
"mama nggak apa apa mah?pucet sekali mah?"tanya nindi pada mamanya,namun saar sate yang ia inhinkan sudah berada di depan matanya...anin menjadi bersemangat sangat bersemangat...
"ya...ilang langsung deh pucet nya..."ucap nindi dalam hati.
"pasti papa tuh yang godain mama makanya mama jadi pucet tadi,"dengus nindi dengan nada kesal,namun tidak di ucapkannya.
semua pesanan sudah tersaji lengkap di depan ke empat orang itu,lalu gilang pun meninggalkan ke empat nya setelah terlebih dahulu mempersilakan ke empat tamunya menyantap hidangan yang baru saja di pesan.
ke empatnya menikmati makanan dengan lahap nya,apa lagi anin.ia paling lahap di antara semuanya.
"sayang pelan...pelan...makannya ya...jangan cepat cepat nanti ke sedak loh,"ucap rendi pada isterinya.
sambil jemarinya mengusap bibir isterinya yang belepotan saus sate.seketika arga menelan ludah menatap kemesraan suami istri yang lagi puber kedua itu dengan tatapan haru luar biasa.andai ayah nya masih ada...pasti bundanya akan di perlakukan sama seperti itu.
"arga kamu kenapa?kamu nangis?"tanya nindi tiba tiba namun begitu lirih sambil menggusap jemari tangan arga.
dan saat itu pula rendi melihatnya.
arga hanya menoleh menatap ke arah kekasihnya itu.
__ADS_1
"ga kamu kenapa?kepedesan atau kenapa?"tanya rendi seketika saat menyadari mata arga yang berkaca kaca.
"nggak apa apa om...arga hanya ke ingat almarhum ayah...saja om..."ucap arga seketika dan itu jujur dari lubuk hati arga.
"iya ga...maafin om ya kalau buat kamu ingat almarhum ayah kamu..."ucap rendi dengan nada halus nya.
"iya om nggak apa apa kok..."ucap arga dan dengan semangat yang sudah kembali lagi.lalu semua melanjutkan makannya dan menghabiskannya.
satu jam sudah makanan di depan semua habis begitu saja,tidak tersisa.
"ternyata beneran enak ya sayang...ntar kita kesini lagi ya..."ucap arga sambil menatap ke arah nindi kekasihnya itu.lalu dengan senyum manis nindi mengangguki nya.
"sudah pah...kami sudah kenyang..."ucap nindi dan arga pun ikut menyahut pula.
"baiklah...kalian keluar ke mobil dulu...papa mau ke kasir dulu sambil pamitan sama teman lama papa ya..."ucap rendi pada nindi dan juga pada isterinya,
lalu ketiganya pun mengikuti perkataan rendi dan menuju ke parkir mobil mereka.
semua serasa gerah dan berkeringat setelah menyantap sate dengan bumbu pedas sesuai selera itu.
__ADS_1
beberapa menit berlalu dan terlihat rendi dengan lengan kemeja tersingsing dan juga dua kancing atas nya di buka,sepertinya ia pun kegerahan,dan terlihat kening mengkilatnya karena keringat yang tersisa.
"sudah lama nunggunya ya...ayo...kita kembali..."ucap rendi setelah tiba di dekat ketiga orang yang dari tadi sudah menungguinya itu.
"om...arga mau jalan jalan sebentar sama nindi boleh kan om?"tanya arga pada om rendi yang sedang membukakan pintu mobil untuk isterinya.
"huuuooook....huuuuoook...."terdengar anin merasa mual dan ingin muntah.
"kenapa sayang kamu kekenyangan atau gimana sayang?"
tanya rendi yang begitu khawatir nya.
"mah...mama kenapa?"tanya nindi yang ikut khawatir.
"tante...."ucap arga ikut ikutan.
"huoook...."lagi lagi anin ingin muntah saat rendi dekat dan menyentuhnya.
"pah...aku pulang sama nindi aja deh...papa sama arga...aku mual dekat papa..."ucap anin seketika yang membuat aneh rendi suaminya apa lagi arga yang gagal kencan dengan nindi.
__ADS_1
alhasil...nindi menyetir mobil arga,ia di temani mama anin,sedangkan arga di temani papa rendi,keduanya merasa malam yang begitu panjang tanpa belahan jiwa di sampingnya,meski untuk beberapa saat.