1
rendi menyusulnya dengan sebotol air mineral ditangannya yg lalu di letakkan di atas pembatas yg setinggi dada orang dewasa.
rendi memeluk tubuh istrinya dari belakang.
tangannya melingkar di pinggang istrinya,
"sayang...kenapa kita tidak pulang saja??"
kata rendi.
"disini sudah sepi...kamu tak takut??"
tanya rendi lagi.
"kak rend...kau tau...di tempat terbuka itu lah aku merasa aman..."
jawab anin.
"kenapa??"
tanya rendi.
"kalau di tempat terbuka...gak mungkin kan kau memakanku",
kata anin yg sedang menggoda suaminya.
"kalau pulang sekarang...mungkin aku sudah habis kau makan.
canda anin lagi.
anin memang berniat bercanda dengam suaminya,
namun malah membuat suaminya tertantang.
"kau yg paling tahu aku sayang..."
ucap rendi dengan tangan nakalnya,
dan dengan mudahnya menyusupkan wajahnya di sela leher istrinya,
karena rambut pendek istrinya.
entah sudah berapa bekas yg ia tinggalkan disana.
anin hanya bisa menahannya,
tangannya mencengkeram kuat tangan suaminya.
"kak jangan disini...nanti di lihat oraaang..."
kata anin dengan rasa yg tertahannya.
__ADS_1