Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
ngambek.


__ADS_3

anin terus menatap punggung suaminya itu sambil mengekorinya menuju tempat kakek duduk.


sesekali rendi menengok ke belakang ke arah istrinya,


namun anin hanya membalasnya dengan senyum kecutnya.


rendi pun hanya terkikik melihat tingkah istrinya itu.


lalu tiba-tiba...


"hey...."


sentak rendi.


"kalau kau tak suka....besok aku bisa batalkan kok perjalanan kita ke villa nya"


ucap rendi untuk menggoda istrinya itu.


namun di tanggapi istrinya dengan sungguh-sungguh.


dengan sikap terkejutnya,anin pun berhenti seketika dari jalannya.


wajahnya merah padam,sekarang anin benar-benar marah,


"kak rend...kau mau memberi harapan palsu padaku!!"


ucap anin dengan marahnya karena godaan suaminya.


seketika ia menepis tangan suaminya dengan kasarnya.


"lagi-lagi selalu seperti itu,ia kira aku bahan candaan apa,hingga setiap hari selalu seperti mengerjaiku,"


gumam anin sambil membuang muka dan melewati suaminya begitu saja.


ia kini menuju tempat kakek berada.


berjalan...tanpa menoleh keberadaan suaminya yang ada di belakangnya.


sedangkan rendi masih mematung di tempatnya semula karena tingkah istrinya itu.


"mati aku!"


gumam rendi seketika.

__ADS_1


karena baru kali ini dia melihat dan merasakan istrinya benar-benar marah.


kini anin sudah duduk di seberang tempat duduk kakeknya,


dan di susul rendi yang memilih duduk bersebelahan dengan istrinya.


namun anin bergeser sedikit menjauh,yang di susul rendi beringsut mendekat ke arah anin.


terus seperti itu hingga beberapa kali.dan mereka tidak sadar bahwa dari tadi kakek memperhatikan meteka di depannya.


kakek pun terkikik sambil di tahannya.


"rendi seorang pimpinan yang sadis,di takuti anak buwahnya,dan terkesan dingin dengan orang yang tidak benar-benar kenal padanya,tapi saat ini tingkahnya tidak ada bedanya dari anak usia enam tahun,"


tiba-tiba kakek sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.


tawanya pecah begitu saja saat mengenang cucunya tersebut.


sejurus...anin dan rendi menatap ke arah kakekny,


barulah menyadari akan keanehan yang mereka timbulkan,hingga membuat kakek terhibur.


"kek...aku ke kamar dulu ya...aku capek..."


dan anggukan penuh senyum di bibir kakeknya,


namun...tangannya sudah di tahan suaminya,


"aku ikut!,"


kata rendi.


"kak rend...bukankah kau tadi yang bilang...kalau kau akan begadang menemani kakek?


jadi...nikmati malammu ini sepuasnya dengan kakek ya sayang!!"


ucap anin begitu saja.


lalu anin mendekatkan wajahnya ke sisi samping suaminya,tepatnya ke telinga rendi.


"malam ini...jika aku tidak bisa buka pintu...kakak tau...itu artinya...aku sudah tertidur...jadi...kak rendi...tidur di bawah saja...atau...bisa menemani kakek",


sambil memberi senyum devil nya ia berlalu pergi.

__ADS_1


sedangkan untuk kakek...anin memberi senyum se manis mungkin.


"baiklah anin...kau bersikap benar,sekali-kali...tunjukkanlah pada suamimu...kau ini...juga bisa marah."


kata anin yang di tujukan pada dirinya sendiri.


sambil berjalan menuju lemari pendingin,


anin mengambil satu air kemasan botol sedang untuk di minumnya,


tak lupa setelah menutup pintu lemari pendingin itu,


ia membawa serta sisa air kemasan botol itu menuju kamarnya.


rendi hanya menatap polah tingkah setiap gerak yang di lakukan isterinya itu,


hingga menaiki anak tangga dan sampai rendi tak bisa melihat bayangan istrinya itu.


di sofa panjang nan nyaman itu...rendi duduk dengan kedua tangan yang sikunya bertumpu pada atas paha nya yang sedikit membuka,telapak tangannya menyangga kening kepalanya,salah satu tangannya mengacak-acak rambutnya yang tidak beraturan.


kakek semakin terbahak...melihat tingkah konyol cucunya itu,


"Rendi wijaya....pimpinan grup wijaya yang sadis pada seluruh pesaingnya,kini sedang gelisah seperti anak yang kehilangan permennya",


canda kakek lalu terbahak lagi.


"terus saja kek...terus...teruuuus...biar kakek puas..."


ucap rendi pada kakeknya.


"lhoh kok sewotnya sama kakek...di marahin istri bukannya sadar kamu ini rend...masih saja menggoda,"


ucap kakek lagi.


"aku tidak betmaksud menggoda kek...aku hanya menakut-nakuti kek...habisnya wajahnya menggemaskan kek kalau sedang rendi kerjai",


ucap rendi menerangkan.


"eh...tidak tau nya dia malah marah kek...sama rendi..."


ucap rendi lagi dengan nada lesu nya.


"nikmati saja lah rend untuk malam ini"

__ADS_1


kata kakek dengan masih ada tawa tertahannya.


__ADS_2