Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
memori


__ADS_3

satria melajukan mobil yang di kendarainya dengan nindi menuju pegunungan dengan kanan kiri yang di tumbuhi pohon karet,jalanan tampak lengang...sesekali ia melirik ke arah nindi yang mendongakkan mata sambil terpejam.


"apa ada yang salah di wajahku sat?"ucap nindi seketika yang membuat sateia sontak gelagapan karena ketahuan.


"aku...aku khawatir tentangmu nindi...kamu sudah mendingan?"tanya satria memastikan.


"sat...cinta itu mudah sekali masuknya,namun kenapa ia terus menghuni di hati ku dan tidak mau keluar sat?aku ingin semua bayangan arga pergi sat..."ucap nindi dengan isakannya lagi.karena arga sudah tidak bisa ia hubungi lagi,ia sudah tidak bicara sepatah kata pun padanya.


"nindi sudah...kita pasti akan bersatu dengan orang yang akan menjadi jodoh kita,sudahlah...jangan di dramatisir nindi..."ucap satria mencoba menenangkan hati nindi.


namun sepertinya arga sudah menjangkit memenuhi hatinya yang membuatnya tidak mudah memberi maaf.dan mengikhlaskannya.


"kau masih ingat tempat ini nindi?"tanya satria pada nindi.


"gimana aku lupa sat..."ucap nindi yang membuat satria senang.karena ternyata nindi masih mengingatnya.


"di jalan bercabang depan...jika belok kanan adalah jalan menuju bukit cinta sat..."ucap nindi karena ia mengingat kisah pertama yang membuat jantungnya tidak mampu ia kendalikan.tempat pertama saat ia menangis tersedu karena bunga mawar yang berhamburan.dan tempat pertama yang ia ingat saat mengingat arga.

__ADS_1


sontak dengan raut wajah ketidak sukaannya satria mencoba mengalihkan perhatian nindi.


"kirain kamu masih ingat saat kamu di marahi bu guru karena berantem dengan anak anak cewek di sekolah,lalu kita ke mari...ke pinggir tebing dengan berteriak lantang."


ucap satria menerangkan.


"aku juga masih mengingatnya sat...saat itu hanya ada kamu."ucap nindi.namun itu kenyataannya,satria baginya adalah sahabat baik.dia selalu ada saat nindi dalam masalah.sampai....arga berhasil menguasai seluruh hatinya.


nindi pun membuka ponselnya,sama sekali tidak ada satupun kabar dari arga,tanpa sadar ia membuka galeri ponselnya,dimana foto terakhir yang ia ambil saat bersama


"kenapa ga...kenapa ini bisa terjadi...kamu melupakan semua ini?se cepat itu?"ucap dalam hati nindi dengan tetesan air mata memenuhi layar ponselnya.


sontak satria merampas ponsel dari tangan nindi,menatap


layar pada ponsel yang ia pegang,dimana senyum tergambar di bibir nindi dan arga,dengan tangan yang melingkar memeluk leher nindi.


"brengsek kau arga."dengus kesal satria karena manatap kemesraan keduanya.namun hatinya menjadi lega sesaat karena keduanya telah berpisah,meski dada nya sesak menatap gadis yang ia sukai menangis tersedu karena laki laki lain.

__ADS_1


akhirnya mobil berhenti di sebuah tempat parkir,ia menatap sekeliling,tidal ada satu orang pun,hanya si tukang parkir saja yang menunggu di parkiran.dengan seorang penjaga loket.


"turun nindi.."ucap satria saat ia membukakan pintu untuk nindi.


nindi pun menurutinya ia turun dari dalam mobil,mengikuti satria yang lebih dahulu menuju pintu loket.


"pak...dua karcis ya..."ucap satria yang langsung di angguki dan di berikan dua karcis untuk masuk.


"pak...kenapa sepi sekali?"tanya satria ingin tahu,karena dulu tempat ini begitu ramai pengunjung.


"tuan...siapa yang mau datang kemari....tempat ini sudah kalah populer dari tempat tempat yang di bangun saat ini."


ucap si penjaga loket karcis.dan satria hanya mengangguk,tanda mengerti.


"terimakasih pak..."ucap satria kemudian berlalu pergi begitu saja.


tempat itu memang hanya sebuah dataran tinggi dengan batu yang berjejer rapi,dan ketinggiannya yang berada di puncak gunung...hanya terhampar pemandangan alam dan pegunungan saja,serta burung burung yang meliuk liuk menghiasi angkasa.mungkin itu yang membuatnya sepi pengunjung.

__ADS_1


__ADS_2