Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Dibalik rasa


__ADS_3

Pagi itu...ifa datang ke kantor tempatnya kerja, Dimana ia menyerahkan Amplop, Yang berisi surat pengunduran dirinya, Ia menyerahkanya pada pihak HRD, Dimana saat itu baru tiba satu orang pegawai saja, Karena memang ifa masih terlalu pagi saat ia tiba di kantor.


Bukan tanpa alasan ia memutuskan untuk pergi menuju kantornya terlebih dahulu, Karena memang ia setelah dari kantor akan menuju ke makan Ibunya, Ia berniat akan berpamitan pada sang Ibu, Mungkin untuk beberapa waktu lama Ibunya akan merindukanya karena tidak datang mengunjungi makamnya.


Terlihat ifa masih di makam ibunya, Dimana Aditya masih membuntutinya dengan setia. Dimana ia rasakan pasti hari ini adalah hari terakhirnya melihat ifa.


Hingga ifa benar benar menuju ke Bandara dimana ia akan bertemu dengan yura dan Satria.


Terlihat Arga sudah mematung di depan pintu kediaman Rendi, Dimana ia akan menjemput Nindi untuk berangkat kerja bersamanya dan juga sekaligus mengantarkan kepergian Satria dan yura menuju ke Bandara.


Ia di sambut oleh Rendi dan Anin dengan ramahnya, Dimana terlihat yura dan Satria sudah membawa koper yang akan ia bawa. "Arga sudah sarapan? Mau tante bawain sarapan nggak?" Tanya Anin langsung pada pacar puterinya tersebut.


"Ah...Arga udah sarapan tadi tan...nggak usah repot repot...makasih..." Ucap Arga sambil menyunggingkan senyum ramahnya.


Hingga Yura dan Satria berpamitan pada Semuanya tak terkecuali Arga. Dan semua berjalan lancar sampai ke empatnya tiba di Bandara. Terlihat ifa tengah melambaikan tanganya saat melihat rombongan yura dan teman temanya.


"Lhoh....dia? kenapa dia ikutan?" Ucap Arga seketika saat ia sadari seseorang yang tengah melambai ke arah rombonganya itu adalah ifa, Orang Aditya. Secepatnya ia merogoh kantong jasnya, Dimana Arga akan memberitahu Aditya bahwa kekasihnya akan pergi menuju Negara lain.


"Jangan Ga...jangan beritahu Aditya...jangan ikut campur urusan mereka...biarkan keduanya menyelesaikan masalah mereka sendiri." Ucap Nindi saat ia sadari Arga akan memberi tahu Aditya atas apa yang di lihatnya, Namun seketika itu pula Nindi menyadarinya dan melarang Arga untuk ikut campur urusan keduanya. Dan Arga pun setuju untuk tidak ikut campur urusan keduanya.

__ADS_1


"Iya sayang...kamu benar...dan pasti saat ini Aditya pun tahu apa yang di lakukan kekasihnya itu...pasti." Ucap Arga pada Nindi, Dimana ia tahu benar sifat Aditya itu seperti apa, Karena dia dan Aditya hampir sama jika menyangkut orang yang di cintainya.


Hingga pesawat yang di tumpangi ketiganya lepas landas dan pergi meninggalkan Negara Nindi.


Terlihat Arga dan Nindi bergandengan tangan keluar dari Bandara menuju tempat mobil Arga terparkir.


Terlihat seseorang tengah terduduk di kursi tunggu yang berada di area bandara tersebut.


Dan Arga langsung saja bisa mengenali sosok siapa yang tengah ia lihat tersebut. "Aditya." Ya...Aditya tengan duduk disana dengan kedua tangan menangkup wajahnya dan menunduk dengan kedua siku yang tengah bertumpu pada kedua pahanya. Sontak membuat Arga ingin menghampirinya, Namun Nindi tidak menyadarinya.


"Sayang...kamu duluan ya ke mobilnya...tunggu aku disana, Aku sepertinya melihat klien tadi,Aku akan menemuinya sebentar..." Ucap Arga sambil menyunggingkan senyum dan pergi meninggalkan Nindi meski gadis itu belum menjawabnya. Arga pun langsung berlari kecil menuju tempat duduk dimana Aditya berada.


"Kak...apa yang kakak lakuin disini?" Tanya Arga sambil mengusap punggung Aditya disana, Dimana Aditya langsung mendongakan kepalanya menatap ke arah Arga yang tengah berdiri di hadapanya.


Ucap Aditya sambil beranjak berdiri dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempatnya tadi. Dimana Arga mengikutinya dari belakang,


Ia ikut berjalan di belakang Aditya.


"Kakak tahu ifa pergi meninggalkan Negara ini? kakak tahu kapan pulangnya? Arga lihat...kakak ada rasa sama dia, Kenapa kakak lepasin begitu aja dia? Arga jarang ngeliat kakak serius sama perempuan...kenapa kakak biakan?"

__ADS_1


Ucap Arga yang benar benar penasaran di buatnya.


"Wanita...sejak dulu mereka hanya bisa menyusahkan saja!"


Ucap Aditya, Dan berlalu pergi meninggalkan Arga yang mematung hampir tak percaya atas ucapan kakaknya barusan. Dimana Aditya menyembunyikan perasaanya yang sesungguhnya. Ia berharap secepatnya bisa melupakan ifa.


"Dasar kakak bodoh...kenapa bodoh di pelihara? awas aja sampai down gara gara jatuh cinta...nggak akan sudi aku ngerawatnya." Ucap Arga dengan umpatan umpatanya untuk kakaknya tersebut. Dimana Arga sudah pernah merasakanya, Ia ingin mati namun tidak bisa, Dan hidup namun berasa mati. Hingga Argapun ikut berlalu menghampiri Nindi yang tengah menungguinya di dalam mobil.


"Sayang lama ya nunggunya?" Sapa Arga sambil berlalu masuk ke dalam mobilnya, Ia duduk di kursi kemudi samping Nindi.


"Nggak kok Ga...eh tadi kayaknya aku lihat Aditya...dia baru aja naik mobil tuh tadi di depan aku Ga...tapi aku males nyapanya." Ucap Nindi yang membuat Arga manggut manggut saja. Dan Arga melajukan mobil yang di tumpangi keduanya menuju ke kantor om Rendi.


Beberapa saat tibalah keduanya di depan kantor, Terlihat Nindi keluar dari mobil Arga dan tak lupa tanganya melambai mengantar kepergian kekasihnya itu, Hingga mobil yang di kendarai Arga sudah tidak terlihat lagi.


Dengan langkah gontai dan mata menyipit menyelidik, Seakan Nindi mengawasi gerak di sekitarnya, Dimana ia kemarin kemarin ternyata yang tengah jadi bahan pembicaraan yang luar biasa heboh disana. Namun ternyata semua yang ia lihat hari itu berbeda...sangat berbeda. Terlihat semua staf tengah mengangguk padanya saat ia menatap ke arah Nindi.


"Haaaah...ada apa ini? kenapa mereka semua bisa berubah dalam sehari saja?" Ucap Nindi dalam hatinya yang sempat ragu ragu atas apa yang ia alami barusan.


Hingga ia masuk ke ruangan divisinya, Dimana disana pun sama...semua menyambutnya begitu ramah. Termasuk kepala Divisi Pak Faiz...dan juga si eko yang mulanya cuek menjadi tebar pesona.

__ADS_1


"Aaakh...pasti gara gara pesta kemarin kan ini? semua pada tahu kan sekarang." Ucap Nindi dalam hatinya, Dimana terlihat Nana, Teman satu Divisi yang kemarin ramah menjadi sedikit canggung padanya.


"Begini nih...ya aku nggak suka!" Dengus Nindi dalam hatinya. Lalu ia duduk ke kursi kerjanya dan mulai melakukan pekerjaanya.


__ADS_2