
"kau...pergi!cepat panggilkan dokter kemari...jika terjadi apa apa dan terlambat semenit saja...ku bunuh kau."
sontak ucap arga dengan marah marahnya,meski petugas hotel tidak tahu apa apa dan takut akan ancaman arga,ia kemudian bergegas keluar dari kamar hotel arga dan mencoba menjalankan apa yang di perintahkan arga barusan.ia tidak ingin terkena masalah.
arga membaringkan tubuh nindi yang lemah di tempat tidur,ia seharian tidak makan dan minum,sejak pagi perutnya kosong belum terisi makanan sampai malam hari,namun arga mengira nindi pingsan karena ulahnya,dengan perasaan bersalahnya arga merasa sangat sedih.dalam hatinya ia tidak bermaksud demikian,niatnya hanya membuat semua jelas,siapa yang di pilih nindi,siapa yang akan membuatnya bahagia,namun entah mengapa malah terjadi seperti ini.
arga menarik kursi tanpa sandaran ke dekat tempat dimana nindi berbaring,ia meraih tangan nindi,menggenggam jemarinya dan mengusap usapnya lembut.
"sayang...maafkan aku...aku sungguh bodoh...aku tahu kau cemburu makanya kau marah marah waktu itu,namun karena selama ini tidak ada yang berani menyalahkanku...hatiku berontak begitu saja,aku tidak terima kau tuduh berciuman dengan audry...aku tidak pernah mencium audry nindi...sungguh...dan tadi aku marah saat melihatmu mencium satria...meski aku tahu...kau tidak mencintainya...tetap saja dia sainganku nindi...kamu nggak bisa bedakan mana pacar mana teman...gimana aku nggak boleh kasih pelajarak ke kamu."
__ADS_1
ucap nerocos arga dengan wajah sendu penuh khawatir,dengan tangan terus mengusap usap jemari kekasihnya.
"sayang....ayo bangun...jangan buat aku mati perlahan karena khawatir dan cemas akan dirimu...buka matamu...ini aku arga sayang...aku ada di sini...di sampingmu...sadarlah...maafkan aku...sungguh...audry hanya mantan pacar bohongan sayang...kita hanya berteman baik...aku pun tidak pernah sekalipun punya perasaan padanya...kenapa kamu tetap kukuh tidak mau bangun...apa aku harus mencium mu dulu supaya kamu bangun?"lagi lagi ucap arga yang penuh kekhawatiran dan dengan perasaan bersalahnya.
sebenarnya nindi saat itu sudah tersadar sepenuhnya,ia mendengar semua perkataan perkataan arga secara detail dan rinci,semua yang di lontarkan arga bisa ia tangkap dan maklumi,namun lagi lagi ia hanya memilih tetap berpura pura tak sadarkan diri.sampai....
arga memajukan wajahnya,hanya wajahnya saja yang ia dekatkan ke arah wajah nindi,arga memonyongkan sedikit bibirnya di sana,hingga cukup dekat...sangat dekat...sampai berjarak lima centi saja,dan terdengar pintu kamar hotelnya di ketuk.
"ah....sial...."gumamnya yang belum jadi mencium nindi dan terpaksa berjalan mendekat ke arah pintu kamar dengan langkah gontai nya,setelah sampai di depan pintu itu ia lalu membuka nya,terlihat kariawan hotel tadi datang dengan seorang dokter laki laki di sampingnya,
__ADS_1
"maaf tuan jika saya telat...saya sudah berusaha membawa dokter kemari."ucap kariawan hotel dengan sangat takutnya.
"masuk lah...tolong dokter...periksa kekasih saya,apakah dia baik baik saja?"ucap arga dengan mempersilakan pak dokter itu masuk ke dalam kamar hotel,di iringi si kariawan yang mengekor di belakang pak dokter tersebut.
pak dokter langsung saja memeriksa nindi yang masih terbaring,namun pak dokter begitu sangat kaget dan tersentak seketika saat menatap mata nindi yang mengerling salah satunya.isyarat pak dokter harus ikut dalam acara yang nindi buat.
dan tanpa pilihan...pak dokter yang tidak mengenal dua sejoli itu pun ikut serta dalam sandiwara yang nindi inginkan.
"tuan...sepertinya kekasih anda ini sedang tertekan sampai sampai keadaannya seperti ini,ia hanya butuh waktu istirahat,nanti juga akan siuman lagi."ucap pak dokter sembari memberikan vitamin yang harus nindi minum,karena pak dokter tahu bahwa nindi sangat sehat namun hanya lemas saja.arga pun manggut manggut mengerti apa yang di ucapkan pak dokter tersebut.lalu pak dokter pun berpamitan dan pergi meninggalkan kamar arga,tidak lupa si kariawan yang turut serta pergi pula.
__ADS_1