Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kekhawatiran yang nyata


__ADS_3

"ayo masuk ke ruang kuliah net....ntar telat loh..."


kata anin sambil menarik tangan neta agar ia bergegas.


"ini bukan kelas suamimu lo nin..."


kata neta pada anin,yang tiba-tiba langsung di bekap anin.


"sssssttt....nanti kedengeran orang net...jangan keras-keras,"


bisik anin pada neta dwngan tangan masih membekap mulut neta.


"kenapa sih nin....toh istri sah...atau....jangan-jangan kamu simpanannya ya..."canda neta begitu saja.


"nggak lucu net,"


sahut anin sambil berlalu pergi yang di susul neta di belakangnya.


anin duduk di paling ujung belakang,karena anin nggak mau insiden kemarin terulang dan menyebabkan gosip.


neta pun duduk di samping anin.


"eh tahu nggak...dengar-dengar bu desi sudah nggak ngajar loh...anak-anak cowok banyak yang patah hati,"


kata anak di depan bangkunya yang sedang bergosip dengan sebelahnya.


"dengar-dengar lagi...karena di tolak pak rendi..."


"pak rendi bodo amat sih...jelas-jelas di satu kampus yang cantiknya nggak ketulungan kan bu desi,


yang buahenolnya sejagat kan bu desi juga,malah di tolak,"ucap anak yang satunya lagi.


"milih yang kayak gimana coba pak rendi itu?"


timpal yang lain yang belum tahu siapa yang dosennya pilih.


"kamu tahu kata cantik dan bahenol dari mana??"


tanya teman yang ikut ngerumpi.


"kalau cantik ya memang wanita...dari teman cowok itu...aku cuma mengulangi aja,"lalu terdengar cekikikan.


suasana hati anin benar-benar tidak karuan,

__ADS_1


lalu di ambilah ponselnya...ia ingin menghubungi suaminya itu,


"duhhh dimana ponsel ku?"


gumam anin sambil mengubrak abrik isi tas nya hingga tercecer kemana-mana,


lalu tiba-tiba..."huuuuwwwwoeeekk"...


dan lagi..."huuueeeeekkk"...


"kenapa saat suasana hatiku sedang tidak enak anakku ikut protes juga sih?"gumam dalam hati anin.


seketika seisi ruangan menatap sejurus pada sumber suara


dan lagi-lagi... "huuuweeekkk..."anin sudah tidak tahan,


neta yang sedari tadi memegangi langsung di tabraknya,


anin berlari menuju toilet begitu saja.


dan lagi-lagi sama...di ruang kuliah menjadi riuh menggosipkan anin.


anin keluar toilet,setiap langkahnya di awasi...


"dasar cewek nggak bener,"


"cari mangsa di pinggir jalan sono...jangan di kampus...


laki orang kamu godain...nggak tahu malu..."


dan kata-kata pedas seperti itu...tidak satu atau dua orang saja yang melontarkannya,tapi sepanjan lorong yang anin lewati,


anin berjalan matanya berkunang-kunang,


kepalanya berputar-putar,dan langkahnya teramat berat,


ia terhuyung menyusuri tembok sambil menyangga tubuhnya dengan sedikit sempoyongan,


lalu terdengar neta,"nin kamu nggak apa-apa?"


neta memapah anin menuju bangkunya,wajahnya pucat,


pucat bukan karena sakit,namun karena cemoohan dan caci maki yang tertuju padanya,

__ADS_1


rendi,


setibanya di rumah ia langsung berlari ke kamar istrinya,


berkali-kali panggilannya tidak di jawab nya.


saat ia membuka kamarnya,


syukurlah ponselnya ada di atas sofa,


"mungkin sedang mandi"pikir rendi.


lalu rendi membuka pintu kamar mandi,


"sayang....kamu dimana?"dan kamar mandi pun kosong.


"siiiiaaalll"


ucapan yang terlontar tiba-tiba karena khawatir.


rendi turun tak lupa ia membawa ponsel istrinya.


"bi...kalian lihat istriku??"


tanya rendi,bi ani dan bi ana bebarengan menyahut.


"nyonya pamit ke kampus tuan..."ucapnya.


"sial,"


lagi-lagi terucap dari mulutnya,karena rendi tahu...istrinya sedang jadi topik utama di kampus.


rendi sudah tiak tahan lagi,


"hari ini juga akan ku umumkan pada semua,anin adalah istriku,entah anin setuju atau tidak itu sudah menjadi keputusanku,jangankan dia istriku,seluruh dunia menentangku pun aku tidak akan tarik ucapanku,


aku hanya tidak ingin terjadi apa apa pada kalian...


istri dan calon anakku."ucap rendi seketika.


tekat rendi sudah bulat,rendi memacu mobilnya dengan kecepatan lebih cepat dari biasanya,


akalnya seperti sudah hilang,ia tidak ingin membayangkan hal yang macam-macam terjadi pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2