Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Nikmati rasa itu sampai puas


__ADS_3

Siang mulai terasa, Cahaya yang mulanya hangat berubah menusuk menyengat di kulit, Dimana Aditya tengah bermalas malasan di kursi meja kerjanya, Bukan bermalas malasan karena kemauanya, Melainkan malas yang timbul tanpa ia inginkan. Ia bosan lebih tepatnya. Biasanya di jam itu ia selalu menyuruh nyuruh ifa untuk membeli makanan, Minuman atau bahkan hanya untuk mengerjainya saja. Entah mengapa ia merasa kesepian saat kelinci mainanya itu lepas dari genggamanya.


"Aaakh...aku bosan..." Dengusnya sambil menengadahkan wajahnya menatap ke langit langit ruang kerjanya.


Disana terlintas bayangan ifa tengah tersenyum menari di benaknya.


"Aaakh....kenapa harus gadis bodoh itu...kenapa!" Ucapnya saat ia sadari semua itu hanya halusinasinya.


Lalu ia pun mencoba menghubungi Arga, Ia merasa Arga akan bisa menghiburnya. Segera saja ia meraih ponsel yang ada di atas meja di sebelah tanganya.


"Tuuuut....tuuuuut....tuuuut." Suara nada tersambung namun belum ada jawaban. Disana Arga menatap ponselnya tersebut dengan mata menyipit saat ia sadari yang mencoba menelephone nya adalah Aditya.


"Helleh...apaan...baru beberapa jam aja masak udah nggak kuat? minta di hibur? nggak...aku nggak akan sudi menghiburmu kak kali ini...nikmati samapai puas rasa itu."


Ucap Arga dalam hatinya. Karena tadi sebelum ia berpisah dengan Nindi, Kekasihnya itu sudah berpesan bahwa apapun yang terjadi...Arga tidak boleh menghibur Aditya, Agar Aditya mengerti dan menghargai cinta saat datang menjangkitnya. Dan Arga dengan patuh mematuhi perkataan Nindi, Bukan karena Nindi kekasihnya....melainkan Arga pun gemas melihat kakaknya dan ifa persis seperti kucing dengan tikus, yang satu nyari yang satu sembunyi, yang satu nongol...yang satu sembunyi...saling tidak menghargai perasaan masing masing. Malah lebih suka menyakiti satu sama lain.


Menyembunyikan perasaan masing masing, Namun orang lain yang melihatnya pun mengerti dan tahu persis jika keduanya adalah pasangan yang saling jatuh cinta.


"Kemana sih Arga kok nggak angkat telephone ku?tumben sekali...biasanya nggak ada waktu lama juga dia angkat telephone." Ucap Aditya saat ia merasa panggilanya tengah di abaikan oleh Arga. Karena ia sudah beberapa kali mencoba menghubunginya namun tidak di terima, Padahal jelas jelas telephoneya tersambung.

__ADS_1


"Awas kau Arga!! Jika kau ketahuan mengabaikan panggilanku...!" Dengus kesal Aditya saat ia sudah benar benar ingin teman curhat.


Di tempat Yura, Ifa tengah duduk di kursi sudut dekat jendela apartemen yura, Dan tadi Satria sudah berpamitan untuk pulang setelah mengantarkan yura dan ifa sampai ke apartemen yura.


"Fa...kamu nggak capek duduk di situ dari tadi? Aku tinggal istirahat dulu ya...kalau kau mau istirahat...di sini boleh...di sebelah juga ada kamar..."Ucap yura dengan senyum ramah, Dan di sambut anggukan serta senyum seramah mungkin pula oleh ifa.


Yura tinggal sendiri setelah ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi, Ia lebih nyaman sendiri saat itu. Hingga ifa datang dan membuatnya senang.


Ifa menatp ke arah jendela besar di depanya, Pandanganya menatap ke arah luar dengan hamparan pemandangan bangunan bangunan bertingkat nan megah disana sini, Sejauh mata memandang seperti tak akan ada habisnya apa yang ia lihat. Namun lagi lagi ia malah merasa hampa...ada sesuatu yang hilang darinya, Entah itu apa...ifa tidak mau memikirkanya lebih jauh lagi. Karena ia tahu, Ujung ujungnya adah Aditya yang ada di akhir pemikiranya.


"Fa...." Ucap Yura saat ia keluar dari dalam kamarnya dan akan memesan makanan untuk keduanya,


"Iya bos ada apa?" Ucap Ifa sontak yang membuat yura tercengang di buatnya, Karena memang yura tidak menyangka bahwa tubuh ifa di dekatnya namun hantinya masih tertinggal di samping bosnya tersebut.


"Aaah...aku hanya terbiasa di panggil panggil oleh dia saja yura...nggak ada lebih kok...dan nggak usah minta maaf ya...aku yang maaf sudah salah sebut nama tadi." Ucap ifa sambil senyum cengir.


"Ini nih fa...aku mau tanya kamu nanti makan malam mau apa? sekalian aku pesenin dahulu," Ucap yura sambil menyodorkan ponselnya ke arah ifa, dimana ia di suruh untuk memilih beberapa menu makanan yang ada di sana.


"Aaah aku ngikut aja deh yura...yang penting jangan yang mentah ya...aku nggak begitu suka..." Ucap Ifa sambil memberikan kembali ponsel yang di sodorkan padanya itu.

__ADS_1


"Oooh...oke oke..."Sahut yura, Dan ia pun langsung memesan beberapa makanan untuk nanti, Karena sekarang ia ingin istirahat.


Ifa menggigit bibir bawahnya, Karena ia akan menangis, Dimana saat ia kira sudah bebas dan lepas dari bayang bayang Aditya, Ternyata hanya raganya saja, Namun hatinya seperti sudah menjadi tawananya entah sampai kapan. Hingga bulir bulir hangat itu jatuh menetes membasahi pipinya, Dan dengan cepat ia menepisnya.


"Ifa...sadarlah siapa kamu...kamu tiada terlihat olehnya...jangan bodoh...jangan biarkan ia menguasai hatimu...hiduplah...berbahagialah dengan hidupmu yang baru." Ucap ifa dalam hatinya.


Di tempat Nindi, Mendadak semua orang berubah menjadi baik terhadapnya, Mulai dari ajakan makan siang bersama hingga beberapa menu makanan sudah tersaji di meja kerjanya saat ia tinggal ke toilet sebentar.


Hingga beberapa kali ia menolak ajakan para rekan kerjanya untuk makan siang, Ia tidak ada cara lain selain memanfaatkan Arga untuk menjadi alasan semua orang yang ia tolak.


"Ga...ayo makan siang bersama...aku manfaatin pacar aku dong...aku kan punya pacar untuk di ajak makan siang." Ucap Nindi dalam telephonenya, Ia mencari alasan untuk mengajak makan siang kekasihnya itu, Dimana ia terlanjur menolak semua orang yang mengajaknya dengan alasan makan siang bersama kekasih.


"Aduh sayang...gimana sih kok baru bilang...aku terlanjur punya janji makan siang dengan klien hari ini...apa kamu akan marah?" Tanya Arga dengan nada getirnya. Dimana ia tidak pernah menolak sekalipun permintaan Nindi.


"Ah...atau...gini aja...setelah ini kamu bisa manfaatin aku untuk apa saja yang kamu inginkan, Gimana sayang?"


Ucap Arga dengan seriusnya, Dan Nindipun tidak bisa menolaknya, Karena klien itu pasti sangat penting dari ajakan makan siangnya.


"Iya Arga...nggak apa apa kok...santai aja ya..." Ucapnya sambil menutup telephonenya.

__ADS_1


"Aaaakh hatiku benar benar tak enak sekali ini..." Ucap Arga dengan perasaan bersalahnya.


Hingga ia mendapatkan kabar dari klien tersebut karena ada sebuah kecelakaan kecil yang membuatnya mengundur pertemuan dengan Arga siang itu. Dan saat itu pula perasaan Arga begitu bahagia. Hingga ia memikirkan sebuah rencana indah untuk membuat sangkekasih bahagia. Hingga ia menyuruh anak buahnya untuk memesan buket bunga mawar spesial untuk kekasihnya itu.


__ADS_2