Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
TAK NYAMBUNG.


__ADS_3

"Kamu nggak lagi bohongin papa kan sayang?" tanya Rendi pada putrinya.


"Ya nggak lah pah...ngapain juga Nindi bohong, oh ya pah...besok bundanya Arga mau berkunjung juga...jadi sekarang Nindi pamit ya pah? mau mandi lalu tidur dulu."


Ucap Nindi lalu melangkah pergi begitu saja, karena ia terlalu takut papa nya mencurigai sesuatu.


Sesampainya Nindi di kamar. Ia melepas jas Arga yang sedari tadi ia kenakan, lalu meletakkannya di sandaran sofa, kemudian ia pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan sebentar saja Nindi sudah keluar dari kamar mandinya. Terlihat kedua tangannya tengah sibuk mengeringkan rambutnya.


"Triiiiiing....." tiba-tiba saja ponselnya berbunyi saat itu, untuk beberapa saat ia mengabaikannya, karena menurut Nindi...ia belum mendapatkan nomor ponsel Arga dan ia kira itu adalah pesan nggak penting. Namun beberapa kali pesan itu muncul yang membuat Nindi penasaran.


"Hah...cowok ganteng...." ucap Nindi yang tidak merasa pernah menyimpan nomor ponsel dengan nama itu. Karena saat itu Arga sendiri lah yang menyimpan nomor Nindi tanpa sepengetahuan gadis itu, dan baru bisa mengirim pesan karena sudah dapat persetujuan papa Nindi lagi. Sedangkan Nindi tidak tahu menahu.


"Siapa sih ini...?" tanya dalam hati Nindi lagi.

__ADS_1


Lalu ia pun segera membaca pesan yang masuk di ponselnya itu. Terdapat tiga pesan di sana dari nomor yang sama.


"Sayang kamu sudah tidur?" ucap satu pesan paling awal yang gafis itu baca.


"Aku tidur atau nggak! bukan.urusan kamu ya!" balas pesan Nindi dengan ketusnya karena bagi Nindi hanya Arga lah cowok yang ganteng nomer dua setelah papanya.


"Sayang... aku merindukanmu!" ucap pesan satunya lagi dari orang yang sama.


"Sayang! sayang! pale lu peang! rindu! rindu! rindu sana ma tiang listrik! nggak.jelas banget!" balas ketus Nindi pada pesannya yang kedua.


"Jahat! jahat! nggak kenal juga!" balas Nindi lagi untuk ke tiga pesannya. Ucap pesan yang ke tiga itu dari nomor dan nama yang sama. Nindi masih belum tahu itu nomor Arga, nomor kekasihnya.


"What!!! Nindi...kamu tu...nggak tahu ini aku ya? atau kamu sengaja narik ulur hati aku?" gerutu geram bercampur ingin makan gadis itu. Arga saking gemas nya.

__ADS_1


Seketika Arga mencoba menghubungi Nindi yang sudah berada di tempat tidurnya itu, nampak gadis itu sudah menarik selimut lalu mematikan lampu kamarnya, dan tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, terlihat pada layarnya bahwa yang menelponnya itu adalah si cowok ganteng. Jelas tertulis disana.


"Ni orang apa-apaan sih...? malam-malam telpone nggak jelas banget." Gerutu Nindi lalu mengabaikan panggilannya. Lalu si cowok ganteng itu pun tanpa pikir panjang kembali mencoba menghubungi Nindi yang tiada henti seolah tidak mau menyerah. Namun dengan santainya Nindi menolak panggilannya.


"Nindi wijaya...kamu berani-beraninya menolak panggilanku..." ucap geram Arga di kamar hotel yang bundanya tempati. Karena Arga masih menemani bundanya malam itu.


"Ga...kenapa nak? kamu gelisah sekali?" tanya bunda tiba-tiba.


"Ini bund...di perusahaan ada kucing liar minta di urus bund...Arga tinggal dulu ya..." ucap Arga tiba-tiba yang lalu meraih jas nya dan juga tidak lupa kunci mobilnya.


"Nak kamu mau kemana malam-malam begini sayang?" tanya bunda seketika.


"Ngurus kucing liar bunda..." sahut Arga lalu tersenyum dan berjalan keluar dari ruang kamar hotel bundanya.

__ADS_1


Sedangkan di benak Arga sudah tidak karuan karena jawaban Nindi yang se enaknya itu. Arga lupa kalau Nindi belum tahu nomor telponenya.


__ADS_2