
rendi mendengus kesal,
"sayang...aku ingin membawamu",
ucap rendi...
"ayuk...ikut aku yank..."
pintanya lagi pada istrinya.
anin meraih tangan suaminya,
di genggamnya...
"aku mau sayang...tapi apa saat aku ikut bersamamu kau akan fokus dengan lerjamu?
apa kau akan berfikir kerja sungguh2 tanpa menghawatirkanku sendirian disana,
sedangkan kau berangkat pagi pulang malam."
ucap anin.
"aku disini tersiksa sama...merindukanmu bahkan hampir gila...tapi aku tahu...kau suamiku yg luar biasa...aku harus bisa berdiri di sisimu sayang...mari kita lalui lagi LDR an ini.
kita pasti akan bisa kan sayang?"
tanya anin pada suaminya.
rendi yg melihat kedewasaan istrinyapun sangat bangga...
rendi menarik lembut tangan istrinya,lalu memeluknya,
anin ingin menangis saat itu,mamun ia benar2 menahannya,menguatkannya
toh ini hanya beberapa hari.
"yank...nanti pas pulang...janji ya...ajak aku lihat matahari terbit"!
ucap anin dalam dekapan suaminya.
"pasti akan aku ajak sayaaang..."
ucap rendi pada istrinya.
lalu mengecup kening istrinya.
"kapan kau jadi sedewasa ini sayang?"
ucap rendi di sela pelukannya.
__ADS_1
anin hanya membalas dengan senyumannya saja.
"baiklah...waktunya aku berangkat sekarang sayang...trimakasi untuk semua...jaga diri baik2...jangan mikir macam2 dan yg terpenting...makan tepat waktu,
nanti waktu aku pulang...akan aku ukur seriap jengkal tubuhmu,kupastikan tak ada yg akan terlewatkan",
kata rendi sambil melepas pelukannya.
rendi membawa tas nya lalu bergegas menuju pintu kamar,
ia hampir meraih pintu nya,namun ia membalikkan badannya lagi berlari kecil menuju istrinya yg masi mematung.
"cup"...kecupan rendi mendarat di sana.
anin hanya mengelus bibirnya merasakan tingkah nakal suaminya.
lalu tersenyum,
rendi selalu tau,mengapa anin tidak mengantarnya sampai ke depan.
anin tidak suka melihat suaminya meninggalkanya,lebih tepatnya melihat punggung suaminya berlalu.
rendi dengan tergesa2 keluar dari rumah,
pak totok sudah siap siaga mengantarkanny ke tempat tujuan.
saat melintasi kerumunan di dekat orang bnyak,
rendi pun meminta pak totok berhenti,
"berhenti pak..."
ucap rendi.
lalu rendi pun membuka jendelanya ia ingin bertany! pada seseorang yg melintas.
"bu...ada apa di sana begitu ramai orang.
tanya rendi pada segerombol ibu2,
"itu pak...kayaknya ada tabrakan,"
ucap salah seorang ibu.
"eh...eh itu kan pak rendi yg di selingkuhi istrinya itu bukan si?"
celetuk tiba 2,salah seorang ibu.
"ia2 benar itu dia...."
__ADS_1
kata seorang lagi menimpali.
rendi mendengar jelas apa yg di katakan ibu2 itu.
rendi tak hanya diam saja mendengarnya,
ia tiba2 turun dari mobilnya.
menghampiri ibu2 itu.
"apa ibu2 ada yg mau di sampaikan padaku?'
tanyanya pada ibu2 yg berkerumun.
"pak...kapan anda pulang?"
tanya seorang ibu2
"tadi siang bu..."
ucap rendi.
"kenapa anda sudah mau pergi lagi??"
tanya seorang lagi.
"jangan2 gak betah di rumah tu jeng...istrinya gitu si..."
kata ibu satunya lagi.
rendi makin penasaraan saat menyangkut isyrinya.
"ia ini mau berangkat lagi bu...gak tau bisa pulangnya kapan...tadi kan pulang sebentar karena kangen istri bu..."
ucap jujur rendi,
namun ia juga berniat memancing,
bukan karena ia tidak percaya anin.tapi ia lebih tak suka gosip.
"ciih istri selingkuh kalau suami gak ada aja di manjain."
gumam salah seorang yg memang sedikit samar rendi dengar.
"hati2 pak rend...kalau lagi jauh istri,dan sepertinya anda terlalu memanjakannya."
rendi ingin membalas perkataan ibu2 itu,namun pak totok sudah memanggilnya.
lalu ia berpamitan melanjutkan perjalanannya .
__ADS_1