
Hingga tibalah keduanya di depan mall besar yang ada di kotanya, Arga dan Nindi segera turun dari dalam mobil, Lalu pak supir pun segera berlalu pergi memarkirkan mobilnya. Terlihat keduanya sudah seperti semula lagi, Seperti tidak ada perdebatan di antara mereka yang terjadi.
"Kita mau kemana dulu ini sayang?" Tanya Arga yang menuju ke arah lantai tiga mall, Sedangkan perlengkapan bayi yang akan mereka tuju ada di lantai empat mall tersebut.
"Udah....naik aja dulu..." Ucap Nindi yang terlihat menggandeng tangan Arga. Hingga sampailah keduanya ke lantai empat yang di tuju.
Terlihat Nindi mulai masuk ke salah satu toko yang berjajar di sepanjang mata memandang.
"Selamat datang....mbak nya mau cari perlengkapan bayi yang seperti apa?" Sapa ramah petugas penjaga toko.
"Aaah...kita cari pembungkus bayi sama pakaian yang lucu..." Ucap Nindi yang membuat Arga tersenyum, Karena Arga tidak tahu menahu soal urusan bayi.
"Ah...mbak nya cari yang seperti apa ya? dan ukuranya yang berapa?" Tanya petugas toko lagi yang tengah ingin tahu ukuran berapa bayi yang Nindi sebutkan.
"Ah...bayinya belum lahir mbak...mungkin ukuran yang paling kecil..." Ucap Nindi dengan senyum yang ia paksakan, Dan si petugas mengira bayinya masih di dalam perut pelangganya itu.
"Ouh...selamat ya mbak...mbak nya lagi isi ya...mending belinya nanti kalau sudah mau lahiran saja mbak...tapi...kalau mbaknya mau sekarang juga kami siap melayani...dan kelihatanya mbak nya ini perutnya masih sangat rata." Ucap petugas yang memberi selamat pada pasangan di depanya.
"Mbak...pacar saya belum hamil ini...mau beli buat mamanya mbak!" Dengus Arga yang sebal karena si penjaga toko yang sok tahu.
"Akh aku nggak mau disini...ayo ke toko lain...!" Ucap Arga yang langsung menggandeng tangan Nindi agar keluar dari dalam toko. Dan Nindi pun mengikuti kemauan yang Arga inginkan.
"Bikin kesel aja sih...jelas jelas pacarku masih singset gini di katain hamil...hamil dari mananya coba...!" Dengus kesal Arga yang masih menggerutu sepanjang perjalanan.
"Dia tu ngasih selamat dikiranya kita mau punya anak Arga...astaga kamu sudah sewot aja...bisa kan jelasinya pelan pelan...!" Ucap Nindi yang menimpali gerutuan Arga.
__ADS_1
"Ngapain juga kita harus jelasin sama penjaga toko nya...nggak guna juga!" Ucap Arga yang masih kesal di buatnya. Hingga terlihat beberapa orang wanita menuju ke arahnya, Dan seorang wanita cantik yang berteriak lantang dari arah kelompok yang mendekat.
"Hai....hai....Nindi kan? pacarnya Satria....!" Ucapnya saat tengah tiba di hadapan Arga dan Nindi.
"Nih lagi...kenapa ucap sembarangan!" Gerutu Arga yang mulai lagi, Karena yang tadi masih belum usai di tambah lagi barusan.
"Hai...iya aku Nindi...tapi aku bukan pacar Satria...nih pacar aku..." Ucap Nindi sambil memperkenalkan kekasihnya disana. Dan terlihat sekelompok teman lama Nindi tersebut tidak menanggapi sama sekali, Karena bagi mereka...tampang tampan saja jika tidak berduit tidaklah bisa masuk kriteria semuanya. Karena saat itu Arga hanya memakai pakaian kantor biasa milik asistenya yang ada di kantor, Karena tadi pakaianya bau keringat setelah berlarian menuruni anak tangga menuju ke arah Nindi, Bukan pakaian ber merk yang biasanya ia pakai.
"Eh Nindi...traktir kami dong...lama kan tak jumpa...masak lewat gitu aja...ayo ayo...!" Ucap salah seorang dari kelompok, Dan Nindi sangat hafal sifat mereka, Mereka dekat dengan Nindi hanya untuk traktiran dan juga shopping, Dengan nafas beratnya karena merasa Arga tidak terlihat oleh mereka, Nindi pun akhirnya angkat bicara.
"Baiklah...biar pacar aku aja ya yang traktir kalian semua...mau makan apa sepuasnya!" Ucap Nindi dengan senyuman dan melirik sang kekasih di sampingnya.
Arga pun mengangguk dengan mantapnya. Tanda ia mengiyakan.
"Haaaah....cowok kamu yang mau nraktir nih? serius Nindi? emang mampu dia? tampangnya aja ganteng sih ganteng...tapi...penampilanya...akh..." Ucap salah seorang yang tengah terang terangan meremehkan Arga disana, Namun saat Nindi akan berteriak dan memperkenalkan siapa nama kekasihnya itu, Arga segera menarik tanganya dan memberi isyarat Nindi agar membiarkanya saja dan menuruti kemauan empat wanita yang ada di hadapan keduanya itu.
Hingga semua menuju ke tempat makan yang ada di mall tersebut, Benar saja ke empat wanita wanita tersebut memesan makanan yang begitu mahal mahal dan memang terkesan seperti tengah di sengaja. Hingga ke enam orang tersebut tengah terlibat dalam obrolan obrolanya.
"Oh ya Nindi...kamu sekarang pasti kerja di perusahaan papa kamu kan? aku juga sedang dalami perusahaan papa aku nih..." Ucap salah seorang yang antusias bertanya pada Nindi, Dan Nindi hanya mengangguk pelan, Wajahnya masih masam dan tak enak di pandang.
"Ouh ya...tunangan aku kerja di perusahaan Sanjaya loh...jadi manager cabang...baru beberapa bulan pindah..." Ucap salah seorang yang memberi tahu Nindi serta Arga akan prestasi tunanganya. Namun saat Nindi akan menyergahnya, Arga terlebih dahulu membuka suaranya.
"Siapa namanya? siapa tahu aku bisa tanya tanya ada kerjaan nggak sama dia." Ucap Arga dengan senyumanya.
"Namanya Andi...pasti kamu nggak kenal lah...Andi cuma satu tunanganku itu yang jadi manager di anak cabang Perusahaan Sanjaya." Ucap teman Nindi dengan songongnya. Dan terlihat Arga manggut manggut sembari mengeluarkan ponselnya, Terlihat tanganya tengah sibuk mengirim pesan singkat pada seseorang.
__ADS_1
Hingga pesanan ke enam orang itu pun tiba di depan mejanya, Terlihat penuh...hidangan seafood, Mulai dari lopster, Kepiting, Kerang, Udang dan masih banyak lagi.
Hingga makanan di meja di santap dan hampir habis, Namun terlihat Nindi sama sekali tidak menikmatinya, Dan Arga hanya bisa menggenggam jemari sang kekasih untuk menenangkanya. Sampai...datanglah supir Arga yang tengah mengantarkan seseorang untuk datang menemui bos nya tersebut.
"Ah...Andi...sayang...kenapa kamu datang kesini...aku kan jadi malu...kamu sweet banget deh...sini..." Ucap tunangan Andi yang tadi begitu membangga banggakanya.
"Akh...aku kesini bukan untukmu sayang...tapi ada kerjaan yang harus aku serahkan sama bos...!" Ucap si Andi dengan kepala menunduk, Saat mengetahui bosnya disana.
"Oh...baiklah...aku tahu kamu orang sibuk sayang...cepat temui bos kamu...ayo sana..." Ucapnya sambil melambaikan tangan untuk mengiringi kepergian tunanganya, Namun Andi malah mematung dan menunduk di hadapan tunangan Nindi dan tidak pergi dari tempatnya.
"Loh...kok..." Ucap heran semua yang ada di dekatnya,
"Ini bos aku sayang...pak Arga Sanjaya..." Ucap Andi yang membuat tunanganya tercengang dan hampir pingsan.
Dimana tadi ia dan sahabat sahabatnya tengah meremehkan calon suami Nindi karena penampilanya.
Hingga terlihat Andi tengah menyerahkan dokumen yang Arga minta tadi.
"Oh ya Andi...kamu sudah bawain pakaian ganti aku dari sekretaris kan? Sini...badan aku gatal pakai pakaian yang nggak ada merk nya kayak gini...!" Ucap Arga dengan songongnya, Dan terlihat Andi mengulurkan tas yang berisi pakaian bosnya tersebut. Segera saja Arga mengganti pakaianya. Hingga beberapa saat Arga kembali dengan pakaian ber merk nya begitu elegan dan makin terlihat sempurna.
"Loh ndi...kamu belum pergi? sudah pergi sana, Tip kamu biar sekretaris aku yang transfer ntar ya..." Ucap Arga yang baru kembali dan duduk di tempatnya semula, Dan setelah Andi berpamitan pergi, Hening....seketika. Tadinya percakapan yang terlalu riyuh dan semangat dari ke empat orang teman Nindi itu kini seakan tertelan dan sepi.
"Kalian...mau pesan lagi? aku yang traktir kok...beneran...aku ada uang sungguh...!" Ucap Arga yang kini berganti yang paling antusias, Dimana senyum Nindi pun akhirnya merekah dan bahagia, Tanpa ucapan, Arga mampu membuat ke empat orang teman lama Nindi terdiam.
"Maafkan kami...dan terimakasih atas traktiranya pak Arga..." Ucap ke empat teman Nindi, Lalu berpamitan pergi meninggalkan keduanya.
__ADS_1
"Sayang...kau hebat...aku makin cinta padamu...aku mau pesan makanan lagi ya...aku belum makan sudah habis tuh..." Ucap Nindi yang lalu di angguki oleh kekasihnya.