Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
gara-gara sambel mangga


__ADS_3

"kak...ayuk makan di rumah kakek aja...jam berapa sih kita berangkat kesananya?"tanya anin pada suaminya.


"sayang...kamu sudah kayak gini...masih pingin ke rumah kakek,nggak boleh!...biar aku telephone kakek kalau kita nggak jadi kesana,"


kata rendi lalu pergi mengambil ponselnya di kamar,


anin masih cemberut dengan sikap suaminya yang php itu.


"bi...mau makan..."kata anin lemas....


lalu bibi pun menyiapkan semua makanan,


"bi....apa gak ada ikan bakar bi??bumbu bumbu mangga...tapi mangganya mentah bi...pasti enak tu seger,"


kata anin.


"nyonya mau ikan apa??"tanya bi ani sambil mengecek persediaan ikan.


"ikan patin bi..."kata anin menginginkannya.


"ikannya ada nyonya...tapi...mangganya...."


sebelum bi ani melanjutkan,anin sudah beranjak dari duduknya.


"aku nggak ingin makan bi..."


ucap anin lalu pergi menyusul suaminya ke kamar.


ke duan bibi hanya bengong...gimana malam-malam begini nyari mangga.


"aku akan suruh suamiku bi untuk minta mangga muda di tetangga sisa tadi pagi,"kata bi ani.


"tapi suamimu kan lagi sakit..."sahut bi ana.


"atau suamimu aja bi....pak totok..."


kata bi ani meminta pada bi ana,agar meminta tolong pada suaminya.


"lah...pak totok kan dari kemaren ikut tuan sepuh bi..."


kata bi ana menerangkan.


"lalu...ngidamnya nyonya muda gimana bi???masak gak keturutan??bisa ngileran ntar anaknya,"


di dalam kamar,rendi sibuk menghubungi kakeknya,namun tak di angkat.


lalu rendi menelephone rumah nya,


"halo bi....kakek ada??"

__ADS_1


tanya rendi pada pembantu di rumah kakeknya,


"maaf tuan...kakek masih belum pulang.."


kata bibi di seberang telephone.


"apa nanti pulang bi?jam berapa pulangnya?"


tanya rendi dengan penasarannya.


"iya tuan...kira-kira malam...tuan sepuh berpesan...kalau tuan dan nyonya muda sudah sampai...dipersilakan makan malam dulu,"


ucap bibi yang berada di rumah kakek.


"bi...nanti kalau kakek pulang...bilangin ada sedikit gangguan...jadi belum bisa datang kesana ya,"


pinta rendi.


lalu rendi memutuskan sambungan telephon nya.


di lihatinya anin sedang manyun.


lalu rendi menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa,rendi ikut duduk di sampingnya.


"ada apa sayang....kenapa manyun...mukanya di tekuk jelek tahu...bumil nggak bagus loh begitu,"


"jadi...sayang mau ngabulin apapun biar aku gak cemberut??"tanya anin pada suaminya,


"tentu...apa yang nggak buat kamu..."


jawab suaminya.


"mana bisa aku menolak permintaanmu sayang...kalau ekspresi wajahmu menggemaskan begini..."


ucap rendi dalam hati.sambil menyelipkan sedikit rambut di atas telinga istrinya,kemudian di angkatlah dagu anin dan...


"cup"kecupan mendarat disana.


anin membalas sedikit ciuman suaminya itu,yang membuat rendi makin gemas...karena balasan sang istri.


lalu tiba-tiba anin menyudahinya,


"lanjut lagi setelah makan ya kak,"


kata anin lalu beranjak menarik ke dua tangan suaminya untuk ikut berdiri.


rendi pun dengan senang hati mengikuti istrinya untuk turun.


namun rendi belum tahu makanan apa yang di inginkan istrinya itu,pikirnya makanan itu masih di jangkau nalarnya.

__ADS_1


sesampainya di meja makan,


"sayang...ayuk makan..."


kata rendi sambil membuka tempat duduk untuk istrinya,


"sayaang...katanya mau nuruti maunya aku...carikan mangga ya sayang biar di bikin sambel sama bibi,"


kata-kata anin benar-benar membuat rendi terkejut seketika.


"ini nggak ada yang lebih aneh gitu dari mangga?"


goda rendi pada istrinya,


"beneran kak...aku mau itu..."


rengek anin dengan tangan yang mengalung di lengan suaminya.


"bi...mang ujang kemana??"


tanya rendi pada bi ani.


"mang ujang sakit tuan...seharian istirahat..."jawab bi ani.


"sudah di obati bi??"tanya rendi ingin tahu,


"sudah tuan...sudah mendingan..."


sahut bi ani lagi.


"lha...pak totok kemana bi??"


tanya rendi pada bi ana.


"pak totok di minta ngantar tuan sepuh tuan..."


jawab bi ana.


"lalu...kemana ini beli mangganya??"


tanya rendi penuh keheranannya.


"tadi pagi kami sudah dari supermarket dan minimarket tidak ada tuan...jadi tadi pagi saat nyonya minta sayur asem mangga muda,saya minta pada tetangga tuan..."


kata bibi menerangkan.


"apa!?"rendi pun terkejut.


"masak iya malam-malam begini aku harus manjat pohon mangga sih...tapi kalau tidak keturutan bakal ngambek ni ntar,"gerutu rendi dengan suara tertelannya.

__ADS_1


__ADS_2