Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
seperti kesurupan


__ADS_3

anin pun turun dari pangkuan suaminya,ia menuju kamar,


berjalan menaiki anak tangga,membuka pintu kamarnya lalu ia masuk,


anin merebahkan tubuhnya ke tempat tidur,pinggang dan punggungnya sangat sangat kaku terasa,


ia pun mengelus anak yg di kandungnya.


"sayang....pasti kamu capek juga kan...mari kita tidur siang",


gumam anin dengan tangan masih terus mengelus.


ia meraih guling,memeluknya dengan meringkuk.


sedang kan rendi,


ia kini memangku setoples besar...keripik kentang.


sambil memindah acara tv,


kini ia asik menonton acara bola.


tiba2 anin terkaget2 saat mendengar dering telfon di meja sebelah nya tidur,


sayup2 ia membuka mata meraih telfonnya,


di lihatinya pada layar hp nya,


"neta",


ucap anin.


dengan girang anin pun menyambut telfon masuk itu.


"hei net....ada apa??tumben...lama takjumpa kamu kemana aja?"


tanya anin dengan antusiasnya.


rendi tiba2 masuk ke dalam kamar dimana istrinya berada sekarang.


ia mendengar istrinya sedang berbicara dengan seseorang dengan cekikikannya.


rendi perlahan mendekat ke arah istrinya lalu ikut menempelkan telinga di sebelah telfon yg sedang menempel di telinga istrinya itu.


anin tau itu pasti suaminya,siapa lagi yg sejahil itu kalau bukan suaminya,


ikut nimbrung urusan cewek,

__ADS_1


anin pun seketika mengecup pipi suaminya agar suaminya menjauh dari hp yang ada di telinganya sekarang.


namun rendi malah membalas istrinya dengan ciumannya,


karena rendi tau itu adalah neta.


tanpa ampun ia mencium istrinya dengan memegangi dagu anin memaksanya hingga anin berusaha berontak menoleh ke kanan kiri.


"kak rend...kamu tu ya...."


sambil mendengus beranjak berdiri dari tempat tidurnya,


namun rendi tanpa ampun menarik tangannya.


hingga anin jatuh ke pelukannya.


"sayang...sebegitu senangnya kau mendapat telfon dari sahabatmu...sambil merampas hp nya dan mengambil alih telfonnya.


"neta....kamu kenapa selalu mengganggu istriku saat ia bersamaku",


kata rendi dengan nada dinginnya.


"pak rend...jelas2 aku duluan yg menelfon anin...kamu yg ganggu..."


ucap neta.


ucap rendi.lalu mematikan panggilannya.


anin yg masih di dekapan suaminya pun hanya melongo mendengarkan suaminya yg sedang kerasukan setan entah dari mana itu bisa2nya brutal seperti ini.meski tidak menyakiti anin.


lalu tatapan rendi beralih ke istrinya yg ada di pangkuannya sekarang,menimangnya seperti bayi.


(posisi wenak)


sejenak tatapan keduanya bertemu,


"sayang...kenapa aku bisa se cemburu ini melihatmu tertawa dengan sahabatmu."


sambil tangannya menaikkan dagu istrinya.


"kak rend....ingat sayang...aku lagi hamil..."


ucap rengek anin yg malah makin membuat rendi gemas.


rendi pun mendekatkan wajahnya,


"tenang sayang...ini tak akan sakit...ataupun melukai mu dan anak kita."

__ADS_1


ucap rendi dengan nada menakutkannya.


lalu sedetik kemudian ciuman mendarat dan melahap habis bibir istrinya.


siang yg panas itu pun mereka habiskan waktu dengan bercinta.


anin tertidur kelelahan sedangkan rendi entah kemana tidak ada di sampingnya.


saat anin bangun.


"duuuh...."


desah anin merangkak akan turun dari ranjang besarnya.


"kak rendi benar2 kesambet...staminanya seperti tak ada habisnya",


grutu anin sambil berjalan terkekeh menuju kamar mandi,ia sudah tak tahan menahan hajat kecilnya.


"awas kau kak rend....awaaaas...."


dengus anin benar2 kesal...


tiba2 saat anin berada di depan pintu kamar mandi,


berdirilah rendi yg baru saja keluar dari dalam kamar mandi,


dengan handuk melingkar di perut sampai lututnya.


dada masih ada tetesan air nya,dan rambut basah yg terkesan cool...


tanpa sadar anin pun menatap keindahan ciptaan tuhan itu pun dengan tanpa kedip.


tangan rendi pun berdada2 dada,


kekiri ke kanan dengan alis mengernyit nya.dan dahi yg mengkerut heran.


"cetak",


"aduuuuhhhh"


desah anin saat sentilan sedikit keras mendarat di keningnya.


"apa kau terpesona olehku sayang?ini punyamu lo...kau mau lagi?"


canda rendi sambil mendekat ke arah anin.


anin yg gelagapan karena ketahuan terpesona itu pun dengan wajah memerahnya langsuk masuk kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2