
Malam kian larut, Namun makin menambah riyuh ramainya taman yang ke lima orang itu kunjungi, Di tambah lagi banyak pasangan yang tengah menghabiskan malam mingguan mereka, Dan di temani beberapa pengamen jalanan yang bersuara emas, Serta kelompok kelompok penyanyi yang memang sengaja hanya manggung seminggu sekali di tempat tersebut. Menambah suasana malam yang dingin namun serasa hangat.
Hingga Aditya dan ifa tampak saling menggenggam jemari satu sama lain, Menikmati alunan lagu lagu pop jalanan yang hampir sama persis seperti penyanyi aslinya.
Mamun berbeda dengan Nindi dan Arga, Keduanya malah tampak lebih intens terlihat, Tidak seperti pengantin baru di sampingnya, Dengan senyum yang terlukis di kedua bibir masing masing, Terlihat Arga memeluk Nindi dari belakang, Dan Nindi hanya membiarkan saja tangan kekar calon suaminya itu mengalung di lehernya, Meski pundaknya begitu berat karena menyangganya, Tak membuatnya menolak rangkulan sang kekasih dari belakangnya.
Menatap ke arah depan dimana riyuh penyanyi sedang unjuk gigi, Menyandarkan kepalanya ke dada bidang Arga.
Begitu nyaman, Apa lagi saat Arga diam diam mengendus bau semerbak harum rambut sang kekasih di depanya, Hingga tanpa sadar sesekali ia suka mengecupnya, Meski bunda selalu meliriknya, Namun bunda yakin keduanya pasti bisa menjaga diri samapai hari bahagia yang telah keduanya rancang jauh jauh hari itu.
"Aisssh...anak anak bunda udah dewasa sekarang...pasti kalau ayah kalian melihat akan ikut senang pula." Ucap Bunda dalam hatinya. Dimana ia melihat pasangan putera puteranya yang saling lengket satu sama lain, Dan bunda hanya bisa mendoakan kelanggengan pasangan buah hatinya tersebut.
Hingga Bunda merasa sudah cukup menghirup udara malam, Yang kian malam kian dingin menusuk kedalam kulitnya, Dan menusuk masuk ke tulang tulang, Bukan hanya bunda yang merasakanya, Namun semua yang berada di sana. Lalu Arga memutuskan untuk mengakhiri malam minggunya cukup sampai di situ saja,
Akhirnya Aditya serta ifa pulang menuju ke apartemen dan mengajak sang bunda ikut mobil mereka sekalian, Karena memang saat berangkat tadi Aditya memutuskan membawa mobil sendiri untuk lebih amanya, Sedangkan Arga harus mengantar Nindi untuk pulang menuju ke rumahnya lagi, Apa lagi hari itu Arga belum sempat bertemu papa Rendi dan membahas kelanjutan apa yang keduanya rencanakan.
Nampak sesekali Arga melihat Nindi yang berada di sampingnya tengah tertidur, Dan sepertinya ia tidak sadar saat Arga mengelus pipinya mencoba membangunkanya, Setelah keduanya sampai di kediaman Rendi Wijaya.
"Cup", Sayang...bangun...kita sudah sampai...ayo tutun..." Ucap Arga saat keduanya masih berada di dalam mobil, Kecupan Arga sesaat mendarat di pipi lembut Nindi. Namun sepertinya Nindi tidak merasakanya dan tidak juga bergerak dari tempatnya.
__ADS_1
Sampai beberapa kali Arga mencoba menepuk pundak Nindi dan sedikit menekanya, Hingga Nindi pun sedikit membuka matanya, Menatap wajah tampan sang kekasih di hadapanya, Seketika Nindi pun meraih leher Arga dan menariknya ke dalam pelukanya, Beberapa saat Nindi memeluknya dengan nyaman disana, Dan arga pun membiarkanya saja, Ikut menyambut pelukanya,
Sampai...Arga tersentak dan menarik tubuhnya sendiri, Lepas paksa dari pelukan Nindi, Dimana saat ia merasakan gigitan Nindi yang membuatnya terkaget kaget. Namun dengan tanpa bersalahnya, Nindi malah menyunggingkan senyum manisnya, Saat Arga terlihat membekap lehernya sendiri.
"Kau...apa yang kau lakukan?" Tanya Arga seketika, Saat Nindi masih tidak menyadarinya.
"Emb...aku hanya ingin membalasmu saja...tapi...apa benar seperti itu caranya? kenapa rasanya aku seperti menggigit kulit ayam?" Ucap Nindi dengan jujurnya.
"Memang kau menggigitku sayang...kalau mau les privat buat tanda cinta...bilang...aku ajarin gratis...nggak usah bayar...kalau kayak gini...aku juga kan yang kena batunya!" Gerutu Arga yang tanpa ia sadari, Itu adalah kali pertamanya Nindi berani berlaku lebih padanya, Dan melewati batas normalnya.
"Akh...maaf sayang...bukanya biar membekas itu harus di gigit ya ga?" Ucap permintaan maaf Nindi,
"Udah...ayo turun...dan masuk..." Ucap Arga sambil tanganya mengulur membuka pintu mobil Nindi dari dalam. Sontak membuat Nindi gemas dan memeluk leher Arga sekali kagi, Hingga kecupanya ia daratkan di bekas gigitanya. Meski entah pas atau tidak, Namun...Nindi tidak peduli, Bahkan perlakuanya itu bisa membuat Arga menjadi kepanasan di buatnya.
Sampai....Arga tidak bisa menahanya lagi, Kedua tanganya sudah meraih tangan tangan Nindi dan memeganginya dengan kuat di kedua sisinya.
Untuk beberapa saat, Keduanya saling menatap satu sama lain, Lalu Arga mendekatkan wajahnya perlahan lahan, Kecupanya di sambut oleh Nindi. Kecupan pertama mendarat sempurna, Dimana keduanya saling menatap lagi satu sama lain, Hingga Arga melepaskan tangan Nindi dan beralih mengambil tengkuknya, Keduanya berciuman lagi untuk beberapa saat lamanya, Hingga tak terhitung sampai berapa kali terengah dan mulai lagi.
"Ddddrttt....dddrrrt...." Getaran di ponsel Arga, Yang mengharuskanya menyudahi ciumanya. Segera saja Arga melihat pada layar ponselnya, Dan ternyata disana ada pesan masuk dari calon mertuanya.
__ADS_1
"Hah...papa", Ucap Arga seketika dengan mata yang menatap ke sekeliling, Arga mencari cari keberadaan papa calon mertuanya tersebut, Namun tidak ia dapati, Ia masih takut saat akan membuka pesan yang baru ia terimanya itu.
"Sampai kapan kalian di luar? cepat masuk kedalam...!" Ucap pesan yang Arga baru baca.
"Matilah aku!" Ucap Arga seketika di dalam hatinya.
"Ada apa ga?" Tanya Nindi yang penasaran, Dimana ekspresi wajah Arga yang berubah panik saat ia baru membaca pesan yang ada di layar ponselnya.
"Papa nyuruh kita cepat masuk sayang...akh...apa mungkin papa lihat tingkah kita barusan?" Ucap Arga yang membuat Nindi mengernyitkan dahinya. Nindi tahu papanya pasti tidak akan melihatnya, Karena memang di terasnya tidak ada kamera CCTV, Yang ada malah di luar, Di dekat pos satpam.
"Kamu sih...godain aku mulu...kebablasan dikit kan jadinya!" Dengus Arga saat ia sadari kelakuanya barusan yang agak berlebihan.
"Iya iya...aku salah...nggak akan godain kamu lagi...puas?" Ucap Nindi dengan kesalnya, Lalu berlalu keluar dari dalam mobil dan berjalan pergi mendahului Arga yang masih ada di dalam mobilnya.
"Kenapa dia marah? apa kata kataku tadi keterlaluan?" Tanya Arga dalam hatinya, Lalu ia pun ikut turun dari mobil dan ikut masuk ke dalam, Menyusul Nindi yang sudah mendahuluinya.
"Hai...kau marah?" Tanya Arga saat ia sudah bisa mengejar Nindi dan berjalan di sampingnya.
"Nggak! kenapa aku harus marah segala, Itu salahku bukan?" ucap Nindi dengan balasan sinisnya. Dan Arga sudah tahu persis, Jika sudah demikian pastilah sedang marah.
__ADS_1
"Okay...aku yang salah sayang...maaf ya...maaf...jangan bilang hal konyol ya di depan papa...aku mohon sayang..." Ucap Arga dengan kedua tangan menangkup memohon pada sang kekasih, Namun Nindi hanya melengos tanpa ekspresi sama sekali.