Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Malam panjang yang benar benar panjang


__ADS_3

Malam kian larut, Saat pasangan Aditya dan juga ifa baru turun dari biang lala, Keduanya memutuskan untuk berlanjut menuju ke wahana malam lainya, Dimana keduanya sudah memutuskan untuk berjalan jalan setelah keluar dari hotel tempatnya menginap. Hingga keduanya tidak ingin menyia nyiakan momen langka yang belum tentu keduanya dapatkan di negara mereka, Pastilah hanya ada pasar malam saja saat di malam hari, Tidak seperti di tempat sekarang yang keduanya kunjungi.


Dengan langkah cepatnya, Ifa begitu antusias saat melihat rumah hantu di depanya, Tanganya terlihat menarik lengan sang suami mendekat ke arah tempat tersebut. Namun berbeda dengan Aditya, Ia malah mengkerut dan sedikit enggan untuk mendekati tempat yang di tuju sang istri.


"Bby...ayo masuk ke dalam..." Ucap Ifa yang mengajak suaminya untuk masuk, Ifa begitu penasaran akan apa yang ada di dalamnya, Ia sama sekali belum pernah masuk ke tempat seperti itu, Sedangkan Aditya...ia pernah mengalami hal buruk, Dahulu saat ia pernah masuk ke dalam istana hantu bersama Arga, Dimana Arga benar benar jahil hingga membuatnya bisa ngompol di celana, Hingga Aditya memimpikanya tujuh hari tujuh malam kala itu.


"Sayang...emmb...cewek tuh biasanya suka yang romatis...yang manis...yang seperti itu lah...jangan masuk kesana ya...kita ke tempat lain aja...!" Ucap aditya sambil memeluk pundak sang istri dan berlalu meninggalkan tempat yang terkesan horor meski masih berada di luar.


Ifa hanya bisa mendengus dan menghembuskan nafas dalamnya saat sang suami tak ingin masuk ke tempat yang ia inginkan, Namun ifa tidak bisa memaksakan keinginanya. Ia tahu...pastilah sang suami punya alasanya tersendiri, Dan ifa bisa mengerti akan hal itu.


"Sayang...kamu nggak marah kan?" Tanya Aditya saat sang istri hanya diam saja dan mengikuti kemauanya saja.


"Nggak apa apa bby...kenapa harus marah?" Ucap Ifa sambil mengeratkan genggaman jemari tanganya, Hingga malam itu pun Ifa dan Aditya puas menikmati jalan jalanya dan menaiki berbagai wahana, Hingga setelah makan malam, Ifa dan Aditya memutuskan untuk pulang ke hotel tempat keduanya menginap.


"Bby...aku siapin air hangat dulu ya buat mandi...tunggu ya..." Ucap Ifa sambil melangkah masuk kedalam kamar mandi, Sedangkan Aditya hanya mengangguk dan mengambil laptopnya seraya duduk di atas tempat tidurnya, Ia mulai membuka laptopnya dan membuka setiap laporan yang ia dapatkan dari para orang orang yang ia percaya. Hingga ia baru sadar saat menatap layar ponselnya, Terdapat banyak panggilan tidak terjawab dan juga pesan masuk di dalamnya.


"Arga...ada apa lagi anak itu?" Gerutu Aditya sambil membuka pesan satu persatu dari adiknya tersebut.

__ADS_1


Aditya memelototkan matanya saat menatap pada layar ponselnya, sepuluh pesan masuk dan di dalamnya hanya ada gambar love, Gambar hati, Gambar emoji salto, Dan emoji emoji yang membuat Aditya tidak mengerti akan maksud dari pesan pesan aneh yang baru ia buka,


Tanpa kata kata sama sekali disana.


"Ini maksudnya apaan sih Arga? aneh aneh aja..." Ucap Aditya sambil membalikan ponselnya ke atas, Saat emoji kebalik yang ia dapati di sana.


"Ddddrrrttt....ddddrrrrttt...." Tiba tiba saja ponsel yang ia pegang kebalik itu bergetar dan tanpa sadar ia pun beberapa kali hampir akan menjatuhkanya saking kaget dan licin tanganya. Telephon dari Arga yang secara tiba tiba membuatnya terkaget.


"Halo Ga...bisa nggak sih kalau telephone nggak usah tiba tiba!" Gerutu Aditya saat ia mulai mengangkat panggilan telephone adiknya.


"Ya...ya...ya...terserah aja lah...ada apa? kamu kayak ABG labil tahu nggak sih...pakai kirim kirim emoji kayak gitu...kamu salah kirim apa gimana sih ga? kamu mau ngirim ke Nindi tapi keliru ke aku apa gimana?" Tanya Aditya yang memang merasa aneh saat mendapat emoji love dan hati dari adiknya.


"Nggak ada yang salah kok kak...semua memang Arga tujukan ke kakak...Arga lagi bahagia...lagi senang kak..."


Ucap Arga yang ingin curhat, Namun di depan Aditya sudah berdiri sang istri yang memberitahu bahwa air mandi untuknya sudah siap dan tinggal pakai.


Dengan isyarat anggukan, Aditya memberi jawaban sang istri, Dan ifa kira Aditya menyuruhnya untuk mandi duluan.

__ADS_1


"Ada apa? senang kenapa? dapat tender baru? apa?" Tanya Aditya yang mempercepat jawaban Arga, Dimana Arga pun langsung bercerita, Ia memberi tahu kakaknya bahwa Nindi sudah bersedia menikah denganya, Dan Aditya pun turut senang atas kabar tersebut.


"Ya udah...tahu nggak kamu...kakakmu ini masih penganten baru...dan kamu sadar nggak...kamu sudah buang waktu kakakmu yang sangat berharga...mengerti!" Ucap Aditya dengan dengusan kesalnya, Dimana dari dalam kamar mandi sudah terdengar sang istri tengah mandi duluan dan mendahuluinya. Ia geram juga bercampur kesal...namun ia juga bahagia atas kabar yang baru ia dengar dari adiknya.


"Maaf kakaku sayang...aku nggak niat gangguin kok...tapi kenapa bisa waktunya sangat pas ya...syukurlah...!" Ucap Arga yang di sertai tawanya dan langsung mematikan panggilan telephonenya.


"Dasar....nggak di dekat nggak lagi jauh...sampai beda Negara aja masih saja bisa ngrecoki...awas kau ntar...aku bales..." Gerutu Aditya yang rasanya ingin sekali makan sendal saat itu. Ia bergegas bangkit dari duduknya dan segera ke arah kamar mandi. Namun saat tanganya akan membuka pintu kamar mandi tersebut, Ifa sudah lebih dulu membukanya dari dalam dan keluar dengan pakaian handuk mandinya.


"Maaf bby...aku duluan...habisnya...tadi sepertinya sedang asyik asyiknya telephonenan", Ucap Ifa sambil mengecup pipi sang suami lalu menuju ke arah lemari pakaian.


Dimana Aditya hanya bisa menelan ludahnya saja seraya masuk kedalam kamar mandi, Dalam hatinya mendongkol...ia lalu mengguyur tubuhnya dengan segera setelah berada di dalam.


"Sabar Aditya...ada waktunya kok...malam ini kupastikan akan jadi malam panjang untuk kita sayang...tak akan aku biarkan kau ter tidur meski sebentar..." Ucap Aditya untuk menyemangati hatinya sendiri, Dimana sebelumnya ia berniat memanfaatkan acara mandi berdua yang syahdu jika tadi tidak ada gangguan, Namun kenyataanya apa yang ia rencanakan gagal. Hingga ia merencanakan rencana kedua dan akan menjalankanya.


Setelah beberapa saat Aditya segera keluar dari dalam kamar mandinya, Badanya rileks dan segar setelah mandi malam itu, Ia merasa siap untuk melangsungkan rencananya, Rencana malam itu menjadi malam yang panjang, Sampai...mata Aditya seakan akan meloncat saat ia dapati sang istri ternyata sudah tertidur meringkuk dengan pulasnya, Terlihat sangat nyenyak, Sampai Aditya hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskanya dengan seketika.


"Ya...gagal lagi!" Dengus Aditya saat ia sadari apa yang ia rencanakan ternyata tak akan terlaksana dan malam itu pasti hanya dia sendiri yang akan melewati malam panjang yang benar benar panjang baginya, Karena tidak mungkin ia tega membangunkan sang istri ketika ia terlihat sangat lelap dalam tidurnya. Dan mungkin ifa saat itu sudah terbang ke alam mimpinya entah keman.

__ADS_1


__ADS_2